135 Siswa dan Guru dari SMP Salafiyyah Kota Pekalongan Ngangsu Kawruh di PPFF Semarang
2 mins read

135 Siswa dan Guru dari SMP Salafiyyah Kota Pekalongan Ngangsu Kawruh di PPFF Semarang

NUJATENG.COM – SEMARANG –Sebanyak 135 siswa dan guru dari SMP Salafiyyah Kota Pekalongan program takhasus tahfidh Alqur’an melakukan kunjungan studi ngangsu kawruh ke Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (PPFF), Pesantren Bilingual Berbasis Karakter Salaf Semarang.

Selama ini PPFF Semarang kerap menerima kunjungan studitour dari beragai lembaga pendidikan dan pesantren.

Senin, 22 Desember 2025 PPFF menerima rombongan 135 siswa dan guru dari SMP Salafiyyah Kota Pekalongan program takhasus tahfidh Alqur’an untuk melaksanakan kegiatan studi ngangsu kawruh dalam rangka Edutourism Program di PPFF. Edutourism ini merupakan ikhtiar menambah wawasan keilmuan dan manajemen pendidikan pesantren.

Rombongan yang dipimpin langsung oleh Pengasuh SMP Salafiyyah Kajen, KH. M. Ridlo al-Hafidz, Kepala Sekolah, koordinator program tahfidh dan 20 dewan guru tiba di halaman PPFF pada pukul 09.00 WIB dan disambut hangat oleh para asatidz serta pengurus pesantren.

Kegiatan kemudian dimulai acara pengarahan oleh pendiri dan pengasuh PPFF, DR. KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc., MA., di Masjid Raudlatul Jannah PPFF.

Dalam kesempatan tersebut, Kyai Fadlolan Musyaffa’, menyampaikan paparan seputar perjalanan keilmuan beliau, mulai dari masa mondok didalam negeri, lanjut studi keluar negeri rihlah tholabul ilmi selama 17 tahun di Al-Azhar Mesir, hingga proses akademik meraih gelar doktoral.

Beliau juga mengulas sejarah berdirinya PPFF yang dibangun atas restu dan dawuh Syaikhina KH. Maimoen Zubair, dan KH A. Hasyim Muzadi, serta visi besar pesantren dalam mencetak generasi santri yang alim, berkarakter, dan siap menjawab tantangan zaman.

Lebih lanjut, Babah Kyai Fadlolan Musyaffa’ memaparkan program unggulan PPFF yang terintegrasi dengan lembaga pendidikan RA, MI, MTs, MA dan Ma’had Aly (strata S-1) yang profil tamatan MA bisa menguasai kitab kuning, hafal Al-Quran 30 juz, mampu komunikasi bilingua Arab Inggris.

Program Tahfidh Al-Qur’an dalam kurun waktu 6 bulan, pendalaman Kitab Kuning, serta penguatan Bahasa Arab dan Inggris sebagai program terintegrasi dalam kurikulum dikawal dengan tiga manajemen utama pesantren, yaitu manajemen waktu, manajemen prioritas, dan manajemen taqarrub ilaAllah, yang berakar kuat pada nilai-nilai ulama salaf sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an.

Program dan metode inilah hasil temuan Kyai Fadlolan Musyaffa’, setelah meneliti mengamati pola pendidikan di berbagai bentuk pondok pesantren dan sekolah di NKRI.

Paparan program tersebut menambah kekaguman rombongan SMP Salafiyyah Pekalongan terhadap sistem pendidikan PPFF yang mampu memadukan kekuatan tradisi keilmuan salaf dengan pendekatan pendidikan modern dan terarah.

Hal ini dibuktikan dengan lolos tes dan diterimanya puluhan santri dari 3 angkatan alumni MA Al-Musyaffa’ di Universitas Al-Azhar Cairo, Mesir, yang saat ini sudah belajar di Mesir.

Kegiatan studi ngangsu kaweruh ini ditutup dengan sesi tanya jawab, doa bersama, penyerahan cinderamata, serta foto bersama. Diharapkan, kunjungan ini semakin mempererat ukhuwah antar lembaga pendidikan dan membawa keberkahan serta manfaat bagi dunia pendidikan Islam. Allahumma Aamiin.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *