
nujateng.com – Rasa malas adalah salah satu hambatan yang sering menghalangi seseorang dalam beribadah, bekerja, maupun menjalankan aktivitas sehari-hari.
Dalam Islam, kemalasan termasuk sifat yang dianjurkan untuk dihindari. Rasulullah ﷺ bahkan mengajarkan doa khusus agar Allah melindungi umatnya dari sifat malas.
Doa Menghilangkan Rasa Malas
Berikut doa yang diajarkan Rasulullah ﷺ:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ
Allahumma inni a’ūdzu bika minal-hammi wal-ḥazan, wa a’ūdzu bika minal-‘ajzi wal-kasal, wa a’ūdzu bika minal-jubni wal-bukhl, wa a’ūdzu bika min ghalabatid-daini wa qahrir-rijāl.
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan kesedihan, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut dan kikir, serta aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan tekanan manusia.”
(HR. al-Bukhari)
Mengapa Rasulullah ﷺ Berdoa Agar Dijauhkan dari Rasa Malas?
Malas bukan sekadar enggan bergerak, tetapi juga dapat menjadi penyebab tertundanya ibadah, hilangnya kesempatan berbuat baik, menurunnya produktivitas, bahkan datangnya kesulitan hidup.
Dengan membaca doa ini, seorang Muslim memohon kepada Allah agar diberikan:
– Semangat dalam beribadah.
– Kekuatan menyelesaikan pekerjaan.
– Keteguhan menghadapi ujian.
– Kemudahan dalam mencari rezeki yang halal.
– Perlindungan dari berbagai penyebab kemunduran hidup.
Cara Menghilangkan Rasa Malas Menurut Islam
Selain memperbanyak doa, Islam juga mengajarkan beberapa ikhtiar, di antaranya:
1. Meluruskan niat bahwa setiap pekerjaan yang halal dapat bernilai ibadah.
2. Menjaga salat lima waktu tepat waktu agar hati lebih tenang.
3. Membaca Al-Qur’an setiap hari meski hanya beberapa ayat.
4. Menghindari begadang tanpa kebutuhan yang penting.
5. Membuat target harian yang realistis.
6. Memohon pertolongan Allah setiap selesai salat.
Waktu Terbaik Membaca Doa
Doa ini dapat dibaca:
– Setelah salat fardu.
– Pada waktu pagi dan petang sebagai bagian dari zikir harian.
– Ketika mulai merasa malas, lelah, atau kehilangan semangat.
– Sebelum memulai pekerjaan atau aktivitas penting.
Rasa malas merupakan ujian yang bisa dialami siapa saja. Namun, seorang Muslim tidak hanya berusaha secara lahiriah, tetapi juga memohon pertolongan kepada Allah melalui doa.
Dengan membiasakan membaca doa menghilangkan rasa malas, disertai usaha yang sungguh-sungguh dan tawakal, insya Allah hati akan lebih bersemangat, produktif, dan dimudahkan dalam menjalani kehidupan.
Semoga Allah menjauhkan kita dari sifat malas, memberi kekuatan untuk beramal saleh, serta menjadikan setiap aktivitas kita bernilai ibadah. Aamiin.***
