
nujateng.com – Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang tidak lepas dari berbagai pertemuan dan percakapan.
Baik dalam majelis ilmu, rapat kerja, pertemuan keluarga, pengajian, maupun obrolan santai bersama teman, terkadang tanpa disadari muncul perkataan yang kurang bermanfaat, candaan yang berlebihan, atau ucapan yang tidak semestinya.
Karena itulah Rasulullah ﷺ mengajarkan sebuah doa yang sangat istimewa untuk dibaca sebelum meninggalkan majelis, yaitu Doa Kafaratul Majelis.
Doa ini menjadi bentuk istighfar dan taubat kepada Allah SWT atas segala kekhilafan yang mungkin terjadi selama berada dalam suatu pertemuan.
Bacaan Doa Kafaratul Majelis
Arab
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ
Latin
Subhānaka Allāhumma wa bihamdika, asyhadu an lā ilāha illā anta, astaghfiruka wa atūbu ilaik.
Artinya
“Mahasuci Engkau ya Allah dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Aku memohon ampun kepada-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu.”
Hadis Shahih Tentang Doa Kafaratul Majelis
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
Arab
مَنْ جَلَسَ فِي مَجْلِسٍ فَكَثُرَ فِيهِ لَغَطُهُ، فَقَالَ قَبْلَ أَنْ يَقُومَ مِنْ مَجْلِسِهِ ذَلِكَ:
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ
إِلَّا غُفِرَ لَهُ مَا كَانَ فِي مَجْلِسِهِ ذَلِكَ
Latin
Man jalasa fī majlisin fakatsura fīhi laghaṭuhu, faqāla qabla an yaqūma min majlisihi dzālika:
Subhānaka Allāhumma wa bihamdika, asyhadu an lā ilāha illā anta, astaghfiruka wa atūbu ilaik.
Illā ghufira lahu mā kāna fī majlisihi dzālika.
Artinya
“Barang siapa duduk dalam suatu majelis lalu banyak terjadi perkataan yang sia-sia di dalamnya, kemudian sebelum ia berdiri dari majelis tersebut membaca:
‘Mahasuci Engkau ya Allah dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Aku memohon ampun kepada-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu,’
maka akan diampuni baginya kesalahan-kesalahan yang terjadi selama ia berada dalam majelis tersebut.”
(HR. Tirmidzi No. 3433 dan Abu Dawud No. 4859, dinyatakan shahih oleh Syaikh Al-Albani)
Keutamaan Doa Kafaratul Majelis
1. Menghapus Kesalahan yang Terjadi dalam Majelis
Setiap manusia memiliki keterbatasan dan tidak luput dari kesalahan. Terkadang lisan mengucapkan sesuatu yang tidak perlu atau kurang bermanfaat.
Dengan membaca doa ini, seorang muslim memohon ampun kepada Allah atas kekhilafan yang terjadi selama pertemuan berlangsung.
2. Melatih Diri untuk Selalu Bertaubat
Doa Kafaratul Majelis mengandung istighfar dan taubat.
Hal ini mengajarkan bahwa seorang hamba hendaknya selalu kembali kepada Allah, tidak merasa dirinya bersih dari dosa, dan senantiasa memperbaiki diri.
3. Menyempurnakan Adab dalam Berkumpul
Islam mengajarkan adab yang mulia, termasuk adab ketika memasuki dan meninggalkan majelis.
Membaca doa ini merupakan salah satu sunnah yang menunjukkan kesempurnaan ajaran Islam dalam membimbing kehidupan sehari-hari.
4. Menutup Aktivitas dengan Dzikir
Sebagaimana seorang muslim dianjurkan memulai aktivitas dengan mengingat Allah, demikian pula dianjurkan menutup aktivitas dengan dzikir dan istighfar.
Dengan demikian, sebuah majelis menjadi lebih berkah dan bernilai ibadah.
Kapan Doa Kafaratul Majelis Dibaca?
Doa ini dibaca ketika hendak meninggalkan suatu majelis atau pertemuan, baik pengajian, rapat, diskusi, pertemuan keluarga, maupun aktivitas lain yang melibatkan percakapan.
Bahkan di era digital saat ini, doa Kafaratul Majelis juga dapat dibaca setelah mengikuti kajian online, rapat virtual, atau diskusi melalui media sosial.
Hikmah Membiasakan Doa Kafaratul Majelis
Doa Kafaratul Majelis mengajarkan pentingnya menjaga lisan dan menyadari bahwa setiap ucapan akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.
Semakin sering seseorang berinteraksi dengan orang lain, semakin besar pula kebutuhannya untuk beristighfar dan memohon ampunan.
Membiasakan doa ini juga melatih hati agar tetap rendah diri, tidak merasa paling benar, serta selalu berharap kepada rahmat dan ampunan Allah.
Inilah salah satu bentuk muhasabah sederhana yang dapat dilakukan setiap hari.
Doa Kafaratul Majelis merupakan amalan ringan yang memiliki keutamaan besar.
Dengan membacanya setiap selesai menghadiri suatu pertemuan, seorang muslim berharap agar segala kekhilafan yang terjadi selama majelis berlangsung diampuni oleh Allah SWT.
Semoga kita termasuk orang-orang yang senantiasa menjaga lisan, memperbanyak istighfar, dan menutup setiap aktivitas dengan dzikir yang dicintai Allah.***
