By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Khutbah
  • Kolom
    • Artikel
  • Profil
    • Lembaga
    • Tokoh
Reading: Keajaiban Tawakal, Kisah 1.000 Dinar yang Mengajarkan Kekuatan Percaya kepada Allah
Share
Font ResizerAa
Search
  • Beranda
  • Berita
  • Khutbah
  • Kolom
    • Artikel
  • Profil
    • Lembaga
    • Tokoh
Have an existing account? Sign In
Follow US
Home » Blog » Keajaiban Tawakal, Kisah 1.000 Dinar yang Mengajarkan Kekuatan Percaya kepada Allah
Artikel

Keajaiban Tawakal, Kisah 1.000 Dinar yang Mengajarkan Kekuatan Percaya kepada Allah

Tasir Alamsyah
Last updated: November 25, 2025 2:16 pm
Tasir Alamsyah
Published: November 25, 2025
Share
SHARE

nujateng.com – Tawakal kepada Allah bukan sekadar konsep pasrah.

Ia adalah perpaduan antara usaha yang sungguh-sungguh dan keyakinan penuh bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan hamba-Nya.

Salah satu kisah paling menggetarkan tentang tawakal diceritakan Rasulullah Saw dalam hadis sahih riwayat Imam Al-Bukhari.

Kisah ini menggambarkan betapa dahsyatnya kekuatan percaya kepada Allah dalam memenuhi janji dan mewujudkan keinginan.

Kisah Laki-Laki Bani Israil dan 1.000 Dinar

Diceritakan bahwa seorang laki-laki dari Bani Israil meminta pinjaman 1.000 dinar kepada seseorang.

Pemberi pinjaman meminta saksi dan penjamin. Namun laki-laki itu berkata:

“Cukuplah Allah sebagai saksi.”

“Cukuplah Allah sebagai penjamin.”

Pemberi pinjaman pun menerima alasan itu dan memberikan uang tersebut hingga batas waktu tertentu.

Setelah menyelesaikan urusan yang menjadi tujuan pinjamannya, ia bersiap pulang untuk mengembalikan 1.000 dinar tersebut.

Namun ia tidak menemukan satupun kapal yang dapat membawa dirinya kembali pada waktu yang ditentukan.

Sementara ia tetap ingin menepati janji.

Tawakal yang dibuktikan dengan Usaha

Dengan keyakinan penuh, ia mengambil sebatang kayu, melubanginya, lalu memasukkan 1.000 dinar dan sepucuk surat yang menjelaskan bahwa uang tersebut adalah pengembalian hutang.

Ia menutup kayu itu rapat-rapat dan berdoa:

 “Ya Allah, Engkau tahu aku berhutang kepadanya 1.000 dinar. Engkau tahu bahwa aku berusaha mencari kapal namun tidak mendapatkannya. Maka aku serahkan kayu ini kepada-Mu untuk Engkau sampaikan.”

Ia melempar kayu itu ke laut, bertawakal bahwa Allah akan menyampaikannya.

Kemudian ia tetap melanjutkan usaha mencari kapal lainnya.

Pertolongan Allah yang Tak Terduga

Di negeri seberang, orang yang memberi pinjaman tengah menunggu kedatangan laki-laki itu dari perjalanan laut.

Ia berharap ada kapal yang membawakan hartanya kembali.

Ketika ia melihat sebatang kayu terombang-ambing di pantai, ia mengambilnya untuk dijadikan kayu bakar.

Saat dibelah, ia menemukan uang 1.000 dinar dan surat yang ditulis oleh peminjam.

Beberapa waktu kemudian, laki-laki yang berhutang itu akhirnya berhasil menemukan kapal dan datang membawa 1.000 dinar kedua.

Ia berkata :

“Demi Allah, aku sudah berusaha mencari kapal untuk mengembalikan uangmu, tetapi aku tidak menemukannya sebelum menaiki kapal ini.”

Pemberi pinjaman menjawab :

“Allah telah menyampaikan hartamu yang engkau kirim lewat kayu itu. Ambillah kembali 1.000 dinar ini dengan senang hati.”

Kisah ini menegaskan beberapa pelajaran penting :

1. Tawakal tidak berarti meninggalkan usaha

Laki-laki itu tetap berusaha mencari kapal meski sudah menitipkan uangnya kepada Allah.

2. Allah tidak akan menelantarkan hamba yang jujur

Ia ingin menepati janji, dan Allah menjaga kejujuran itu.

3. Janji Allah lebih pasti daripada perhitungan manusia

Allah memiliki cara-Nya sendiri bahkan lewat sebatang kayu di lautan.

4. Ketulusan hati membuka pintu pertolongan tanpa batas

Keikhlasan peminjam menjadikan Allah sebagai saksi dan penjamin menjadikan kisah ini abadi sebagai bukti cinta Allah kepada hamba yang jujur.

Kisah ini memberikan inspirasi bahwa dalam setiap usaha, ada ruang bagi kita untuk bersandar penuh kepada Allah.

Tawakal bukan pasif, melainkan aktif : bekerja, berdo’a, menjaga hati, lalu menyerahkan hasil kepada Allah.

Jika Allah menjadi saksi dan penjamin urusan kita, maka tidak ada yang mustahil.***

You Might Also Like

Demi Mengejar Cinta Ilahi, Seorang Raja Rela Meninggalkan Tahta di Kerajaannya
Mengawal Program MBG Menuju Maturasi: Integrasi Imunologi Bangsa, Kemandirian Ekonomi Desa, dan Kedaulatan Teknologi Sel Autologus
Begini Cara SMK Negeri 2 Bawang Wujudkan Generasi Muda yang Terampil, Optimis, dan Profesional
Menahan Amarah dan Memaafkan, Pelajaran Berharga dari Kisah Orang Saleh dan Pelayannya
Rahasia Ketentraman Hati di Balik Doa Allahumma Yassir Walaa Tuassir
Share This Article
Facebook Email Print
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories

  • ES Money
  • U.K News
  • The Escapist
  • Insider
  • Science
  • Technology
  • LifeStyle
  • Marketing

About US

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

Subscribe US

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?