
“Dunia digital pesantren di Jawa Tengah memasuki babak baru. Sabtu, 16 Mei 2026, Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (PPFF) Semarang mendapat kepercayaan terpilih menjadi tuan rumah perhelatan bersejarah “Temu Media Pondok Pesantren se-Jawa Tengah’ yang pertama kalinya.
Hingga saat ini, lebih dari 350 delegasi terdiri dari utusan 100 pondok pesantren dari berbagai daerah Jawa Tengah telah mengonfirmasi kehadiran mereka dalam forum akbar tersebut.”
Mengangkat tema “Menata Langkah, Menguatkan Arah Dakwah di Era Digital”, forum ini diproyeksikan menjadi wadah konsolidasi awak media pesantren agar lebih terstruktur dan profesional. Tidak sekadar berkumpul, acara ini juga menjadi momentum penting perumusan AD/ART serta program kerja strategis Media Pondok Jawa Tengah (MPJT) ke depan melalui sidang-sidang komisi.
Ketua Steering Committee (SC) Temu Media Pondok Jateng 2026, Tuhfatul ‘Ainiyah, menegaskan pentingnya kolaborasi antar-media pesantren. “Harapan kami lahir ruang kolaborasi yang kuat. Kami ingin rekan-rekan media tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling terhubung untuk bertukar gagasan dan tumbuh bersama,” ungkap Aini, Rabu (13/05).
Sesi Talkshow dan Penguatan Literasi
Guna memperkaya wawasan peserta, panitia menghadirkan tiga pakar media sebagai narasumber talkshow, yakni:
- Gus Ahmad Mundzir (Direktur NU Online Institute)
- Arina Milataka (Penulis & Aktivis Gender)
- Ning Nilna Silma Jauharotina (Pegiat Media)
Ketiga pemateri tersebut akan membedah peluang serta tantangan dakwah di ruang digital, sekaligus memberikan penguatan kapasitas literasi bagi para santri pengelola media.
Sejak pendaftaran dibuka pada 5 Mei lalu, antusiasme peserta sangat tinggi hingga pendaftaran resmi ditutup pada 14 Mei kemarin untuk memastikan kesiapan logistik di lokasi acara. Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan ekosistem digital pesantren yang lebih solid dan berdampak luas bagi masyarakat.
