
nujateng.com – Menjelang Hari Raya Idul Adha, umat Islam disunnahkan untuk memperbanyak amalan salih. Salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dan memiliki keutamaan luar biasa adalah menjalankan puasa sunnah di awal bulan Zulhijah.
Bulan Zulhijah, khususnya 10 hari pertama, merupakan waktu yang sangat dicintai oleh Allah SWT untuk memperbanyak pahala. Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah melebihi amal saleh pada hari-hari ini (10 hari pertama Zulhijah).” (HR. Bukhari)
Bagi Anda yang ingin meraih keberkahan momentum ini, berikut adalah 3 puasa sunnah sebelum Idul Adha beserta jadwal, bacaan niat, dan tata caranya.
1. Puasa Zulhijah (Tanggal 1–7 Zulhijah)
Puasa ini dilaksanakan pada tujuh hari pertama bulan Zulhijah. Amalan ini menjadi pengantar yang indah untuk mengisi hari-hari utama menjelang Idul Adha.
Bacaan Niat Puasa Zulhijah:
نَوَيْتُ صَوْمَ الشَّهْرِ الْحِجَّةِ سُنَّةَ لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma syahri dzilhijjati sunnatan lillahi ta‘ala.
Artinya: “Saya berniat puasa sunnah bulan Zulhijah karena Allah Ta’ala.”
2. Puasa Tarwiyah (Tanggal 8 Zulhijah)
Secara historis, istilah Tarwiyah berasal dari tradisi jemaah haji masa lalu yang mempersiapkan persediaan air sebelum menuju Padang Arafah. Puasa ini dilaksanakan sehari sebelum hari wukuf.
Bacaan Niat Puasa Tarwiyah:
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةٍ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma tarwiyatin sunnatan lillaahi ta‘aalaa.
Artinya: “Saya berniat puasa Tarwiyah sunnah karena Allah Ta’ala.”
3. Puasa Arafah (Tanggal 9 Zulhijah)
Puasa Arafah adalah puasa yang sangat ditekankan (sunnah muakkad) bagi umat Muslim yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji.
Puasa ini bertepatan dengan momentum jemaah haji yang sedang melaksanakan wukuf di Padang Arafah. Keutamaannya sangat besar, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
”Puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim)
Bacaan Niat Puasa Arafah:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ فِي يَوْمِ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin fii yaumi ‘arafata sunnatan lillaahi ta‘aalaa.
Artinya: “Saya berniat puasa sunnah Arafah esok hari karena Allah Ta’ala.”
Tata Cara Pelaksanaan Puasa Sunnah
Secara umum, tata cara ketiga puasa sunnah ini sama dengan puasa pada umumnya, yaitu:
Membaca niat (lebih utama dimalam hari atau sebelum fajar menyingsing).
Menahan diri dari makan, minum, dan segala hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar (Subuh) hingga terbenam matahari (Magrib).
Menjaga lisan dan batin dari hal-hal yang dapat mengurangi pahala puasa.
Meningkatkan amal kebaikan seperti zikir, selawat, dan sedekah selama berpuasa.
Ibadah puasa di awal bulan Zulhijah ini sejatinya bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga.
Ia adalah ruang jeda bagi batin kita untuk kembali intim dengan sang Pencipta, membersihkan hati dari riak-riak duniawi, sekaligus melatih kepekaan sosial.
Bagi kita yang belum berkesempatan menunaikan ibadah haji ke tanah suci tahun ini, getaran spiritual wukuf di Arafah tetap bisa kita rasakan dan hidupkan di dalam rumah-rumah kita melalui helai-helai doa dan puasa sunnah ini.
Semoga Allah SWT meringankan langkah kita untuk mengamalkannya, menerima setiap ruku dan sujud kita, serta mempertemukan kita dengan Hari Raya Idul Adha dalam keadaan hati yang penuh keberlimpahan iman.***
