By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Khutbah
  • Kolom
    • Artikel
  • Profil
    • Lembaga
    • Tokoh
Reading: Kajian Sabtu Sore & Buka Bersama di Masjid Islamic Centre Jawa Tengah
Share
Font ResizerAa
Search
  • Beranda
  • Berita
  • Khutbah
  • Kolom
    • Artikel
  • Profil
    • Lembaga
    • Tokoh
Have an existing account? Sign In
Follow US
Home » Blog » Kajian Sabtu Sore & Buka Bersama di Masjid Islamic Centre Jawa Tengah
Uncategorized

Kajian Sabtu Sore & Buka Bersama di Masjid Islamic Centre Jawa Tengah

Saifudin
Last updated: February 28, 2026 4:25 pm
Saifudin
Published: February 28, 2026
Share
SHARE

SEMARANG – nujateng.com – Suasana Sabtu sore di Masjid Islamic Centre Jawa Tengah berlangsung khidmat dan penuh kehangatan. Jamaah memadati ruang utama masjid untuk mengikuti kajian menjelang berbuka puasa yang kali ini disampaikan oleh Prof. Dr. KH. Ahmad Izzuddin, M.Ag.
Dalam pemaparannya, beliau menegaskan bahwa menurut syariat Islam, waktu berbuka puasa harus menyesuaikan ruang dan tempat masing-masing. “Islam mengajarkan bahwa penentuan waktu ibadah, termasuk puasa dan Idul Fitri, berkaitan erat dengan letak geografis dan terbitnya hilal di wilayah setempat,” jelasnya.
Beliau mencontohkan fenomena perbedaan awal puasa di beberapa negara. Di kawasan Arab, tanggal 18 bisa jadi sudah memasuki hitungan puasa tertentu, sementara di Indonesia waktunya berbeda. Karena itu, umat Islam harus saling menghormati perbedaan yang terjadi di berbagai daerah. “Perbedaan adalah hal biasa. Jangan sampai perbedaan metode ru’yah dan hisab memecah ukhuwah. Kita tetap harus saling menghargai,” tegasnya.
Prof. Ahmad Izzuddin juga menjelaskan perbedaan antara taqlid dan ittiba’. Taqlid diibaratkan mengikuti secara pasrah tanpa memahami dalil, sedangkan ittiba’ adalah mengikuti dengan pemahaman dan kesadaran atas dasar yang digunakan. Umat Islam diharapkan meningkatkan kualitas ittiba’ dalam beragama, bukan sekadar ikut-ikutan tanpa ilmu.
Beliau turut menyinggung pengalamannya pada tahun lalu ketika dibentuk komunitas internasional lintas negara yang membahas persoalan kalender hijriah global, dengan pertemuan di Malaysia dan dirinya dipercaya sebagai ketua. Namun ia menegaskan bahwa kalender global tunggal hingga kini belum siap diterapkan secara menyeluruh. “Jangan sampai kita terlalu mengedepankan sains, tetapi semangat ibadah justru terganggu,” pesannya.
Ia juga menyoroti polemik penetapan waktu berbuka dan Idul Fitri, termasuk wacana penggunaan kalender Alaska sebagai patokan global. “Di Indonesia sudah Magrib, sementara di Alaska belum. Ini menunjukkan pentingnya mempertimbangkan perbedaan wilayah,” jelasnya. Bahkan dalam beberapa kesempatan, sidang isbat pernah difasilitasi secara daring melalui Zoom untuk membahas keberadaan hilal di Asia Tenggara menjelang awal bulan Syawal.
Pembahasan turut menyentuh ijtima’ di bulan Ramadan, sidang isbat penentuan Idul Fitri, hingga tradisi takbiran pada malam hari raya yang kadang berbeda antara satu daerah dengan daerah lain. Menurutnya, kebenaran mutlak hanya milik Allah SWT, sementara manusia berijtihad sesuai kemampuan dan perangkat ilmu yang dimiliki.
Menutup kajian, beliau mengingatkan pentingnya menjaga silaturahmi saat Idul Fitri, terlepas dari perbedaan hari raya yang mungkin terjadi antarwilayah. “Teknologi boleh berkembang, tetapi jangan sampai memengaruhi semangat ibadah dan persaudaraan kita,” tandasnya.
Kajian ditutup dengan doa bersama, kemudian jamaah melaksanakan buka puasa dengan penuh kebersamaan, mempererat ukhuwah dan semangat ibadah di bulan suci Ramadan.

You Might Also Like

Menguasai Dunia dengan Menguasai Informasi
Ini Alasan Mengapa Baiat Thareqoh dan Bertasawuf Syarat Mutlak Asatidz-Asatidzah dan Pengurus PPFF Semarang
Anindya Nayla, Duta Literasi SMAN 1 Purwareja Klampok yang juga Raih Juara 3 FLS3N 2025
NU Kalipancur Gelar Lailatul Ijtima, Santri dan Warga Kompak Peringati Hari Santri
NU Ranting Desa Nyatnyono: Mujahadah dan Do’a Bersama Mengawal Indonesia, Menuju Peradaban Dunia
Share This Article
Facebook Email Print
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories

  • ES Money
  • U.K News
  • The Escapist
  • Insider
  • Science
  • Technology
  • LifeStyle
  • Marketing

About US

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

Subscribe US

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?