
UNGARAN, NUJATENG.COM – Ratusan jemaah tetap khidmat menghadiri peringatan Haul ke-78 Simbah Kyai Haji Muhammad Fadlil yang digelar di Kompleks Makam Muslim, Genuk Barat, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, pada Kamis (12/02/2026).
Meskipun diguyur hujan lebat, antusiasme masyarakat untuk menghormati sang ulama kharismatik tidak surut.
Haul merupakan tradisi tahunan untuk memperingati wafatnya tokoh agama atau wali guna mengenang jasa dan meneladani ajaran mereka.
Sebagai tokoh agama terkemuka di Ungaran Barat, sosok Simbah Kyai Muhammad Fadlil tetap menjadi magnet spiritual bagi masyarakat hingga kini.
Rasa Syukur dan Keberkahan di Tengah Hujan

Dalam sambutannya, perwakilan dari keluarga Bani Kyai Muhammad Fadlil, Kyai Abdulrahman, menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran acara ini.
Ia menyebut para hadirin sebagai orang-orang terpilih yang beruntung bisa hadir meski dalam kondisi cuaca hujan deras.
”Saya memohon kepada Allah agar bapak dan ibu semua selamat di dunia dan akhirat, serta menjadi orang yang kaya, kaya harta yang membawa keselamatan hidup kita,” ujar Kyai Abdulrahman dengan penuh doa.
Beliau juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras, mulai dari tahap persiapan hingga penyajian konsumsi, demi suksesnya haul yang membawa keberkahan ini.
Kehadiran Tokoh Masyarakat dan Keluarga Besar
Acara ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat pemerintahan setempat, di antaranya Camat Ungaran Barat dan Lurah Genuk.
Hadir pula keluarga besar dari ulama-ulama ternama lainnya seperti keluarga Kyai Ghozali, Kyai Zainal, Mbah Mustajab, hingga Mbah Jago.
”Sebagai perwakilan keluarga, kami memohon doa dan barokah. Semoga apa yang kita berikan untuk menghormati haul Kyai Muhammad Fadlil yang ke-78 ini membawa keberkahan bagi kita semua,” tambah Kyai Abdulrahman.
Pesan Kyai Madyan Ahmad, Bakti Kepada Orang Tua dan Doa Mustajab
Puncak acara diisi dengan tausiyah oleh Kyai Madyan Ahmad, ulama asal Tegowanu, Grobogan.
Dalam ceramahnya, beliau menekankan bahwa para ulama yang telah wafat sesungguhnya hanya berpindah alam dan keberkahannya masih bisa dirasakan oleh orang yang hidup.
Kyai Madyan juga memberikan pesan yang mendalam mengenai kunci kebahagiaan akhirat.
Ia menegaskan bahwa pintu surga sangat dekat bagi seorang anak yang berbakti kepada orang tuanya.
”Ada tiga doa yang sangat mustajab atau mudah dikabulkan oleh Allah SWT, doa kedua orang tua, doa musafir (orang dalam perjalanan), dan doa orang yang terzalimi,” tegas Kyai Madyan di hadapan jemaah.
Beliau menutup ceramahnya dengan mendoakan agar seluruh hadirin mendapatkan limpahan berkah sederas hujan yang membasahi bumi Ungaran sore itu, sebagai balasan atas niat tulus menghormati jasa Simbah Kyai Muhammad Fadlil.***
