2 mins read

UIN Walisongo Semarang, Menyiapkan Mahasiswa Berakhlakul Karimah dengan Program Ma’had pada Tahun Pertama Kuliah

Semarang, nujateng.com – UIN Walisongo Semarang terus memperkuat komitmennya dalam mencetak mahasiswa berakhlakul karimah melalui program Ma’had yang diwajibkan pada tahun pertama perkuliahan.

Program ini menjadi salah satu langkah strategis kampus dalam membentuk karakter, memperkuat pemahaman agama, hingga membiasakan etika dan adab dalam kehidupan sehari-hari mahasiswa.

Abah Ahmad Muthohar Selakau Kepala Pusat Ma’had Al Jami’ah UIN Walisongo Semarang menyampaikan setiap mahasiswa semester satu wajib mengikuti program Ma’had.

“Kalau belajar agama itu melalui tiga tahapan, tahapan yang pertama ta’aruf, ta’alum dan tafakuh.” jelasnya

Ta’aruf itu perkenalan awal walaupun ada mahasiswa yang pernah nyantri, secara umum akan dibagi menjadi beberapa claster, sebagai tolak ukur ilmu agamanya.

Yang sudah hafal Qur’an nanti kelasnya tidak sama dengan yang baru pertama kali mondok

“Kitab yang kita pakai ada 4 yaitu quran, fiqih, etika akhlak dan moderasi beragama yang kita ajarkan lewat kitab turos, ” urainya

Kitab turos kita kaji tiap malam, ba’da Maghrib mengaji moderasi beragama, habis isya’ as samsiah untuk tauhidnya, fikiqnya takrik , untuk etikanya ta’lim muta’alim, untuk perempuan ada tambahan materi yaitu mahid, karena nda semua mahasiswa tau, misal kalau MS berapa hari, bagaimana cara memahami tekait Ubudiyah terutama sholat dan puasa

Untuk PPQ dimulai dari iqro jilid 6 jika ada Mahasiswa yang sudah lancar terus lanjut Al Qur’an tapi jika ada yang belum lancar akan diajari

Bagi mahasiswa yang sudah hafidz disiapkan pendamping untuk muroja’ah dan dibuat claster tersendiri.

Selama ini yang sudah hafal Al Qur’an ada 80 mahasiswa, meraka didampingi para ustadzah untuk menjaga hafalannya.

“Di Ma’had banyak dosen-dosen yang hafal Al Quran atau Hafidzah khususnya yang mba mba,” tambahnya

Dalam setiap tahun penerimaan mahasiswa baru UIN Walisongo Semarang menerima mahasiswa sekitar 4.600 mahasiswa dari berbagai jurusan.

Kapasitas Ma’had hanya bisa menampung 1,560 mahasiswa jadi program Ma’had di bagi menjadi tiga gelombang.

“Gelombang pertama untuk mahasiswa laki-laki sebayak 1,469 mahasiswa dan untuk gelombang kedua khusus mahasiswa putri sejumlah 1,360 mahasiswi, selebihnya masuk gelombang ketiga” Abah mengakhiri.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *