Muslimat dan Fatayat NU Ranting Wujil, Memperingati Isra’ Mi’raj di Pesantren Al Hasan

UNGARAN, NUJATENG.COM – Peringatan hari besar Islam selalu disambut dengan antusias oleh seluruh warga Muslim Muslimat di Indonesia.
Sebagai wujud kepedulian dan betapa dalam maknanya pemerintah menetapkannya sebagai hari libur nasional, sebagai contoh Isra’ Mi’raj.
Pada tahun ini 2026 Muslimah dan Fatayat NU Ranting Wujil memperingati Isra’ Mi’raj pada hari Kamis, (22/01/2026) di Pondok Pesantren Al Hasan Jl. Lingkungan Kuwarasan, Wujil, Bergas, Semarang.
Siti Kuzaemah selaku ketua panitia menyampaikan acara ini sebagai syiar akan keberadaan Muslimat dan Fatayat NU Ranting Wujil agar semakin dikenal masyarakat luas.
“Adapun peserta yang hadir, seluruh Muslimah, Fatayat NU, warga Nahdiyin Ranting Wujil, Tokoh Masyarakat, Ketua PAC Muslimah NU Kecamatan Bergas dan Pejabat Pemerintahan Kelurahan Wujil.”jelasnya
Dalam sambutanya Siti Kuzaemah yang juga guru RA Wujil menyampaikan terimakasih atas dukungannya, baik moral maupun spiritual kepada Kyai Ahmad Ridho.
“Kyai Ahmad Ridho selalu pengasuh pondok pesantren Al Hasan telah memberikan ruang bagi Muslimat dan Fatayat NU Ranting Wujil untuk thalabul ilmi dan terus berkembang hingga keberadaannya dirasakan seluruh masyarakat. “tambahnya

Adapun sebagai penceramah pada peringatan Isra’ Mi’raj tahun ini adalah KH. Ihsanuddin Abdan dari Koripan, Magelang.
“Isra’ Miraj adalah hadiah untuk kanjeng Nabi Muhamad Saw setelah melewati peristiwa kesedihan.”urainya
Isra’ Mi’raj membuktikan sebuah peristiwa akan kuasanya Allah, Nabi diperlihatkan oleh Jibril tokoh-tokoh yang imannya kuat, seperti Masitoh.
“Empat perkara yang dihilangkan ketika Nabi dicesar saat akan Isra’ Mi’raj, khilman/Aris/Pemaaf, Ilman/berilmu: sarana untuk menjemput Husnul Khatimah, yaqinan: punya keyakinan dan Islamah/manut/kepatuhan. “jelas Kyai.***
