Kisah Juhainah, Harapan Terakhir dari Neraka & Bukti Luasnya Rahmat Allah
nujateng.com – Dalam ajaran Islam, perjalanan hidup manusia kelak hanya berujung pada dua tempat surga atau neraka.
Surga adalah impian setiap insan beriman tempat penuh kenikmatan tanpa batas, tiada sedih, tanpa duka.
Allah menjanjikannya bagi mereka yang taat dan menjauhi larangan-Nya.
Sebaliknya, neraka adalah tempat siksaan tiada henti. Di sana, penyesalan tak lagi berguna.
Ia diperuntukkan bagi mereka yang berpaling dari Allah, melalaikan kewajiban, serta terus menerus berbuat dosa.
Namun, di balik kedahsyatan neraka, ada sebuah kisah yang memberi harapan, kisah Juhainah, sosok manusia terakhir yang keluar dari neraka sebelum akhirnya masuk surga.
Riwayat Hadits tentang Orang Terakhir yang Masuk Surga
Sejumlah ulama hadits mencatat kisah ini. Meski ada beberapa riwayat yang dinilai lemah, riwayat sahih mengenai orang terakhir yang keluar dari neraka diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ibnu Mas’ud ra.
Rasulullah Saw menceritakan bahwa ada seorang lelaki yang keluar dari neraka dalam keadaan sesak napas, lemah, dan tubuhnya masih tersambar panas api neraka.
Ia berjalan tertatih, kadang tersungkur, namun tetap melangkah dengan penuh harapan.
Saat akhirnya ia jauh dari api neraka, ia berkata penuh syukur, segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkanku darimu.
Allah sungguh telah memberiku sesuatu yang belum pernah diberikan kepada seorang pun sebelumku dan sesudahku.”
Permintaan yang Tak Habis-Habis pada Allah
Di hadapannya tampak pohon rindang dan air yang mengalir jernih.
Karena haus dan letih, ia memohon kepada Allah
“Wahai Tuhanku, dekatkanlah aku ke pohon itu…”
Allah menjawab:
“Bukankah jika Aku kabulkan, engkau akan meminta yang lain lagi?”
Ia berjanji tidak akan meminta apa pun lagi.
Namun setelah dikabulkan, ia kembali meminta pohon yang lebih indah.
Begitu seterusnya hingga pohon ketiga yang paling dekat dengan pintu surga.
Dan ketika ia mendengar suara tawa penduduk surga, ia memohon lagi
“Wahai Tuhanku… masukkanlah aku ke dalamnya.”
Allah bertanya
“Apakah engkau akan ridha jika Aku memberimu dunia dan seluruh isinya serta yang semisal dengannya?”
Dengan polos ia menjawab
“Apakah Engkau mengejekku, padahal Engkau adalah Tuhan semesta alam?”
Rasulullah Saw tertawa ketika menceritakan bagian ini begitu pula Allah tertawa melihat polosnya hamba tersebut lalu Allah menjawab, “Aku tidak mengejekmu, tapi Aku Mahakuasa atas apa yang Aku kehendaki.”
Dan lelaki itu pun akhirnya masuk surga, sebagai manusia terakhir yang Allah selamatkan dari neraka.
Hikmah Kisah Juhainah, Rahmat Allah Selalu Terbuka
Kisah ini memberi kita pelajaran penting :
1. Allah tidak pernah menutup pintu harapan
Meski seorang hamba diliputi dosa hingga masuk neraka sekalipun, masih ada kesempatan untuk selamat dengan rahmat-Nya.
2. Taubat adalah jalan pulang
Selama nyawa masih dikandung badan, pintu ampunan tetap terbuka.
3. Jangan putus asa dari rahmat Allah
Allah lebih sayang kepada hamba-Nya daripada ibu kepada anaknya.
Allah berfirman
“Janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah…” (QS. Az-Zumar: 53)
Mari Kembali kepada Allah, Sebelum Terlambat. Kisah Juhainah mengingatkan kita bahwa setiap kita berpeluang masuk surga, bukan karena banyaknya amal, tetapi karena luasnya rahmat Allah.
Maka mari bertanya pada diri sendiri
Amalan apa yang sudah kita siapkan untuk kembali kepada-Nya?
Dosa apa yang belum kita tangisi dan mohonkan ampun?
Apakah kita masih menunda taubat?
Semoga kita bukan hanya menjadi yang terakhir keluar dari neraka, tetapi termasuk golongan pertama yang diselamatkan dan dimuliakan-Nya dalam surga.***
