
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. La Ilaha Illaullahu Allahu Akbar. Allahu Akbar WalillahiLhamd.
Lantunan takbir, Tahlil dan Tahmid menggema menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H, dikumandangkan oleh santri Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (PPFF), Pesantren Bilingual Berbasis Karakter Salaf Semarang bersama umat Islam di berbagai penjuru dunia. Di PPFF, Idul Adha bukan sekadar momentum ibadah kurban, tetapi juga menjadi ruang belajar tentang kebersamaan, pengorbanan, dan kepedulian dalam keluarga besar pesantren.
Kemeriahan Idul Adha telah dirasakan para santri sejak H-2 melalui roan akbar dan menghidupkan malam hari raya dengan gema takbir bersama hingga menjelang Shalat Ied. Sejak pagi, jamaah, santri, dan masyarakat sekitar memadati Masjid Raudhatul Jannah PPFF untuk mengikuti rangkaian ibadah Idul Adha.
Kegiatan diawali dengan Shalat Dluha dan dilanjutkan Shalat Ied berjamaah pada pukul 07.00 WIB. Usai Shalat Ied, kegiatan dilanjutkan dengan ziarah ke makam As-Syahidah Ning Arina Sabiela Fadlolan dan foto bersama, kemudian ramah tamah serta sarapan bersama di ndalem pengasuh PPFF.
Pelaksanaan penyembelihan hewan kurban dimulai pukul 08.05 WIB. Sebelum prosesi berlangsung, Pendiri dan Pengasuh PPFF, DR. KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc., M.A., membacakan daftar para mudlohi yang berkurban di PPFF dan menyampaikan harapan agar kurban yang diamanahkan menjadi keberkahan bagi para mudlohi, para santri, serta masyarakat sekitar. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Syekh Ied Kamil Barakat, Mab’uts Al-Azhar Mesir untuk Indonesia yang mengajar di PPFF.

Alhamdulillah, tahun ini PPFF menerima amanah kurban sebanyak 28 ekor kambing dan 5 ekor sapi, termasuk salah satu sapi bantuan Presiden Republik Indonesia, H. Prabowo Subianto. Dalam pelaksanaan kurban, seluruh rangkaian kegiatan turut dibantu oleh panitia kurban PPFF. Santri putra dan putri pun tampak antusias terlibat dalam proses pengolahan daging, mulai dari pengulitan, pemotongan, penusukan sate, pembakaran, hingga santap siang dan makan malam bersama.
Menariknya, Kyai Fadlolan juga turut terjun langsung membimbing para santri, dari praktik menyembelih secara Syar’i, termasuk cara proses membumbui olahan daging kurban terutama membumbui daging cincang sate sebelum ditusuki dan bumbu tegkleng. Keteladanan tersebut menjadi pelajaran berharga bahwa pendidikan di pesantren tidak hanya melalui nasihat, tetapi juga melalui contoh secara langsung yang disaksikan oleh santri.

Meskipun merayakan Idul Adha jauh dari keluarga, para santri tetap merasakan kebahagiaan tersendiri. Berbagai menu olahan seperti tengkleng dan sate tersaji bersama, bahkan banyaknya daging kurban membuat para santri dapat menikmati momen “makan daging lauk nasi” sepuasnya. Lebih dari sekadar penyembelihan hewan kurban, Idul Adha di PPFF menjadi sarana menanamkan nilai keikhlasan, kepedulian sosial, semangat berbagi, dan pengorbanan dalam kehidupan para santri.

Semoga ibadah kurban tahun ini diterima Allah SWT dengan penuh ridha-Nya serta membawa keberkahan bagi semuanya. Allahumma Amin.
(Ummi Tamami-Santri PPFF***)
