Prof Yuyun Affandi: Penguatan Komitmen ASN dengan MTQ Korpri
Oleh: Yuyun Affandi*)
SEMARANG (nujateng.com) – Meski Senin pagi, 1 Desember 2025 langit berawan, mendung, dan gerimis kecil sudah turun, namun hal itu tak menyurutkan tekad ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) berseragam Korp Pegawai Republik Indonesia (Korpri) dari perwakilan Lembaga, Pemerintah Provinsi jawa Tengah, Perguruan tinggi Negri dan Kementrian agama, mengikuti upacara kesiapsiagaan peringatan HUT ke-54 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) di kantor masing-masing.
Tema peringatan HUT ke-54 KORPRI dari pusat yakni, “Bersatu, Berdaulat, Bersama KORPRI Mewujudkan Indonesia Maju” tema tersebut diambil, untuk mewujudkan ASN tetap menjaga persatuan, solid, berintegritas, mandiri dalam pengabdian dan menjadi kekuatan moral yang profesional.
Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun KORPRI, sekaligus merealisasikan instruksi program KORPRI pusat, maka beberapa hari lalu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) KORPRI, bertempat di Gedung Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Tengah.
Secara umum MTQ bertujuan memperkokoh tali silaturahmi, memperkuat persatuan antaranggota Korpri, juga meningkatkan kinerja sebagai abdi negara.

MTQ Korpri ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan (sebagaimana sambutan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah sekaligus Ketua Dewan Pengurus (DP) Korpri Jateng, Sumarno, 24/11/2025).
Agenda rutin kelembagaan Korpri ini, momentum strategis untuk mencetak ASN yang tidak hanya unggul dalam profesionalisme kerja, tetapi juga memiliki kecerdasan spiritual dan berakhlakul karimah,.sekaligus menjadikan al-Quran sebagai pedoman hidup yang inspiratif bagi ASN, yang merupakan bagian dari upaya untuk meneguhkan nilai spiritual, moral, dan integritas dalam tubuh Korpri.
Pada akhirnya akan memperkuat karakter ASN yang profesional dan religius—mampu bekerja secara teknokratis namun tetap berpegang pada nilai kebenaran dan kejujuran. Karenaya, kegiatan MTQ Korpri dipandang penting sebagai bagian dari pembangunan SDM.
Seleksi tingkat provinsi ini, merupakan ajang pencarian bibit unggul , dalam mempersiapkan kafilah jawa tengah menuju MTQ VIII Korpri Tingkat Nasional yang akan digelar pada tahun 2026 di Provinsi Sulawesi Selatan, tentunya sangat menentukan.
Tampilan Jateng meraih hasil terbaik di tingkat nasional nanti. Harapannya, kegiatan ini semakin menguatkan komitmen ASN jawa Tengah untuk membangun daerah berintegritas dan berdaya saing. MTQ Korpri yang di selenggarakan DP Korpri Jawa Tengah bekerjasama dengan LPTQ Provinsi Jawa Tengah diikuti 263 peserta (ASN perwakilan dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Jawa Tengah.
Para peserta berkompetisi dalam lima belas cabang lomba, untuk menguji kemampuan mereka dalam berbagai aspek keilmuan Islamic Study, yang meliputi: Hafalan 7 Surat ,Hafalan Surat Al Baqarah, Adzan, Khutbah Jumat, Tilawah , Cipta dan Baca Puisi Islami, Karya Tulis Ilmiah, Hafalan Hadis Nabi, Dakwah, Kaligrafi Dekorasi, Kaligrafi Digital, dan Kaligrafi Lukis Kontempkrer.

Penyelenggaraan MTQ ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat kebersamaan dan sportivitas di antara ASN. MTQ Korpri Tingkat Provinsi Jawa Tengah akan menjadi barometer keberhasilan pembinaan spiritual dan mental ASN di Jawa Tengah, guna mewujudkan birokrasi yang bersih, melayani, dan religius.
Peserta MTQ berasal dari berbagai profesi, di antaranya: dari Penyuluh, perwakilan Kantor Kementrian Agama, delegasi Dosen, utusan guru SMP, guru SLTA, guru MAN, guru MIN, dan beberapa pegawai dari beberapa dinas di kabupaten dan kota se jawa Tengah, disamping beberapa Dinas Kesehatan dan Dinas Peternakan Jawa Tengah.
Setelah para ASN berjauhan dengan keluarga, meninggalkan tugas di instansi masing-masing, perjuangan menegangkan beberapa hari tersebut, tidak sia-sia, karena mayoritas dari peserta masuk nominasi. Pada akhirnya Kordinator Dewan Hakim, menetapkan kejuaraan.
Hasilnya, walaupun tidak ada Keputusan tertulis tentang kejuaraan umum, namun terlihat jelas pada beberapa kolom Surat Keputusan: Jepara lah yang mendapatkan kejuaraan terbanyak, melebihi Kota / Kabupaten lain.(SK Dewan Hakim : 30/Kep.DH/MTQ-Korpri/XI/2025).
Saya meyakini, bahwa hal tersebut, sebagai bukti bahwa, para ASN Jepara mengalami perubahan signifikan secara intelektual akademis, perjuangan mereka telah mencapai puncak kesuksesan, semoga menjadi ASN Qurani yang Inspiratif, berintegritas, mandiri dalam pengabdian dan menjadi kekuatan moral yang professional, seperti harapan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah sekaligus Ketua Dewan Pengurus (DP) Korpri Jateng, Sumarno (Humas Pemprov : 24/nop/2025).
Dan yang paling utama, semoga mereka mampu menghayati dan mengaplikasikan Alquran dalam kehidupan, khususnya pada masyarakat dan lingkungan, sehingga daerahnya menjadi wilayah thayyibah wa rabun Ghofuur, artinya yang bersangkutan, secara tidak langsung telah melakukan penguatan komitmen ASN dan menjaga Alquran melalui MTQ, seperti yang dilakukan Allah pada Kitab Suci Alquran, seperti firmannya (QS. Al-Hijr: 9). Wallau ‘alam bishshawab***
*) Prof Yuyun Affandi, Guru Besar Ilmu Tafsir UIN Walisongo, Alumni UMM Alquran University Mekkah, Ketua Himpunan Daiyah dan Majlis Taklim (YHIDMAT) MNU Jateng, Ketua PP Nisalbab, Juri MTQ Nasional Tafsir Bahasa Arab dan Bahasa Inggris
