3 mins read

KOMPAK, SEMANGAT, HEBAT, Keluarga Alumni Unsoed Semarang Raya, Memilih Ketua Baru di Haritage Cafe Semarang

Semarang, nujateng.com – Keluarga Alumni Universitas Jenderal Soedirman (KA Unsoed) Semarang Raya sukses menggelar reuni dan pemilihan ketua baru di jantung kota Semarang, pada tanggal 29 November 2025.

Suasana Heritage Cafe Semarang berubah menjadi ruang penuh kehangatan dan nostalgia pada 29 November 2025.

Di antara aroma kopi dan makanan rumahan yang menyapa sejak pintu dibuka, sekitar 50 alumni Universitas Jenderal Soedirman lintas angkatan berkumpul.

Mereka datang dari berbagai fakultas, mulai dari tahun 1980 hingga 2005, membawa cerita masing-masing dan satu semangat yang sama: menghidupkan kembali nilai juang Panglima Besar Jenderal Soedirman.

Dalam lanskap dunia alumni yang kian dinamis, pertemuan ini bukan sekadar reuni, tetapi sebuah konsolidasi.

Sebuah upaya untuk meneguhkan kembali jati diri, menguatkan jejaring, dan memastikan tongkat estafet kepemimpinan tetap berada di tangan yang tepat.

Titik Kumpul Pengusaha Alumni
Acara prestisius ini diselenggarakan di Heritage Cafe, Bubakan, Mijen, Semarang, yang juga dikenal juga sebagai Permata Furni Training Center Lokasi ini berada di kawasan Bubakan, Mijen, Semarang.

Heritage Cafe di kawasan Bubakan, Mijen, Semarang, menjadi tuan rumah yang akrab bagi pertemuan ini.

Kafe yang juga berfungsi sebagai Permata Furni Training Center tersebut memang sudah lama dikenal sebagai simpul pertemuan alumni, sebuah ruang yang hidup dan akrab bagi banyak kegiatan Keluarga Alumni Unsoed.

Di bawah pengelolaan Ir. Erie Sasmito (Fapet ’86), sosok sentral Persaudaraan Pengusaha Alumni Unsoed (PPAU), kafe ini kembali menjadi titik kumpul penuh cerita.

Para alumni menikmati menu signature Heritage Cafe santap siang, iga bakar, sop buntut, nasi goreng yang tak sekadar mengisi perut, tetapi menghangatkan percakapan yang mungkin sudah lama tertunda.

Lahirnya Kepemimpinan Baru.

Setelah suasana mencair dan cerita mengalir, agenda utama dimulai: pemilihan ketua KA Unsoed Semarang Raya.

Ini bukan sekadar rutinitas organisasi, tetapi sebuah momen menentukan arah, energi, dan masa depan jejaring alumni di Semarang Raya.

Dukungan dan pesan mengalir dari berbagai alumni senior.

Anto Fabio (’80) menekankan pentingnya menjaga solidaritas dan ritme kompak antar alumni.

Sementara Susilowati (FH ’87) mengingatkan bahwa energi besar komunitas Unsoed harus diterjemahkan menjadi kegiatan positif yang memberi berdampak nyata.

Hasil pemilihan pun melahirkan susunan pengurus baru:

Ketua:  Supriyanto ( Faperta 2000)
Sekretaris: Vica Himawan Suprapto (FEB 2002), Owner VC Tama Academy
Bendahara: Maria (FH 2002), Officer BJB
Bidang Legal: Indahningrum  (FH 2000), profesional hukum.

Ir. Erie Sasmito menyebut proses ini sebagai tradisi estafet kepemimpinan yang sudah terbangun matang dalam kultur KA Unsoed-sebuah budaya organisasi yang tidak hanya mempengaruhi kegiatan formal, tetapi juga membentuk dinamika keseharian para alumninya.

Jaringan yang Menguat, Semangat yang Menyatu.

Dengan kepengurusan baru, alumni Semarang Raya menegakkan komitmen untuk membangun langkah strategis yang lebih tajam dan berdampak.

Energi kolektif yang terbentuk dari pertemuan itu seolah menjadi bensin bagi gerakan alumni ke depan-untuk almamater, untuk masyarakat, dan untuk Semarang Raya yang terus tumbuh.

Acara ditutup tepat pukul 15.00 WIB. Namun bagi banyak alumni, pertemuan ini lebih dari sekadar agenda resmi.

Ia adalah momen merawat persahabatan, memperkuat jaringan, dan memastikan semangat “Kompak, Semangat, Hebat!” terus menyala, bahkan jauh setelah pintu Cafe Heritage ditutup.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *