By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Khutbah
  • Kolom
    • Artikel
  • Profil
    • Lembaga
    • Tokoh
Reading: Waspada Flexing Ibadah: Saat Pahala Hilang karena Pencitraan di Media Sosial
Share
Font ResizerAa
Search
  • Beranda
  • Berita
  • Khutbah
  • Kolom
    • Artikel
  • Profil
    • Lembaga
    • Tokoh
Have an existing account? Sign In
Follow US
Home » Blog » Waspada Flexing Ibadah: Saat Pahala Hilang karena Pencitraan di Media Sosial
Waspada Flexing Ibadah: Saat Pahala Hilang karena Pencitraan di Media Sosial
Artikel

Waspada Flexing Ibadah: Saat Pahala Hilang karena Pencitraan di Media Sosial

Dwi Widiyastuti
Last updated: November 12, 2025 3:32 am
Dwi Widiyastuti
Published: November 12, 2025
Share
Waspada Flexing Ibadah: Saat Pahala Hilang karena Pencitraan di Media Sosial
SHARE

NUJATENG.COM – Di era digital, media sosial telah menjadi panggung besar bagi hampir setiap aspek kehidupan manusia. Segalanya bisa dibagikan dari hal pribadi, prestasi, hingga momen spiritual. Tak jarang, aktivitas ibadah seperti salat, sedekah, atau umrah ikut diunggah ke dunia maya.

Contents
Apa Itu Sum’ah?Peringatan Rasulullah SAWRiya’ dan Sum’ah: Mirip Tapi Tak SamaAntara Syiar dan Pencitraan: Niat Jadi PembedaUjian Keikhlasan di Era Media SosialMenjaga Hati di Tengah Budaya Pamer

Sebagian dilakukan dengan niat baik: untuk menginspirasi atau menyebarkan semangat kebaikan. Namun, sebagian lainnya tanpa sadar berubah menjadi ajang flexing ibadah pamer kebaikan demi validasi dan pengakuan publik. Fenomena ini membuka celah munculnya penyakit hati bernama sum’ah, saudara dekat dari riya’ dan ujub, yang sama-sama menggerogoti keikhlasan.

Apa Itu Sum’ah?

Secara bahasa, sum’ah berasal dari kata sami’a yang berarti “mendengar”. Menurut Badruddin al-‘Aini dalam Umdatul Qari, sum’ah adalah:

“Menyebutkan atau menceritakan amal perbuatan agar dilihat dan didengar manusia.”

Sementara Abu Thalib al-Makky dalam Qutul Qulub menjelaskan, sum’ah muncul dari dorongan hawa nafsu dan lemahnya jiwa. Ia menggambarkan bahwa seseorang yang memperdengarkan amalnya kepada selain Allah, dengan harapan mendapat pujian, sejatinya telah menyekutukan Allah dalam perbuatannya.

Peringatan Rasulullah SAW

Rasulullah SAW memberikan peringatan keras terhadap perbuatan ini:

“Barang siapa memperdengarkan amalnya (agar dipuji), maka Allah akan memperdengarkan (aib) amalnya. Dan barang siapa berbuat riya’, maka Allah akan menampakkan (niat buruk) amalnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Artinya, amal yang dilakukan demi dilihat atau didengar manusia tidak akan diterima oleh Allah, bahkan bisa menjadi sebab terbukanya aib.

Riya’ dan Sum’ah: Mirip Tapi Tak Sama

Menurut Ibnu Hajar al-Asqalani, riya’ berasal dari kata ru’yah (melihat), sementara sum’ah berasal dari sami’a (mendengar).

  • Riya’ adalah pamer ibadah agar dilihat orang lain.

  • Sum’ah adalah memperdengarkan amal agar didengar dan dipuji.

Keduanya sama-sama berakar pada keinginan manusia untuk mendapatkan pengakuan. Dalam konteks sekarang, hal ini sering muncul dalam bentuk soft flexing seperti memamerkan momen ibadah atau sedekah di media sosial, dengan niat yang bercampur antara dakwah dan pencitraan.

Antara Syiar dan Pencitraan: Niat Jadi Pembeda

Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman:

“Adapun terhadap nikmat Tuhanmu, maka nyatakanlah.” (QS. Ad-Dhuha [93]: 11)

Ayat ini menunjukkan bahwa menampakkan amal baik bisa menjadi bentuk syukur, jika diniatkan untuk menebar inspirasi. Ibnu Hajar menegaskan dalam Fathul Bari:

“Disunnahkan menyembunyikan amal saleh, namun terkadang disunnahkan menampakkannya bila dapat menjadi teladan bagi orang lain dengan niat yang benar.”

Artinya, niat adalah pembeda utama antara syiar dan sum’ah. Amal yang dilakukan demi mengajak orang lain bisa bernilai pahala, tetapi amal yang dilakukan demi pujian justru bisa menjadi dosa.

Ujian Keikhlasan di Era Media Sosial

Budaya digital kini menuntut setiap orang untuk menampilkan “versi terbaik” dirinya. Tak heran, banyak yang tanpa sadar menjadikan media sosial sebagai alat validasi spiritual. Tantangan utamanya bukan lagi pada bagaimana beramal, melainkan untuk siapa amal itu dilakukan.

Rasulullah SAW mengingatkan bahwa amal yang tulus adalah amal yang tidak bergantung pada pandangan manusia. Artinya, ketika hati mulai bertanya “berapa banyak yang menyukai postingan ibadahku?”, saat itulah kita perlu waspada.

Menjaga Hati di Tengah Budaya Pamer

Sebelum membagikan amal kebaikan di media sosial, tanyakan pada diri sendiri:

“Apakah aku ingin Allah yang melihat, atau manusia yang memuji?”

Jika jawabannya karena Allah, maka insyaallah postingan itu bernilai syiar. Namun jika tujuannya demi validasi, itu adalah sum’ah yang dapat menghapus pahala.

Keikhlasan adalah benteng terakhir seorang mukmin di dunia yang penuh pencitraan. Di tengah derasnya arus “likes” dan komentar, jadikan Allah satu-satunya tujuan dari setiap amal dan ibadah.

Flexing ibadah di media sosial tidak selalu salah. Semua kembali pada niat. Jika diniatkan untuk mengajak orang lain pada kebaikan, ia adalah syiar. Tapi jika diniatkan untuk mendapat pengakuan, ia adalah sum’ah yang berbahaya. Menjaga keikhlasan memang sulit di era digital, tapi di situlah nilai ibadah sejati diuji.***

Disclaimer: Artikel ini sudah terbit di nuonline.id dengan judul: Waspada Sum’ah, Flexing Ibadah di Media Sosial

You Might Also Like

Rahasia Mendidik Anak Cerdas dan Berakhlak Mulia: Ternyata Ada di Kisah Para Nabi Sebelum Tidur!
Ternyata Nabi Muhammad Sudah Mengajarkan Gaya Hidup Hijau Sejak 14 Abad Lalu! Umat Islam Wajib Tahu
Do’a Agar Anak Menjadi Saleh, Cerdas dan Berilmu
Hati yang Kosong dari Syukur: Dua Pertanda Bahaya yang Mulai Menggerogoti Umat Muslim
Kisah Juhainah, Harapan Terakhir dari Neraka & Bukti Luasnya Rahmat Allah
TAGGED:akhlaketiket bermedia sosialflexing ibadahislam kontemporerkeikhlasanmedia sosialriyasum'ahsyiar digitalujub
Share This Article
Facebook Email Print
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories

  • ES Money
  • U.K News
  • The Escapist
  • Insider
  • Science
  • Technology
  • LifeStyle
  • Marketing

About US

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

Subscribe US

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?