By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Khutbah
  • Kolom
    • Artikel
  • Profil
    • Lembaga
    • Tokoh
Reading: Ternyata Nabi Muhammad Sudah Mengajarkan Gaya Hidup Hijau Sejak 14 Abad Lalu! Umat Islam Wajib Tahu
Share
Font ResizerAa
Search
  • Beranda
  • Berita
  • Khutbah
  • Kolom
    • Artikel
  • Profil
    • Lembaga
    • Tokoh
Have an existing account? Sign In
Follow US
Home » Blog » Ternyata Nabi Muhammad Sudah Mengajarkan Gaya Hidup Hijau Sejak 14 Abad Lalu! Umat Islam Wajib Tahu
Ternyata Nabi Muhammad Sudah Mengajarkan Gaya Hidup Hijau Sejak 14 Abad Lalu! Umat Islam Wajib Tahu
Artikel

Ternyata Nabi Muhammad Sudah Mengajarkan Gaya Hidup Hijau Sejak 14 Abad Lalu! Umat Islam Wajib Tahu

Dwi Widiyastuti
Last updated: November 17, 2025 2:35 am
Dwi Widiyastuti
Published: November 17, 2025
Share
Ternyata Nabi Muhammad Sudah Mengajarkan Gaya Hidup Hijau Sejak 14 Abad Lalu! Umat Islam Wajib Tahu
SHARE

NUJATENG.COM – Di tengah krisis lingkungan global pemanasan bumi, polusi, banjir, dan kerusakan alam dunia modern terus menyerukan go green dan sustainable living. Namun, sedikit yang menyadari bahwa konsep tersebut sebenarnya telah dipraktikkan Nabi Muhammad SAW jauh sebelum dunia mengenal istilah ekologi.

Contents
Hemat Air: Teladan Hijau Pertama RasulullahMenanam Pohon: Ibadah Lingkungan yang Pahalanya Mengalir Tanpa HentiIhsan terhadap Alam: Etika Ekologis dalam IslamMenjaga Kebersihan: Cabang Iman yang Dibuktikan dengan Aksi NyataNabi Muhammad adalah Pelopor “Gaya Hidup Hijau”

Islam memberikan tuntunan lengkap dalam menjaga bumi, dan Rasulullah mencontohkan langsung bagaimana seorang Muslim seharusnya memperlakukan alam. Jejak teladan itu kini semakin relevan di tengah darurat ekologi.

Hemat Air: Teladan Hijau Pertama Rasulullah

Salah satu kebiasaan Rasulullah yang paling kuat mengajarkan eco-living adalah penggunaan air dalam berwudhu dan mandi. Dalam sebuah hadis sahih disebutkan bahwa Nabi berwudu hanya dengan satu mudd (sekitar 0,5–0,75 liter) dan mandi dengan satu sha’ (sekitar 2–3 liter).

Bandingkan dengan kebiasaan sebagian orang yang menghabiskan belasan liter air hanya untuk berwudu.

Hemat air bukan hanya disiplin ibadah, tetapi bentuk penghormatan terhadap nikmat Allah. Di era kekeringan dan krisis air seperti sekarang, tindakan Nabi ini sangat layak dijadikan pedoman.

Menanam Pohon: Ibadah Lingkungan yang Pahalanya Mengalir Tanpa Henti

Dalam sebuah hadis riwayat Bukhari, Rasulullah menegaskan bahwa setiap pohon yang ditanam seorang Muslim akan menjadi sedekah, meskipun buahnya dimakan manusia, hewan, atau burung.

Islam tidak hanya mendorong kegiatan menanam, tetapi mengangkatnya menjadi bentuk ibadah.

Banyak ulama mengatakan bahwa pertanian adalah salah satu amalan paling utama, sebab pahala dari pohon hidup terus mengalir hingga akhirat selama ia memberi manfaat bagi makhluk lain.

Ihsan terhadap Alam: Etika Ekologis dalam Islam

Nabi Muhammad SAW menyampaikan bahwa Allah mewajibkan ihsan dalam setiap hal. Ihsan berarti berbuat baik, menjaga, serta memperlakukan ciptaan Allah dengan cara yang layak.

Dalam konteks modern, ihsan dapat diterjemahkan sebagai:

  • tidak melakukan perusakan lingkungan,
  • menghindari penebangan pohon tanpa kebutuhan jelas,
  • tidak menyiksa hewan,
  • tidak mencemari air atau tanah,
  • menjaga keseimbangan alam sebagai bentuk ketaatan kepada Allah.

Etika ekologis ini menjadi fondasi penting bagi umat Islam dalam menghadapi krisis lingkungan.

Menjaga Kebersihan: Cabang Iman yang Dibuktikan dengan Aksi Nyata

Dalam hadis riwayat Muslim, Nabi menjelaskan bahwa cabang iman paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan. Artinya, menjaga kebersihan lingkungan merupakan bagian langsung dari keimanan.

Jika sekadar mengangkat duri dari jalan saja bernilai ibadah, bagaimana dengan menjaga sungai tetap bersih, memilah sampah, atau menanam pohon?

Islam sejak awal telah menanamkan kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan dan menciptakan ruang hidup yang sehat.

Nabi Muhammad adalah Pelopor “Gaya Hidup Hijau”

Nabi Muhammad SAW telah memberikan empat prinsip emas yang sangat relevan untuk menghadapi krisis ekologi hari ini:

  1. Hemat dalam penggunaan air
  2. Menanam pohon dan menjaga kelestarian tumbuhan
  3. Bersikap ihsan terhadap alam dan makhluk lainnya
  4. Menjaga kebersihan sebagai bukti keimanan

Bagi umat Islam, mencintai bumi adalah bagian dari mencintai Sang Pencipta. Menjaga lingkungan bukan hanya kewajiban sosial, tetapi ibadah yang bernilai dunia dan akhirat.***

Disclaimer: Artikel ini sudah terbit di nuonline.id dengan judul: Khutbah Jumat: Meneladan Gaya Hidup Hijau ala Nabi Muhammad

You Might Also Like

Rahasia Amalan Al-Fatihah 313 Kali Gus Baha, Cara Mengetuk Pintu Langit Lewat “Ummul Kitab”
Kisah Juhainah, Harapan Terakhir dari Neraka & Bukti Luasnya Rahmat Allah
Potensi Fisiologis Air Alkali (pH Tinggi) dan Penerapannya: Studi Kasus Air Zam-Zam dalam Stimulasi Sel Punca dan Metabolisme
Perilaku Anak Cerminan Didikan Orang Tua: Alarm Besar dari Perspektif Islam dan Pesan “Quu Anfusakum”
Sholawat Asyghil, Bacaan Lengkap dan Keutamaannya sebagai Doa Perlindungan
TAGGED:gaya hidup hijauIslamKhutbah JumatlingkunganNabi Muhammad
Share This Article
Facebook Email Print
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories

  • ES Money
  • U.K News
  • The Escapist
  • Insider
  • Science
  • Technology
  • LifeStyle
  • Marketing

About US

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

Subscribe US

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?