Kyai Fadlolan Bersama Keluarga PPFF Ziarahi Auliya’ Mesir
MESIR – nujateng.com – Dari ujung Utara Alexandria Makam Imam Bushiry hingga ujung Selatan Humaisalah Makam Imam Syadzily, Yai Fadhlolan Musyaffa’ bersama keluarga PPFF ziarahi Auliya’ Mesir.
Setelah sehari sebelumnya menjejak Piramida Giza dan Museum Mumi di Kairo, Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Fashlul Fadhlan (PPFF) Pesantren Bilingual Berbasis Karakter Salaf Semarang DR. KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc., MA., beserta rombongan melanjutkan perjalanan menuju kota Alexandria, yang dikenal sebagai pusat ilmu dan peradaban Islam di pesisir Laut Mediterania, melalui jalaur pertanian yaitu Tanta untuk menziarahi makam Sayyid Ahmad Al-Badawi, pendiri tarekat Badawiyah yang dikenal sebagai wali Qutb, dan doanya mustajab sebagai tawasul umat.
Perjalanan berlanjut Alexandria dengan ziarah ke makam Imam al-Bushiri, pengarang qasidah terkenal Maulid Burdah yang merupakan Maulid kesukaan Almarhumah As-Syahidah Ning Arina Sabiela Fadlolan, serta Imam Yaqut al-Arsy dan Imam Abu al-Abbas al-Mursi, dua tokoh sufi besar dari kalangan ulama Al-Azhar, ditutup dg ziarah makam Nabi Daniel dan Lukman al-Hakim, dua figur bijak yang menjadi simbol kebijaksanaan dan keimanan sebagaimana disebutkan dalam Alquran Surat Luqman.
Di sela perjalanan, jamaah melaksanakan shalat jamak qashar Zuhur–Ashar dan menikmati santap siang khas Alexandria di tepi Laut Mediterania.
Keesokan harinya, Ahad (2/11/ 2025), rombongan memulai kegiatan dengan mengunjungi Masjid dan Kampus Al-Azhar, lembaga keilmuan tertua di dunia Islam. Di tempat ini, Kyai Fadlolan melaksanakan shalat jamak Zuhur–Ashar.
Dalam kesempatan berharga tersebut, Kyai Fadlolan bersama Ibu Nyai Fenty juga mengadakan pertemuan dengan para santri alumni Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (PPFF) yang sedang menimba ilmu di Mesir.
Pertemuan berlangsung di Masjid Al-Azhar, dihadiri para alumni yang tergabung dalam Ikatan Santri dan Alumni Fadhlul Fadhlan Mesir (IKSAFLANA).
Suasana hangat dan penuh makna menyelimuti pertemuan itu. Kyai Fadlolan memberikan tausiyah tentang pentingnya menjaga adab dan semangat menuntut ilmu di tanah para ulama.
Dalam momen tersebut, beliau juga melakukan telekonferensi dengan para santri PPFF yang berada di pesantren.
Telekonferensi ini sekaligus menjadi sarana menumbuhkan semangat para santri PPFF agar memiliki tekad melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar Mesir, mengikuti jejak para alumni IKSAFLANA yang kini sedang menuntut ilmu di Negeri Kinanah.
Ziarah kemudian berlanjut ke Masjid dan Makam Sayyidina Husein, cucu Rasulullah ﷺ, di kawasan Khan El-Khalili. Dalam suasana khusyuk, Kyai Fadlolan memimpin doa dan tahlil, meneguhkan cinta kepada Ahlul Bait Rasul.
Rombongan juga menziarahi Makam Imam Syafii, pendiri mazhab fiqih yang dianut mayoritas umat Islam Indonesia, serta makam Sayyidah Nafisah, perempuan salehah ahli ilmu dan keturunan Rasulullah Saw. yang dikenal dengan julukan “Nafisah al-‘Ilm wa karamah ad-darain”. Julukan tersebut artinya Nafisah sang ulama perempuan dan perempuan mulia di dunia dan akhirat.
Tak ketinggalan, mereka juga mengunjungi Masjid Amru bin Ash, masjid tertua di Afrika yang menjadi simbol awal masuknya Islam ke benua tersebut.
Selain kegiatan ziarah, rombongan juga mengunjungi ndalem baru Gus Syauqi dan Ning Naya sebagai penutup kegiatan hari itu sebelum beranjak menuju bandara untuk melanjutkan perjalanan ke Hurghada dan Luxor.
Di penghujung hari, rombongan menikmati makan malam di kapal Nile Cruise, dan lanjut terbang menuju Cairo-Hurghada (400km) untuk berziarah ke Imam Sadzily di Humaisarah (jalan darat sekitar 450 km dari Hurgahada-Humaisarah). Sangat melelahkan jarak tempuh 1000 km lebih banyak ditempuh jalur datar. Alhamdulillah mengakhiri kegiatan dengan penuh rasa syukur dan kebahagiaan karena bisa berziarah bertemu Wali Qutb Maha Guru Sufi pencipta Thareqah Syadziliyah, diujung selatan Mesir dekat dengan Sudan.
*Kyai Fadlolan, Bersama Keluarga PPFF Ziarahi Auliya’ Mesir Dari Ujung Utara Alexandria Makam Imam Bushiry hingga Ujung Selatan Humaisalah Mkam Imam Syadzily*
Setelah sehari sebelumnya menjejak Piramida Giza dan Museum Mumi di Kairo, Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Fashlul Fadhlan (PPFF) Pesantren Bilingual Berbasis Karakter Salaf Semarang DR. KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc., MA., beserta rombongan melanjutkan perjalanan menuju kota Alexandria, yang dikenal sebagai pusat ilmu dan peradaban Islam di pesisir Laut Mediterania, melalui jalaur pertanian yaitu Tanta untuk menziarahi makam Sayyid Ahmad Al-Badawi, pendiri tarekat Badawiyah yang dikenal sebagai wali Qutb, dan doanya mustajab sebagai tawasul umat.
Perjalanan berlanjut Alexandria dengan ziarah ke makam Imam al-Bushiri, pengarang qasidah terkenal Maulid Burdah yang merupakan Maulid kesukaan Almarhumah As-Syahidah Ning Arina Sabiela Fadlolan, serta Imam Yaqut al-Arsy dan Imam Abu al-Abbas al-Mursi, dua tokoh sufi besar dari kalangan ulama Al-Azhar, ditutup dg ziarah makam Nabi Daniel dan Lukman al-Hakim, dua figur bijak yang menjadi simbol kebijaksanaan dan keimanan sebagaimana disebutkan dalam Alquran Surat Luqman.
Di sela perjalanan, jamaah melaksanakan shalat jamak qashar Zuhur–Ashar dan menikmati santap siang khas Alexandria di tepi Laut Mediterania.
Keesokan harinya, Ahad (2/11/ 2025), rombongan memulai kegiatan dengan mengunjungi Masjid dan Kampus Al-Azhar, lembaga keilmuan tertua di dunia Islam. Di tempat ini, Kyai Fadlolan melaksanakan shalat jamak Zuhur–Ashar.
Dalam kesempatan berharga tersebut, Kyai Fadlolan bersama Ibu Nyai Fenty juga mengadakan pertemuan dengan para santri alumni Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (PPFF) yang sedang menimba ilmu di Mesir.
Pertemuan berlangsung di Masjid Al-Azhar, dihadiri para alumni yang tergabung dalam Ikatan Santri dan Alumni Fadhlul Fadhlan Mesir (IKSAFLANA).
Suasana hangat dan penuh makna menyelimuti pertemuan itu. Kyai Fadlolan memberikan tausiyah tentang pentingnya menjaga adab dan semangat menuntut ilmu di tanah para ulama.
Dalam momen tersebut, beliau juga melakukan telekonferensi dengan para santri PPFF yang berada di pesantren.
Telekonferensi ini sekaligus menjadi sarana menumbuhkan semangat para santri PPFF agar memiliki tekad melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar Mesir, mengikuti jejak para alumni IKSAFLANA yang kini sedang menuntut ilmu di Negeri Kinanah.
Ziarah kemudian berlanjut ke Masjid dan Makam Sayyidina Husein, cucu Rasulullah ﷺ, di kawasan Khan El-Khalili. Dalam suasana khusyuk, Kyai Fadlolan memimpin doa dan tahlil, meneguhkan cinta kepada Ahlul Bait Rasul.
Rombongan juga menziarahi Makam Imam Syafii, pendiri mazhab fiqih yang dianut mayoritas umat Islam Indonesia, serta makam Sayyidah Nafisah, perempuan salehah ahli ilmu dan keturunan Rasulullah Saw. yang dikenal dengan julukan “Nafisah al-‘Ilm wa karamah ad-darain”. Julukan tersebut artinya Nafisah sang ulama perempuan dan perempuan mulia di dunia dan akhirat.
Tak ketinggalan, mereka juga mengunjungi Masjid Amru bin Ash, masjid tertua di Afrika yang menjadi simbol awal masuknya Islam ke benua tersebut.
Selain kegiatan ziarah, rombongan juga mengunjungi ndalem baru Gus Syauqi dan Ning Naya sebagai penutup kegiatan hari itu sebelum beranjak menuju bandara untuk melanjutkan perjalanan ke Hurghada dan Luxor.
Di penghujung hari, rombongan menikmati makan malam di kapal Nile Cruise, dan lanjut terbang menuju Cairo-Hurghada (400km) untuk berziarah ke Imam Sadzily di Humaisarah (jalan darat sekitar 450 km dari Hurgahada-Humaisarah). Sangat melelahkan jarak tempuh 1000 km lebih banyak ditempuh jalur datar. Alhamdulillah mengakhiri kegiatan dengan penuh rasa syukur dan kebahagiaan karena bisa berziarah bertemu Wali Qutb Maha Guru Sufi pencipta Thareqah Syadziliyah, diujung selatan Mesir dekat dengan Sudan.***
