By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Khutbah
  • Kolom
    • Artikel
  • Profil
    • Lembaga
    • Tokoh
Reading: KH Maksum Dumeling, Ulama Moderat di Zamannya
Share
Font ResizerAa
Search
  • Beranda
  • Berita
  • Khutbah
  • Kolom
    • Artikel
  • Profil
    • Lembaga
    • Tokoh
Have an existing account? Sign In
Follow US
Home » Blog » KH Maksum Dumeling, Ulama Moderat di Zamannya
ArtikelKolom

KH Maksum Dumeling, Ulama Moderat di Zamannya

Ali Arifin
Last updated: November 1, 2025 2:54 am
Ali Arifin
Published: November 1, 2025
Share
SHARE

Oleh : Akhmad Sururi ( Sekretaris MWC NU Wanasari )

BREBES – nujateng.com – Memperingati Hari Santri tanggal 22 Oktober 2025, MWC NU Wanasari menyelenggarakan ziarah ke makam tokoh NU Wanasari, salah satunya Al Maghfurlah KH Maksum asal Dumeling.

Beliau pernah menjadi pengurus cabang NU Kab Brebes dan anggota DPRD Kab Brebes. Rombongan tiba di makam umum desa Dumeling bada Isya setelah sebelumnya mampir di makam umum desa Kupu.

Setelah melakukan ziarah dan Tahlil, rombongan menuju rumah kediaman Al Maghfurlah KH Maksum, orang desa meyebutnya dengan rumah buku.

Keluarga besar Bani Al Maghfurlah KH Maksum menyambut dengan penuh keramahan dan dalam suasana keakraban. Mewakili atas nama Keluarga Dr Akrom atau yang akrab dipanggil Aom menyampaikan sekilas pemikiran tentang keagamaan KH Maksum sebagai Ulama sekaligus politisi zaman orde Baru.

KH Maksum lahir pada tahun 1930 dua tahun setelah sumpah Pemuda di desa Dumeling Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes.

Beliau wafat pada tanggal 26 Juni 1999 dan dimakamkan di pemakaman umum desa Dumeling, dekat rumah kediaman asli Beliau kurang lebih radius 20 m ke arah barat.

Menurut penuturan Dr Akrom yang saat ini tinggal di Bekasi Jawa Barat, Al Maghfurlah KH Maksum adalah sosok Kyai yang moderat.

Jauh hari sebelum Kementerian Agama mendeklarasikan moderasi beragama, KH Maksum sudah menyampaikan pesan keagamaan Islam yang moderat.

Beliau menghargai perbedaan faham keagamaan yang berkembang di tengah tengah masyarakat. Bahkan terhadap non muslim pun Beliau menghormati dengan menjunjung tinggi semngat toleransi.

Pemikiran yang moderat ini akhirnya dilanjutkan oleh putra dan putri Beliau, termasuk Dr Akrom dan Hj Aqilalatul Munawaroh dan beberapa putra yang lainnya.

Penulis kebetulan sering mengikuti ceramahnya Hj Aqilatul Munawaroh putra Al Maghfurlah KH Maksum, sehingga bisa sedikit banyak dapat menyerap pemikiran moderat yang disampaikan dalam beberapa kesempatan.

Moderasi beragama yang terbangun dalam area pemikiran KH Maksum memilki sandaran nas Qur’an. Apa yang Beliau sampaikan kepada anak anaknya terkait dengan sikap moderatnya tidak lepas dari dalil dalil agama baik Quran atau hadis. Lebih dari itu pemikiran moderat tersebut juga tercermin dalam bentuk sikap keseharian dalam pergaulan lintas komunitas.

Menurut penuturan Gus Aom, Abahnya memiliki satu pemikiran dengan Gus Dur. Pemikiran kebangsaan dan keislaman yang dimiliki Gus Dur mewarnai pemikiran KH Maksum. Pernah dalam satu muktamar PPP saat Orde Baru, KH Maksum mengulkan Gus Dur agar menjadi Ketua Umum. Akan tetapi usulan tersebut digagalkan oleh para petinggi PPP.

Sebagai alumni Pondok Pesantren Lirboyo, KH Ali Maksum juga kaya wawasan keagamaan yang bersumber dari kitab kuning.

Hal tersebut juga menjadi dasar pemikiran yang melahirkan sikap moderat. Meskipun Beliau ditempa di Pondok Pesantren Salaf, akan tetapi wawasan keagamaan yang dimilikinya bisa berpadu dengan pengetahuan umum.

Tepat pada tanggal 26 Juni 1999, Beliau Wafat. Penulis masih teringat saat hari tersebut kebetulan sedang pulang dari Pesantren Lirboyo, dan perjalanan ke arah Kertabesuki. Pada saat pelepasan Penulis sempat berhenti sejenak di pinggir jalan.***

You Might Also Like

Luar Biasanya Doa Ghaib, Disaat Malaikat Mengatakan “Amin” untukmu
Doa Sujud Penggugur Dosa Besar: Baca Ini Saat Bersujud, Insya Allah Diampuni!
KH Idham Chalid: Dari Santri Kalimantan hingga Wajah di Uang Rp5.000, Ulama Moderat yang Jadi Simbol Indonesia!
Menjadi Rendah Hati di Hutan Beton: Menghidupkan Tawadhu di Tengah Kehidupan Urban
Problematika Nasab dan Tanggung Jawab Kebangsaan
TAGGED:KH Maksum Dumelingmoderasi beragamamoderatulama moderat
Share This Article
Facebook Email Print
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories

  • ES Money
  • U.K News
  • The Escapist
  • Insider
  • Science
  • Technology
  • LifeStyle
  • Marketing

About US

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

Subscribe US

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?