Istri Galau karena Suami Tinggalkan Shalat: Haruskah Tetap Taat? Ini Penjelasan Ulama!
3 mins read

Istri Galau karena Suami Tinggalkan Shalat: Haruskah Tetap Taat? Ini Penjelasan Ulama!

NUJATENG.COM – Dalam banyak rumah tangga, masalah ibadah sering menjadi sumber kegelisahan. Salah satunya ketika suami tidak lagi melaksanakan shalat, padahal istri sudah berusaha menasihati dengan baik. Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah istri masih wajib taat kepada suami yang meninggalkan kewajiban agama?

Islam memang menempatkan ibadah sebagai pilar kehidupan, namun Islam juga mengatur relasi suami-istri secara jelas, termasuk adab saling menasihati dalam kebaikan.

Allah SWT berfirman dalam QS Al-‘Ashr ayat 3:

“Dan saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran.”

Makna Saling Menasihati Menurut Ulama

Syekh Nawawi Banten menjelaskan bahwa nasihat dalam kebenaran berarti mendorong keluarga untuk melaksanakan kewajiban syariat, sedangkan nasihat dalam kesabaran berarti saling menguatkan agar tetap istiqamah dalam menjauhi maksiat.
Karena itu, tindakan istri yang menasihati suami untuk shalat adalah bentuk cinta dan tanggung jawab dalam rumah tangga.

Apakah Istri Wajib Taat pada Suami yang Tidak Shalat?

Banyak istri mengira bahwa ketika suami bermaksiat, kewajiban taat menjadi gugur. Namun para ulama menjelaskan bahwa ketaatan istri tidak terkait dengan ibadah pribadi suami.

Dalam QS An-Nisa ayat 34 disebutkan bahwa perempuan salehah adalah yang qanitat, yaitu yang taat kepada suami selama dalam batas yang baik dan tidak bertentangan dengan syariat.

Tafsiran Ayat oleh Imam Al-Khazin

Dalam Tafsirul Khazin, kata qanitatun dijelaskan sebagai:

“Para perempuan yang berbuat baik dan taat kepada suami mereka.”

Namun, ketaatan tersebut tidak bersifat mutlak.

Batas Ketaatan: Tidak Wajib Taat dalam Kemaksiatan

Sayyid Muhammad bin Alawi menegaskan:

“Taat kepada suami berlaku dalam semua perintah, selama bukan perintah untuk bermaksiat kepada Allah. Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam kemaksiatan kepada Sang Pencipta.”

Artinya, istri tetap wajib taat kepada suami selama sang suami tidak menyuruhnya melakukan hal yang haram, melanggar hukum, atau merugikan.

Perbuatan buruk suami, seperti meninggalkan shalat, tidak membatalkan hak dan posisi suami sebagai pemimpin keluarga.
Namun, istri tetap boleh tidak menaati jika suami memerintahkannya melakukan maksiat.

Bagaimana Istri Menasihati Suami agar Mau Shalat?

1. Gunakan Bahasa yang Lembut

Sampaikan dengan cara yang baik agar pesan diterima tanpa menyinggung ego suami. Rasulullah SAW berpesan:

“Berwasiatlah tentang kebaikan kepada para wanita.” (HR Bukhari dan Muslim)

Ini menjadi teladan agar kedua belah pihak saling menjaga perasaan.

2. Pilih Waktu yang Tepat

Hindari menegur ketika suami sedang marah, lelah, atau tertekan.

3. Ajak dengan Teladan

Istri yang menjaga ibadah sering menjadi inspirasi bagi suami untuk kembali taat.

4. Doakan Diam-diam

Hidayah adalah urusan Allah. Doa istri untuk suami memiliki kekuatan besar.

Ketaatan dalam Rumah Tangga dan Upaya Merawat Keharmonisan

Ketaatan istri bukanlah bentuk ketertindasan, tetapi harmoni dalam peran yang saling melengkapi. Sementara itu, suami juga berkewajiban memberi teladan baik termasuk dalam soal shalat.

Jika istri ingin menasihati, lakukanlah dengan kelembutan agar tidak berubah menjadi sumber konflik. Rumah tangga yang harmonis adalah rumah tangga yang saling mengingatkan, bukan saling meremehkan.***

Disclaimer: Artikel ini sudah terbit di nuonline.id dengan judul: Suami Sering Meninggalkan Shalat, Bolehkah Istri Mengabaikannya? 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *