Doa Mustajab Pembuka Pintu Rezeki dan Pelunas Hutang

nujateng.com – Dalam menjalani kehidupan, setiap manusia pasti tidak luput dari ujian, baik itu berupa kesulitan ekonomi, beban hutang, hingga kegelisahan hati.
Sebagai umat Muslim, kita diajarkan untuk selalu bersandar kepada Allah SWT melalui doa.
Salah satu rangkaian doa yang sangat mendalam maknanya adalah doa yang diriwayatkan oleh Imam Thabarani.
Doa ini bukan sekadar rangkaian kata, melainkan pengakuan tauhid yang murni dan permohonan bantuan kepada Sang Khalik untuk menyelesaikan segala urusan dunia maupun akhirat.
Keutamaan Doa kepada Allah SWT
Berdoa adalah inti dari ibadah. Dengan membaca doa yang mengandung asmaul husna dan pengagungan terhadap kekuasaan Allah, seorang hamba sedang membuka pintu rahmat-Nya.
Doa ini mencakup permohonan ampunan dosa, kelapangan hati dari kesedihan, hingga kemudahan dalam melunasi amanah hutang.
Bacaan Doa ini
Berikut adalah teks lengkap doa sesuai dengan riwayat Thabarani dalam Al-Awsath:
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ اْلأَعْلَى الْعَظِيْمُ.
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْحَلِيْمُ الْكَرِيْمُ.
بِسْمِ اللَّهِ الَّذِيْ لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ الْحَكِيْمُ.
سُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ.
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَهَا لَمْ يَلْبَثُوْا إِلَّا سَاعَةً مِنْ نَهَارٍ. بَلَاغٌ. فَهَلْ يُهْلَكُ إِلَّا الْقَوْمُ الْفَاسِقُوْنَ.
كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَهَا لَمْ يَلْبَثُوْا إِلَّا عَشِيَّةً اَوْ ضُحٰهَا.
اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالْغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ.
اَللَّهُمَّ لَا تَدَعْ لِيْ ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ، وَلَا هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتَهُ، وَلَا دَيْنًا إِلاَّ قَضَيْتَهُ، وَلَا حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلاَّ قَضَيْتَهَا بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
Laa ilaaha illallooh wahdahuu laa syariika lah al-‘Aliyyul-‘Azhiim. Laa ilaaha illallooh wahdahuu laa syariika lah al-Haliimul-Kariim. Bismillaahil-ladzii laa ilaaha illaa Huwa al-Hayyul-Qayyuumul-Hakiim. Subhaanalloohi Rabbil-‘arsyil-‘azhiim. Alhamdu lillaahi Rabbil-‘aalamiin. Ka-annahum yauma yarawnahaa lam yalbatsuu illaa saa’atan min-nahaar. Balaagh. Fahal yuhlaku illal-qaumul-faasiquun. Ka-annahum yauma yarawnahaa lam yalbatsuu illaa ‘asyiyyatan au dhuhaahaa. Alloohumma innii as’aluka muujibaati rohmatik wa ‘azaa’ima maghfirotik, wal-ghoniimata mink-kulli birrin was-salaamata mink-kulli itsmin. Alloohumma laa tada‘ lî dzamban illaa ghofartah, wa laa hamman illaa farrojta, wa laa dainan illaa qodhoytah, wa laa haajatan hiya laka ridhoon illaa qodhoytaahaa birohmatika yaa Arhamar-roohimiin.
Artinya:
“Tidak ada Ilah selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, Yang Maha Luhur lagi Maha Agung. Tidak ada Ilah selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, Yang Maha Penyantun lagi Maha Pemurah. Dengan Nama Allah yang tiada Ilah kecuali Dia, Yang Maha hidup, Maha berdiri sendiri lagi Maha bijaksana. Maha suci Allah, Rabb ‘Arsy yang Maha agung. Segala puji bagi Allah, Rabb alam semesta.
Pada hari mereka melihat azab, mereka merasa seakan-akan tinggal (di dunia) melainkan sesaat pada siang hari. Itulah suatu pelajaran yang cukup.
Maka tidak akan dibinasakan kecuali kaum yang fasik. Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan sebentar saja di waktu sore atau pagi hari.
Ya Allah, aku meminta kepada-Mu hal-hal yang menyebabkan datangnya rahmat-Mu, ketetapan maghfirah-Mu, keberuntungan dari setiap kebaikan dan keselamatan dari setiap dosa.
Ya Allah, jangan Engkau tinggalkan bagiku dosa melainkan Engkau mengampuninya, tidak ada kesusahan melainkan Engkau melapangkannya, tidak ada hutang melainkan Engkau melunasinya, dan jangan Engkau sisakan satu pun kebutuhan dunia dan akhirat melainkan Engkau cukupkan dengan rahmat-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pengasih dari segala yang pengasih.”
(HR. Thabarani dalam Al-Awsath)
Makna Mendalam di Balik Doa Ini
✓ Penguatan Tauhid Diawali dengan kalimat tahlil, doa ini menegaskan bahwa hanya Allah tempat bergantung yang memiliki nama-nama mulia (Al-Hayyu, Al-Qayyum, Al-Hakim).
✓ Mengingat Akhirat Menyisipkan ayat tentang singkatnya waktu di dunia (seperti sesaat di siang hari) menyadarkan kita bahwa masalah duniawi bersifat sementara, sehingga kita lebih tenang dalam menghadapinya.
✓ Permohonan yang Komprehensif
Doa ini sangat istimewa karena meminta empat hal krusial:
Ampunan Dosa
Akar dari segala hambatan rezeki.
* Kelapangan Hati Solusi atas kesedihan dan depresi.
* Pelunasan Hutang Solusi finansial.
* Pemenuhan Hajat Harapan agar segala keinginan yang diridhai Allah dikabulkan.
Mengamalkan doa dari riwayat Thabarani ini dengan penuh keyakinan dan kerendahan hati adalah kunci utama.
Jangan biarkan beban hutang atau masalah hidup membuat kita putus asa.
Ingatlah bahwa Allah adalah Arhamar-Raahimiin (Yang Maha Pengasih dari segala yang pengasih).
Semoga dengan rutin mengamalkan doa ini, Allah memberikan ketenangan hati, mengampuni dosa-dosa kita, dan memudahkan segala urusan dunia serta akhirat kita.***
