By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Khutbah
  • Kolom
    • Artikel
  • Profil
    • Lembaga
    • Tokoh
Reading: Belajar dari Kisah Nabi Musa dan Khidhir: 12 Adab Emas Menuntut Ilmu yang Mulai Hilang di Zaman Sekarang
Share
Font ResizerAa
Search
  • Beranda
  • Berita
  • Khutbah
  • Kolom
    • Artikel
  • Profil
    • Lembaga
    • Tokoh
Have an existing account? Sign In
Follow US
Home » Blog » Belajar dari Kisah Nabi Musa dan Khidhir: 12 Adab Emas Menuntut Ilmu yang Mulai Hilang di Zaman Sekarang
Belajar dari Kisah Nabi Musa dan Khidhir: 12 Adab Emas Menuntut Ilmu yang Mulai Hilang di Zaman Sekarang
Artikel

Belajar dari Kisah Nabi Musa dan Khidhir: 12 Adab Emas Menuntut Ilmu yang Mulai Hilang di Zaman Sekarang

Dwi Widiyastuti
Last updated: November 12, 2025 3:13 am
Dwi Widiyastuti
Published: November 12, 2025
Share
Belajar dari Kisah Nabi Musa dan Khidhir: 12 Adab Emas Menuntut Ilmu yang Mulai Hilang di Zaman Sekarang
SHARE

NUJATENG.COM – Di era modern ini, kita sering mendengar berita tentang murid yang berani membantah, meremehkan, bahkan berbuat kasar kepada guru. Fenomena tersebut menjadi bukti nyata bahwa adab dalam menuntut ilmu semakin terkikis oleh arus zaman. Padahal, dalam tradisi Islam, adab seorang murid terhadap guru merupakan fondasi utama agar ilmu yang diperoleh membawa manfaat dan keberkahan.

Contents
Pelajaran dari Kisah Nabi Musa dan Khidhir12 Adab Menuntut Ilmu dari Kisah Nabi Musa dan Khidhir1. Merendahkan Diri di Hadapan Guru2. Meminta Izin dengan Sopan3. Mengakui Keterbatasan Diri4. Tidak Menuntut Ilmu Secara Berlebihan5. Menyadari Bahwa Ilmu Milik Allah6. Meminta Ilmu yang Bermanfaat7. Menghargai Guru sebagai Perantara Nikmat Allah8. Tunduk dan Tidak Membantah Guru9. Mengikuti Guru Secara Total10. Rendah Hati Meski Memiliki Kedudukan Tinggi11. Mendahulukan Khidmah Sebelum Menuntut Ilmu12. Ikhlas Tanpa Mengharap Imbalan DuniawiAdab dalam Dunia Pendidikan ModernIlmu Tanpa Adab Akan Hilang Keberkahannya

Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin menegaskan bahwa seorang murid harus tunduk, rendah hati, dan menyerahkan urusannya sepenuhnya kepada guru. Ia berkata:

“Murid tidak boleh menyombongkan diri terhadap ilmu dan menentang gurunya. Ia harus mempercayai bimbingan gurunya sebagaimana orang sakit mempercayai dokter yang ahli dan penyayang.”
(Ihya’ Ulumuddin, Jilid I, hlm. 50)

Adab ini bukan hanya sekadar tata krama, tetapi merupakan syarat turunnya keberkahan ilmu. Tanpa adab, ilmu bisa kehilangan ruhnya.

Pelajaran dari Kisah Nabi Musa dan Khidhir

Al-Qur’an memberikan contoh luar biasa tentang adab menuntut ilmu melalui kisah Nabi Musa a.s. dan Nabi Khidhir a.s. yang termuat dalam Surat Al-Kahfi ayat 66:

قَالَ لَهُ مُوسَى هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَى أَنْ تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا

“Musa berkata kepadanya, ‘Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) dari apa yang telah diajarkan kepadamu (untuk menjadi) petunjuk?’”
(QS Al-Kahfi: 66)

Padahal, Nabi Musa bukan orang sembarangan. Ia seorang Rasul yang mendapat kehormatan berbicara langsung dengan Allah (Kalimullah). Namun, dalam kisah ini, beliau menunjukkan kerendahan hati luar biasa di hadapan seorang guru.

Imam Ismail Haqqi menjelaskan dalam Ruhul Bayan:

“Seseorang harus bersikap rendah hati kepada orang yang lebih berilmu darinya.”
(Ruhul Bayan, Jilid V, hlm. 273)

Sementara Imam Fakhruddin Ar-Razi menegaskan bahwa setiap ayat dalam kisah Musa dan Khidhir menggambarkan berbagai bentuk adab dan kelembutan seorang murid kepada guru.

12 Adab Menuntut Ilmu dari Kisah Nabi Musa dan Khidhir

Dalam tafsirnya, Imam Fakhruddin Ar-Razi merinci dua belas adab luar biasa yang ditunjukkan Nabi Musa a.s. saat belajar kepada Khidhir. Inilah pelajaran abadi yang seharusnya dihidupkan kembali oleh para penuntut ilmu masa kini:

1. Merendahkan Diri di Hadapan Guru

Ucapan Musa “هل أتبعك” (“Bolehkah aku mengikutimu?”) menunjukkan kerendahan hati dan pengakuan bahwa dirinya membutuhkan bimbingan.

2. Meminta Izin dengan Sopan

Musa tidak serta-merta mengikuti Khidhir. Ia terlebih dahulu meminta izin, menunjukkan etika dalam berinteraksi dengan guru.

3. Mengakui Keterbatasan Diri

Kalimat “أَنْ تُعَلِّمَنِ” menunjukkan kesadaran bahwa masih banyak ilmu yang belum ia ketahui, meski dirinya seorang nabi besar.

4. Tidak Menuntut Ilmu Secara Berlebihan

Beliau hanya meminta “sebagian dari ilmu” (مِمَّا عُلِّمْتَ), bukan seluruhnya. Ini mengajarkan rasa cukup dan kerendahan hati dalam belajar.

5. Menyadari Bahwa Ilmu Milik Allah

Ucapan “dari apa yang telah diajarkan kepadamu” menunjukkan bahwa sumber ilmu sejati adalah Allah, dan guru hanyalah perantara.

6. Meminta Ilmu yang Bermanfaat

Kata “رُشْدًا” menandakan bahwa ilmu yang diminta adalah ilmu yang membawa petunjuk dan manfaat, bukan sekadar pengetahuan kosong.

7. Menghargai Guru sebagai Perantara Nikmat Allah

Guru adalah jalan datangnya ilmu. Nabi Musa menghormati Khidhir bukan karena kedudukannya, tapi karena perannya sebagai perantara ilmu.

8. Tunduk dan Tidak Membantah Guru

Musa menunjukkan sikap tunduk dan tidak membantah, meski belum memahami maksud setiap tindakan Khidhir.

9. Mengikuti Guru Secara Total

Ia menunjukkan komitmen penuh untuk mengikuti bimbingan gurunya, bahkan dalam hal-hal yang tampak sulit dipahami.

10. Rendah Hati Meski Memiliki Kedudukan Tinggi

Meski seorang rasul besar, Musa tetap tawadhu dan menunjukkan penghormatan total kepada Khidhir.

11. Mendahulukan Khidmah Sebelum Menuntut Ilmu

Dalam ayat itu, “mengikuti” disebut lebih dulu daripada “belajar”, menunjukkan pentingnya melayani guru sebagai bagian dari proses menuntut ilmu.

12. Ikhlas Tanpa Mengharap Imbalan Duniawi

Musa menegaskan bahwa tujuannya bukan harta atau kedudukan, melainkan ilmu semata. Ketulusan ini menjadi kunci keberkahan ilmu.

Adab dalam Dunia Pendidikan Modern

Di zaman digital seperti sekarang, proses belajar tidak lagi terbatas pada ruang kelas. Guru bisa hadir lewat layar, dan ilmu bisa diperoleh dalam hitungan detik. Namun, kemudahan ini sering membuat murid kehilangan rasa hormat terhadap guru dan proses belajar itu sendiri.

Adab, yang dulu menjadi jantung pendidikan Islam, kini mulai dianggap usang. Padahal, sebagaimana dicontohkan Nabi Musa, adab adalah syarat turunnya ilmu yang bermanfaat.

Maka, meski teknologi berubah, prinsipnya tetap sama:

  • Rendahkan hati di hadapan orang berilmu.

  • Hargai guru, baik di dunia nyata maupun di ruang digital.

  • Niatkan belajar semata-mata karena Allah, bukan popularitas atau keuntungan duniawi.

Ilmu Tanpa Adab Akan Hilang Keberkahannya

Kisah Nabi Musa dan Khidhir mengajarkan bahwa keberkahan ilmu tidak ditentukan oleh banyaknya pengetahuan, tetapi oleh adab yang menyertainya.

Di tengah derasnya arus informasi dan kemudahan teknologi, pelajar Muslim perlu kembali meneladani adab para nabi. Dengan adab, ilmu bukan hanya menambah wawasan, tetapi menjadi cahaya yang menuntun menuju kebaikan dunia dan akhirat.***

Disclaimer: Artikel ini sudah terbit di nuonline.id dengan judul: Kisah Nabi Musa dan Khidhir: Hikmah Tentang Rendah Hati dalam Menuntut Ilmu

You Might Also Like

Analisis Konsep Ekowisata Genangan Abadi di Pantura Semarang: Kanalisasi, Wisata, dan Relokasi Tronton Goes Oedji, pemerhati dan survivor rob
Benarkah Uang Suami Milik Istri, dan Uang Istri Milik Sendiri? Ini Penjelasan Lengkap Fiqih dan Budaya Nusantara!
Kumpulan Doa-Doa dari Al-Qur’an untuk Kehidupan Sehari-hari yang Bisa diamalkan
Rahasia Khusyuk di Era Serba Bising: Menghadirkan Allah di Tengah Ledakan Distraksi Digital
Do’a Cespleng Rasulullah, Do’a-do’a Mustajab yang Cepat dikabulkan Allah SWT
TAGGED:adab menuntut ilmuetika guru muridkhidhirkisah nabinabi musatafsir qurantasawuf
Share This Article
Facebook Email Print
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories

  • ES Money
  • U.K News
  • The Escapist
  • Insider
  • Science
  • Technology
  • LifeStyle
  • Marketing

About US

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

Subscribe US

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?