9 Cabang Dilombakan dalam MTQH XXXI Tingkat Provinsi Jawa Tengah

TEGAL – nujateng.com – MTQH XXXI tingkat Provinsi Jawa Tengah diikuti oleh sekitar 900 peserta dari 35 kabupaten/kota yang akan berlomba di 9 cabang dan 27 golongan.
Penilaian dilakukan oleh 57 dewan hakim, yang terdiri dari mantan juara provinsi, nasional, hingga internasional — menjadikan kualitas kompetisi ini setara dengan ajang nasional.
Kemeriahan pembukaan berlangsung hangat, dengan lantunan tilawah dari qari terbaik dan penampilan kesenian bernuansa Islami dari para santri Tegal.
Sorotan lampu dan gemuruh takbir seolah menyatukan semangat seluruh peserta: menjadikan MTQ bukan sekadar lomba, tetapi jalan untuk memperkuat iman, ilmu, dan akhlak.
Alun-alun Tegal demikian syahdu dengan lantunan ayat-ayat suci Alquran yang menggema, Senin (10/11/2025). Itu sebagai penanda dibukanya Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) XXXI tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Ribuan orang dengan penuh khidmat ketika Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jateng, Sumarno membuka ajang bergengsi yang menjadi wadah syiar Islam sekaligus persiapan menuju MTQ Nasional 2026.
Sumarno mengingatkan bahwa makna MTQ tidak hanya berhenti pada lantunan indah ayat suci, tetapi harus menjadi dorongan untuk menghidupkan nilai-nilai Alquran dan hadis dalam kehidupan nyata.
“Selain berkompetisi dalam tilawah, yang lebih penting adalah bagaimana kita memahami arti dan makna dari Alquran serta menjadikannya pedoman hidup,” ujarnya.
Sumarno menegaskan bahwa penyelenggaraan MTQH XXXI kali ini memiliki arti strategis. Selain menjadi ajang silaturahmi dan penguatan keimanan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari persiapan Jawa Tengah sebagai tuan rumah MTQ Nasional 2026.
Ia menaruh harapan besar agar Jawa Tengah bisa tampil sebagai juara umum pada MTQ Nasional 2026, dengan persiapan matang dan pembinaan yang berkelanjutan dari setiap daerah.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Saiful Mujab, menjelaskan bahwa MTQH tahun ini memiliki format baru.
“MTQH 2025 berbeda dari sebelumnya karena menggabungkan cabang Al-Hadis bersama cabang dan golongan lainnya dalam satu kegiatan. Ini untuk menjaring calon peserta terbaik yang akan dibina menuju MTQ Nasional 2026 dan STQ 2027,” jelasnya.
Saiful menilai, langkah ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas santri dan qari/qariah di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah.
MTQH XXXI Jateng bukan sekadar ajang mencari juara, melainkan panggung untuk meneguhkan makna hidup yang berpedoman pada kalam Ilahi.***
