Penutupan Pesantren Ramadan di SMK Ma’arif NU Wanasari 01, Inilah Pesan Sekretaris MWC NU

BREBES – nujateng.com – Kegiatan Pesantren Ramadan 1447 di SMK Ma’arif NU Wanasari 01 berlangsung selamat tiga hari, mulai tanggal 12 s.d 14 Maret 2026. Selama tiga hari peserta Pesantren Ramadan yang terdiri dari peserta didik kelas X, XI dan XII mengikuti dengan khidmat kegiatan yang diselenggarakan oleh Tim Pesantren Ramadan dari MWC NU Wanasari.
Dalam kesempatan tersebut Sekretaris MWC NU Wanasari, Akhmad Sururi menyampaikan kepada seluruh peserta Pesantren Ramadan agar setelah selesai kegiatan langsung pulang ke rumah masing masing, tidak boleh mampir di tempat manapun. Hal tersebut bertujuan agar rumah mereka mendapatkan keberkahan dari orang orang yang belajar ilmu agama di bulan Ramadhan.
” Setelah sampai di rumah, sungkem dan mohon doalah kepada orang tua ayah dan ibu kalian, terutama Ibu. Ini menjadi momentum emas karena akhir Ramadan segala doa sangat memilki makna. Lebih lebih doa seorang Ibu. Kalian bersimpuh dan mohon kepada Ibu dan ayah agar berdoa untuk kesuksesan kalian.Meskipun lebaran nanti kalian juga akan sungkem, akan tetapi sungkeman secara bkhui di bulan Ramadan memilki energi yang dasyat. Buktikan sembah bakti kepada kedua orang tua kalian pada datik detik akhir Ramadan, ” kata Akhmad Sururi saat menyampaikan Sambutan Penutupan Pesantren Ramadan di SMK Ma’arif NU 01 Wanasari, Sabtu 14 Maret 2026.
Bagi yang Ibu ada ayahnya sudah meninggal, Sururi memerintahkan agar besok ziarah ke makamnya. Kedua orang tua telah berjasa melahirkan kita semua di alam dunia. Orang tua sangat menunggu doa anak anaknya yang masih hidup. Sebagai anak yang Soleh tentu tidak boleh berhenti mendoakan kedua orang tuanya baik yang sudah meninggal atau masih hidup.
Sebelumnya Sekretaris MWC NU Wanasari menegaskan bahwa generasi NU di kalangan pelajar harus diperkuat dengan pemahaman idiologi Ahlusunah wal jamaah. Hal ini sangat penting mengingat ada beberapa bpemahaman keagamaan Islam yang tidak sejalan dengan ajaran Ulam Salaf. Pemahaman tersebut mempengaruhi pemikiran generasi NU melalui beberapa media online dan lainnya.
Oleh karena itu, menurut Sekretaris MWC NU Wanasari, kegiatan Pesantren Ramadan ini sangat penting untuk menanamkan pendalaman Aqidah dan amaliah Aswaja. Melalui Pesantren Ramadan mereka mendapatkan ilmu pengetahuan agama Islam dan tradisi NU. Sehingga mereka dapat menjaga sampai akhir hayat. Aqidah Aswaja, Fiqih dan Akhlak atau tasawuf menjadi komponen pokok yang harus dimiliki oleh seorang muslim.
Kegiatan Penutupan Pesantren Ramadan yang berlangsung di mushola komplek SMK Ma’arif NU 01 Wanasari dihadiri oleh personil tim Pesantren Ramadan dari Tim Pesantren Ramadan Center Kab Brebes. KH Mu’min Syafiq selaku Wakil Ketua Tim Pesantren Ramadhan Center turut hadir dan memimpin doa penutup. Beberapa alumni Pesantren yang menjadi anggota Tim Pesantren Ramadan juga hadir menyaksikan kegiatan penutupan yang dipungkasi dengan musafahah ( salaman ) bersama.
Kepala SMK Ma’arif NU Wanasari 01 , Ali Fauzan,MH juga tampak hadir bersama dengan dewan guru pada acara Penutupan. Mereka bersama dengan tim Pesantren Ramadan dotot bersama usai kegiatan Penutupan.
