
NUJATENG.COM – Musim kemarau yang berlangsung cukup lama dapat menyebabkan berbagai persoalan, mulai dari kekeringan, berkurangnya persediaan air, hingga tanaman yang sulit mendapatkan air.
Dalam kondisi seperti ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa dan memohon pertolongan kepada Allah SWT.
Rasulullah SAW mengajarkan sejumlah doa yang berkaitan dengan permohonan turunnya hujan.
Doa tersebut dapat diamalkan ketika terjadi kekeringan atau ketika masyarakat membutuhkan hujan.
Berikut beberapa doa yang bersumber dari hadis Nabi Muhammad SAW.
1. Allahumma Aghitsna, Doa Memohon Hujan
Salah satu doa yang paling dikenal dalam hadis ketika terjadi kekeringan adalah:
اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا
Allahumma aghitsna, Allahumma aghitsna, Allahumma aghitsna.
Artinya:
“Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami.”
Doa tersebut terdapat dalam hadis riwayat Bukhari. Ketika itu, seorang laki-laki meminta Rasulullah SAW berdoa karena masyarakat mengalami kekeringan.
Doa singkat ini dapat menjadi salah satu amalan ketika menghadapi musim kemarau dan kekurangan air.
2. Doa Meminta Hujan yang Membawa Manfaat
Tidak semua hujan memberikan manfaat. Hujan yang terlalu deras bahkan dapat menimbulkan banjir dan kerusakan. Karena itu, terdapat pula doa yang memohon agar hujan yang turun memberikan manfaat.
اللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيثًا، مَرِيئًا مَرِيعًا، نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍّ، عَاجِلًا غَيْرَ آجِلٍ
Allahummasqinaa ghaithan mughiitsan, marii’an marii’an, naafi’an ghaira dhaarrin, ‘aajilan ghaira aajil.
Artinya:
“Ya Allah, berilah kami hujan yang menolong, menyegarkan, menumbuhkan, bermanfaat dan tidak membahayakan, serta segera dan tidak ditunda.”
Doa ini menggambarkan bahwa seorang Muslim tidak hanya meminta hujan, tetapi juga memohon agar hujan tersebut membawa kebaikan bagi manusia, hewan, tanaman dan lingkungan.
3. Doa Agar Allah Menurunkan Hujan untuk Makhluk-Nya
Dalam doa istisqa juga terdapat permohonan agar Allah memberikan air kepada makhluk-Nya:
اللَّهُمَّ اسْقِ عِبَادَكَ، وَبَهَائِمَكَ، وَانْشُرْ رَحْمَتَكَ، وَأَحْيِ بَلَدَكَ
Allahumma asqi ‘ibaadaka, wa bahaa’imaka, wansyur rahmataka, wa ahyi baladak.
Artinya:
“Ya Allah, berilah minum hamba-hamba-Mu dan hewan-hewan-Mu, sebarkanlah rahmat-Mu dan hidupkanlah negeri-Mu.”
Doa tersebut menggambarkan luasnya rahmat Allah. Air bukan hanya dibutuhkan manusia, tetapi juga hewan, tumbuhan dan seluruh kehidupan di bumi.
4. Doa Ketika Hujan Berlebihan
Ketika kemarau berakhir dan hujan turun, bukan berarti doa berhenti. Rasulullah SAW juga mengajarkan doa ketika hujan turun terlalu deras.
اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا
Allahumma hawaalainaa wa laa ‘alainaa.
Artinya:
“Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami dan jangan kepada kami.”
Doa ini merupakan bagian dari doa Rasulullah SAW ketika hujan deras dan dikhawatirkan menimbulkan mudarat.
Dari doa tersebut dapat dipahami bahwa yang diharapkan adalah hujan yang membawa keberkahan, bukan hujan yang menyebabkan bencana.
5. Doa Memohon Hujan sebagai Rahmat Allah
Memohon hujan pada hakikatnya adalah memohon rahmat Allah SWT. Air hujan menjadi salah satu sebab kehidupan manusia, hewan dan tumbuhan dapat terus berlangsung.
Karena itu, ketika musim kemarau datang, seorang Muslim dapat memperbanyak doa dan istighfar sambil tetap melakukan ikhtiar untuk menghadapi kekeringan.
Salah satu doa yang dapat diamalkan adalah:
اللَّهُمَّ أَغِثْنَا
Allahumma aghitsna.
Artinya:
“Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami.”
Meskipun singkat, doa tersebut mengandung permohonan yang sangat besar: memohon pertolongan Allah ketika manusia tidak mampu mendatangkan hujan dengan kekuatannya sendiri.
Kemarau Menjadi Pengingat untuk Bersyukur
Musim kemarau terkadang baru membuat manusia menyadari betapa berharganya air.
Saat air tersedia setiap hari, keberadaannya sering dianggap biasa. Namun ketika sumber air mulai mengering, sumur menurun debitnya dan tanaman mulai layu, manusia baru menyadari bahwa air merupakan nikmat yang sangat besar.
Karena itu, menghadapi musim kemarau tidak cukup hanya dengan mengeluh. Ada doa yang bisa dipanjatkan, ada ikhtiar yang perlu dilakukan dan ada nikmat yang perlu disyukuri.
Menghemat air, menjaga sumber mata air, merawat lingkungan serta tidak melakukan pemborosan juga merupakan bagian dari ikhtiar manusia.
Apa yang Dilakukan Saat Terjadi Kekeringan?
Selain membaca doa meminta hujan, umat Islam dapat melakukan berbagai bentuk ikhtiar. Salah satunya adalah melaksanakan shalat istisqa, yaitu shalat yang dilakukan untuk memohon hujan kepada Allah SWT.
Rasulullah SAW pernah melakukan shalat istisqa ketika masyarakat mengalami kekeringan. Beliau berdoa kepada Allah dan memohon agar hujan diturunkan.
Kondisi kemarau juga dapat menjadi momentum untuk memperbanyak istighfar, sedekah, membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan air dan memperbaiki kepedulian terhadap lingkungan.
Doa musim kemarau menjadi salah satu bentuk ikhtiar seorang Muslim ketika menghadapi kekeringan. Rasulullah SAW telah memberikan contoh doa ketika umat membutuhkan hujan.
Di antara doa yang dapat diamalkan adalah Allahumma aghitsna, yaitu memohon agar Allah menurunkan hujan, serta doa memohon hujan yang bermanfaat dan tidak membawa bahaya.
Namun, doa sebaiknya berjalan bersama ikhtiar. Menghemat air, menjaga lingkungan, membantu sesama dan melaksanakan shalat istisqa merupakan bagian dari usaha menghadapi kekeringan.
Semoga Allah SWT menurunkan hujan yang membawa manfaat, menyuburkan tanah, memenuhi sumber air dan menjadi rahmat bagi seluruh makhluk.***
