By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Khutbah
  • Kolom
    • Artikel
  • Profil
    • Lembaga
    • Tokoh
Reading: Destinasi Ketiga Ziarah Makam Auliya’: Ribuan Santri PPFF Penuhi Makam Sunan Ampel, Pencetus Strategi Moh Limo
Share
Font ResizerAa
Search
  • Beranda
  • Berita
  • Khutbah
  • Kolom
    • Artikel
  • Profil
    • Lembaga
    • Tokoh
Have an existing account? Sign In
Follow US
Home » Blog » Destinasi Ketiga Ziarah Makam Auliya’: Ribuan Santri PPFF Penuhi Makam Sunan Ampel, Pencetus Strategi Moh Limo
ArtikelBeritaLembagaPendidikanPPFFProfilTokoh

Destinasi Ketiga Ziarah Makam Auliya’: Ribuan Santri PPFF Penuhi Makam Sunan Ampel, Pencetus Strategi Moh Limo

Dwi Widiyastuti
Last updated: September 25, 2026 12:07 pm
Dwi Widiyastuti
Published: September 25, 2026
Share
SHARE
Ribuan Santri PPFF Penuhi Makam Sunan Ampel, Pencetus Strategi Moh Limo

Setelah berziarah ke Makam Hadrotus Syekh Hasyim Asy’ari dan KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Jombang, serta Makam Syaikhona Kholil di Bangkalan, rombongan 21 bus ziarah makam Auliya’ Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (PPFF) Semarang melanjutkan perjalanan menuju makam Sunan Ampel. 19/9/2026

Sunan Ampel yang bernama asli Raden Rahmat, adalah putra dari Maulana Malik Ibrahim (Sunan Gresik). Beliau lahir pada tahun 1401 M dan wafat pada tahun 1481 M. Makam beliau terletak di sebelah barat Masjid Ampel di Surabaya, Jawa Timur.

Sunan Ampel memiliki peranan penting dalam penyebaran Islam di Nusantara khususnya wilayah Surabaya dan sekitarnya. Beliau dikenal dengan strategi dakwah yang unik, yaitu metode “Moh Limo”.

Moh Limo sebagai manifestasi akhlak karimah dalam islam yang dikemas dengan budaya dan bahasa lokal. Dalam bahasa Jawa, “Moh Limo” berarti menghindari lima perbuatan tercela, yaitu: moh ngombe (tidak meminum minuman keras), moh madat (tidak menggunakan narkoba), moh maling (tidak mencuri), moh main (tidak berjudi), dan moh madon (tidak berzina).

Salah satu karomah yang terkenal dari Sunan Ampel berkaitan dengan Mbah Sholeh, santrinya yang sangat taat dan rajin membersihkan masjid. Menurut riwayat, setelah Mbah Sholeh wafat, Sunan Ampel pernah berkata penuh kerinduan, “Andai Mbah Sholeh masih hidup, pasti masjid ini senantiasa bersih dan terawat.”

SubhanAllah, keesokan harinya, masjid kembali terlihat bersih, dan masyarakat meyakini bahwa Mbah Sholeh telah hadir untuk membersihkan masjid. Peristiwa ini terjadi sebanyak sembilan kali dan berhenti setelah Sunan Ampel kembali ke rahmatullah.

Ribuan Santri PPFF Penuhi Makam Sunan Ampel, Pencetus Strategi Moh Limo

Semoga kita semua dapat meneladani akhlak mulia Sunan Ampel, senantiasa mencintai para wali Allah, dan memperoleh barakah dari ziarah ini. Mudah-mudahan doa-doa kita dikabulkan oleh Allah SWT. Aamiin

(Santri PPFF-Laily***)

You Might Also Like

MTQ Nasional 2026, Jawa Tengah Siap Menjadi Tuan Rumah
Dzikir di Era Digital: Rahasia Ketenangan Hati di Tengah Kebisingan Dunia Modern
Semarang Berduka, KH. Hadlor Ihsan Wafat
Inovasi Drainase Abad ke-21: Konsep “Negara Air” dengan Ekosistem Resapan Sarang Tawon dan Pembangkit Listrik Hidrolik Mekanik
Perkuat Tradisi NU Sejak Dini , MWC NU Wanasari Kab Brebes Selenggarakan Pesantren Ramadhan
TAGGED:Kyai Fadlolanppff semarangsunan ampelziarah auliya'
Share This Article
Facebook Email Print
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories

  • ES Money
  • U.K News
  • The Escapist
  • Insider
  • Science
  • Technology
  • LifeStyle
  • Marketing

About US

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

Subscribe US

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?