By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Khutbah
  • Kolom
    • Artikel
  • Profil
    • Lembaga
    • Tokoh
Reading: 125 Bonsai dari Jawa Tengah Siap Ekspor ke Belanda, Lolos Pemeriksaan Karantina
Share
Font ResizerAa
Search
  • Beranda
  • Berita
  • Khutbah
  • Kolom
    • Artikel
  • Profil
    • Lembaga
    • Tokoh
Have an existing account? Sign In
Follow US
Home » Blog » 125 Bonsai dari Jawa Tengah Siap Ekspor ke Belanda, Lolos Pemeriksaan Karantina
Berita

125 Bonsai dari Jawa Tengah Siap Ekspor ke Belanda, Lolos Pemeriksaan Karantina

Tasir Alamsyah
Last updated: September 25, 2026 6:21 am
Tasir Alamsyah
Published: September 25, 2026
Share
SHARE

SEMARANG, NUJATENG.COM– Tanaman bonsai asal Jawa Tengah kembali menembus pasar internasional. Sebanyak 125 pohon dari 25 varietas dinyatakan memenuhi persyaratan kesehatan tanaman dan siap dikirim ke Belanda melalui Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang.

Ekspor tersebut menjadi salah satu peluang bagi petani dan pelaku UMKM tanaman hias di Jawa Tengah untuk memperluas pasar. Selain memiliki nilai estetika, bonsai tropis memiliki karakter yang berbeda dengan tanaman hias yang umum ditemukan di kawasan Eropa.

Ketua Tim Kerja Karantina Tumbuhan, Karantina Jawa Tengah, Heri Widarta, mengatakan permintaan terhadap tanaman bonsai dari Jawa Tengah menunjukkan peluang yang terus berkembang.

Menurutnya, daya tarik bonsai antara lain terletak pada karakter tanaman yang berukuran relatif kecil, batang yang kokoh, lekukan yang artistik, serta bentuk tajuk dan daun yang dibentuk melalui teknik budidaya dan perawatan tertentu. Pada jenis tertentu, tanaman bonsai juga tetap dapat menghasilkan bunga dan buah seperti pohon pada umumnya.

Karakter tanaman tropis tersebut menjadi salah satu nilai yang dapat ditawarkan ke pasar Eropa. Namun, untuk dapat memasuki pasar tersebut, aspek estetika bukan satu-satunya persyaratan.

Tidak hanya soal bentuk, kesehatan tanaman menjadi syarat utama

Tanaman yang akan diekspor harus memenuhi persyaratan fitosanitari, yaitu ketentuan yang berkaitan dengan kesehatan tanaman untuk mencegah terbawanya organisme pengganggu tumbuhan ke negara tujuan.

Untuk memenuhi persyaratan tersebut, Karantina Jawa Tengah menerapkan pemeriksaan dan pengawasan sejak tanaman berada di tingkat petani hingga siap dikirim.

Prosesnya mencakup pemeriksaan tanaman di tempat asal, penggantian media tanam, perlakuan terhadap tanaman, penyiraman, penyimpanan di screen house, hingga pemeriksaan pada tahap pemuatan atau stuffing ke dalam sarana angkut.

Langkah tersebut penting karena media tanam dan tanaman dapat menjadi salah satu jalur terbawanya organisme pengganggu tumbuhan. Karena itu, tanaman yang akan dikirim harus dipastikan memenuhi persyaratan negara tujuan sebelum mendapatkan sertifikasi untuk ekspor.

Dalam pengiriman terbaru, sebanyak 125 tanaman bonsai dari 25 varietas dinyatakan sehat dan berdaun segar. Pemeriksaan juga tidak menemukan gejala serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK).

Setelah memenuhi persyaratan yang ditetapkan, komoditas tersebut memperoleh Phytosanitary Certificate, atau sertifikat kesehatan tumbuhan, sebagai salah satu dokumen yang diperlukan dalam perdagangan tanaman antarnegara.

Selanjutnya, bonsai dikirim melalui jalur laut dari Pelabuhan Tanjung Emas menuju Belanda.

Peluang bagi petani dan UMKM

Heri mengatakan terbukanya pasar ekspor dapat menjadi peluang bagi petani milenial dan pelaku UMKM tanaman hias di Jawa Tengah untuk meningkatkan kualitas budidaya sekaligus memahami standar perdagangan internasional.

“Peluang ekspor ini diharapkan menjadi angin segar bagi para petani milenial dan pelaku UMKM tanaman hias di Jawa Tengah untuk terus meningkatkan standar budidaya tanaman,” kata Heri.

Ia menambahkan, dukungan karantina tidak hanya berkaitan dengan pemeriksaan akhir sebelum pengiriman, tetapi juga memastikan proses penyiapan tanaman memenuhi ketentuan kesehatan tumbuhan.

Dengan demikian, keberhasilan ekspor bonsai tidak semata ditentukan oleh keunikan bentuk dan nilai seni tanaman. Kepatuhan terhadap standar kesehatan tumbuhan menjadi bagian penting agar produk hortikultura dapat diterima dan dipertahankan keberadaannya di pasar internasional.***

You Might Also Like

Zarkasi SD Hj. Isriati Baiturrahman 2 Semarang, Ikhtiar Spiritual dan Penguatan Keakraban Guru
9 Cabang Dilombakan dalam MTQH XXXI Tingkat Provinsi Jawa Tengah
Peringati Hari Santri Nasional, MWC NU Wanasari Ziarahi Tokoh NU
Azizah dan Rizal Wakili Banjarnegara Raih Juara Harapan 2 pada Internalisasi Sejarah dan Budaya Kabupaten Semarang
Aksi Nyata PMR Wira SMA Negeri 1 Purwareja Klampok dalam Menggerakkan Nilai Kemanusiaan di Pandanarum
TAGGED:bonsaieksporHeri WidartaUMKM
Share This Article
Facebook Email Print
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories

  • ES Money
  • U.K News
  • The Escapist
  • Insider
  • Science
  • Technology
  • LifeStyle
  • Marketing

About US

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

Subscribe US

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?