
Ungaran, nujateng.com – Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia kembali diwujudkan warga RW 08 Desa Nyatnyono, Kecamatan Ungaran Barat, melalui rangkaian kegiatan kebersamaan yang ditutup dengan puncak acara jalan sehat dan beragam pentas seni budaya.
Tampak ratusan warga RW08 berjubel di lapangan RW08 untuk mengikuti jalan sehat bersamau usai jalan sehat, dilanjutkan pentas seni oleh masing-masing perwakilan RT, serta pembagian doorprize.
Ada pemandangan menarik dalam event tahunan tersebut. Yakni, pentas warok oleh warga RT04 yang menjadi salah satu daya tarik utama.
Tidak sekadar menjadi hiburan bagi warga, pertunjukan yang melibatkan lintas generasi ini menjadi simbol kebersamaan, gotong royong, sekaligus upaya nyata untuk mengenalkan dan melestarikan nilai-nilai budaya nusantara kepada generasi penerus.
Ketua RW08, Desa Nyatnyono, Wahyu Triatmoko mengatakan, kegiatan peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di tingkat lingkungan memiliki arti penting karena kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui upacara dan seremoni, tetapi juga melalui kegiatan yang mampu mempererat hubungan antarsesama warga.
“Setelah rangkaian lomba, puncak event adalah jalan sehat dan pentas seni budaya menjadi ruang bagi masyarakat untuk bertemu, berinteraksi, saling mengenal, serta membangun kembali semangat kebersamaan sebagai satu keluarga besar warga RW 08, desa Nyatnyono,” kata Wahyu Triatmoko dalam sambutan di lapangan RW08, Blanten, Minggu (23/8/2026).
Dikatakan Wahyu, persatuan dan kesatuan bangsa pada dasarnya tumbuh dari lingkungan yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat.
Ketika warga mampu hidup rukun, saling menghargai, membantu satu sama lain, dan mengesampingkan berbagai perbedaan, maka nilai-nilai kebangsaan akan tumbuh secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, kegiatan bersama seperti jalan sehat dan pentas seni budaya menjadi sarana sederhana namun penting untuk menjaga hubungan sosial tersebut.
Warga tidak hanya hadir sebagai penonton, tetapi juga menjadi bagian dari proses membangun suasana guyub, rukun, dan penuh kekeluargaan.
“Semangat inilah yang perlu terus dijaga. Perbedaan usia, latar belakang, pekerjaan maupun pandangan tidak seharusnya menjadi penghalang untuk tetap bersatu sebagai warga. Justru keberagaman tersebut merupakan kekuatan yang membuat kehidupan bermasyarakat menjadi lebih kaya dan dinamis,” ujarnya.
Pentas warok oleh warga RT04, Blanten juga memiliki pesan penting mengenai pelestarian budaya

Di tengah perkembangan zaman dan derasnya pengaruh budaya global, tradisi lokal perlu terus dikenalkan, dipelajari, dan diwariskan kepada generasi muda.
Ditemui di lokasi acara, Ketua Pembina Paguyuban Warok RT04, Slamet Asnawi mengatakan, budaya nusantara bukan sekadar pertunjukan atau pakaian tradisional.
Di dalamnya terdapat nilai sejarah, identitas, filosofi, kebersamaan, keberanian, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap kehidupan bermasyarakat.
Menurut Slamet, keterlibatan seluruh warga lintas generasi dalam pentas warok menjadi sangat berarti karena proses pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan menjaga bentuk keseniannya.
Jauh lebih penting adalah, memastikan nilai-nilai yang terkandung di dalam budaya tersebut tetap dipahami dan dihidupkan oleh generasi berikutnya.
“Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mengenal budaya sebagai sesuatu yang berasal dari masa lalu, tetapi memahami bahwa budaya merupakan bagian dari identitas yang dapat terus dikembangkan dan diwariskan di masa depan,” kata Slamet.
Ditegaskan Slamet, pentas warok dalam peringatan kemerdekaan bukan semata-mata menampilkan gerakan, kostum, atau atraksi seni.
“Di balik pertunjukan tersebut terdapat pesan moral agar masyarakat senantiasa memiliki keberanian untuk berbuat baik, menjaga kehormatan, memegang tanggung jawab, dan melindungi kebersamaan,” tambahnya.
Ketua Pelaksana 17-an RW08, Miswanto mengatakan, momentum peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI ini diharapkan tidak berhenti pada kemeriahan satu hari.
Semangat gotong royong, persatuan, kepedulian, dan pelestarian budaya hendaknya terus menjadi bagian dari kehidupan warga RW 08 Desa Nyatnyono.
“Melalui kegiatan sederhana yang dilaksanakan bersama, masyarakat dapat terus merawat nilai-nilai yang menjadi kekuatan bangsa: persatuan, gotong royong, toleransi, kecintaan terhadap budaya, serta kepedulian terhadap sesama,” pungkas Miswanto.***
