
Oleh : Akhmad Sururi
Korps Muballighoh Dewan Masjid Indonesia ( DMI) merupakan badan otonom yang melaksanakan fungsi dakwah dari komunitas perempuan. Di Kabupaten Brebes secara formal kepengurusan Korps Muballighoh sudah dilantik dan dikukuhkan oleh Pimpinan Pusat Korps Muballighoh DMI pada hari Selasa, 18 Agustus 2026 di gedung GOW Kab Brebes.
Ada pesan yang sangat penting untuk Korps Muballighoh DMI Kab Brebes tentang dakwah yang berdampak terhadap kebijakan pemerintah. Pesan tersebut disampaikan oleh H Musyaffa, Lc selaku dewan Pakar Korps Muballighoh DMI Kab Brebes. Dirinya sangat berharap agar pola dakwah yang dikembangkan oleh Korps Muballighoh menyentuh kebijakan pemerintah agar berpihak kepada kepentingan rakyat secara umum.
Menyikapi pesan tersebut tentang bukan hal sulit bagi korps Muballighoh DMI Kab Brebes. Kepengurusan dengan lintas profesi dan strata pendidikan yang sebagian menengah ke atas menjadi modal kekuatan dalam dakwah ke arah atas atau instansi pemerintah. Dakwah ke bawah dengan segmentasi orang umum sudah sering dilakukan oleh para Bu Nyai Muballighoh yang biasa manggung di tempat tempat pengajian. Yang sangat jarang adalah dakwah menyuarakan kepentingan rakyat kepada pemerintah.
Lantas seperti apa dakwah kepada pemerintah? Imam Ghazali memiliki wasiat kepada para penguasa atau pemerintah. Wasiat atau pesan tersebut merupakan substansi dakwah dalam mengajak kebenaran dan keadilan. Disinilah dibutuhkan ruang untuk berkolaborasi dengan beberapa pihak dalam menyusun pola dakwah kepada pemerintah.
Tentu metode dakwah kepada pemerintah berbeda dengan dakwah untuk masyarakat umum. Dakwah kepada pemerintah yang menyentuh terhadap area kebijakan dibutuhkan pengetahuan yang komprehensif tentang kebijakan tersebut.Sehingga pesan dakwah tersebut dapat berdampak. Hal ini sangat penting karena eksistensi Korps Muballighoh sebagai entitas masyarakat memiliki daya dorong kepada pemerintah dalam mewujudkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat.
Isu tentang keadilan, korupsi, pembangunan, pendidikan, ekonomi dan kesehatan sesungguhnya menjadi tema central dakwah yang ditujukan kepada pemerintah. Disaat yang sama Korps Muballighoh diharapkan menguasai problem dari isu isu tersebut ditambah dengan penyajian data yang kongkrit. Sehingga bisa memberikan peringatan kebenaran sekaligus menawarkan solusi.
Lebih dari itu tentu kehadiran dakwah Korps Muballighoh dengan prinsip yang menyejukkan dengan penuh kesantunan. Karena sesungguhnya dakwah itu mengajak agar berdampak, bukan melawan atau konfrontasi terhadap kebijakan pemerintah. Hadirnya komunitas perempuan dalam Korps Muballighoh diharapkan memberikan makna kepada masa depan bangsa.
