
Kepala SMA NU Al Fattah Tegalgandu Kec. Wanasari Kab. Brebes, Rikhatul Unim, S. Pd., Gr. berkomitmen untuk mewujudkan anak didiknya menjadi generasi yang cerdas dalam literasi. Hal tersebut searah dengan pilar dalam visi SMA NU Al Fattah, “Unggul dalam Prestasi,Cerdas Berliterasi dengan Karakter yang Kuat”. Visi ini mendorong warga sekolah khususnya guru dan murid untuk bersama mewujudkan dengan merumuskan misi.
“Mewujudkan cerdas berliterasi berangkat dari memperkuat budaya membaca dan menulis. Keduanya menjadi kunci dalam membuka kecerdasan dalam literasi. Lebih dari itu, tentu kompetensi untuk mengolah informasi yang dibaca juga merupakan bagian dari indikasi cerdas dalam literasi. Sesungguhnya literasi tidak berhenti pada membaca dan menulis. Hari ini literasi digital juga menjadi kebutuhan sekaligus kompetensi yang harus dimiliki oleh generasi Z”, kata Umik Unim, panggil akrab Kepala SMA NU Al Fattah Tegalgandu.
Umik Unim mengungkapkan bahwa dalam rangka mengimplementasikan visi dan misi tersebut dirinya telah merumuskan program kegiatan dalam satu tahun pelajaran. Program intrakurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler telah dirumuskan oleh tim pengembang kurikulum. Semuanya berpadu pada visi dan misi SMA NU Al Fattah Wanasari.
Sebagai daya dukung untuk penguatan literasai digital, Yayasan Al Fattah sudah menyediakn laboratorium komputer lengkap dengan jaringan internetnya.
“Era teknologi digital hari ini kita tidak boleh ketinggalan, begitu juga anak-anak yang hari ini disebut dengan Gen Z. Mereka dalam keseharian lebih banyak pegang gadget atau HP. Meski demikian kami juga membatasi anak-anak dalam menggunakan HP di lingkungan sekolah. Hal ini kami lakukan agar mereka berfokus pada pembelajaran selama jam sekolah. Dengan demkian mereka akan lebih berkonsetrasi saat mengikuti pembelajaaran di ruang kelas.” Lanjut Kepala SMA Swasta termuda se-Kab Brebes.
Selaku Alumni Pesantren dirinya juga selalu menekankan bahwa membangun literasi yang penuh adab sangat penting. Bukan sekedar yang penting bisa menulis dan membaca, tapi apa yang dibaca dan ditulis harus sesuai dengan norma agama. Landasan beragama dalam berliterasi akan menjadi tulisan yang berdampak kepada pahala dan sebagai bagian dari dakwah menebarkan kebaikan.
“Fasilitas sarana dan prasarana untuk mendukung program penguatan literasai sudah sangat cukup. Sumber Daya Manusia (SDM) di lingkungahn Yayasan Al Fattah juga menjadi daya dukung utama. Oleh karena itu komitmen kita bersama untuk penguatan literasi menjadi prioritas utama yang akan kita kembangkan untuk kemajuan di SMA NU Al Fattah”. pungkas Umik Unim.
