
Oleh : Akhmad Sururi
Ada cerita yang menarik saat Pelantikan Pimpinan Daerah Perhimpunan Remaja Masjid ( PRIMA) Dewan Masjid Indonesia pada hari Senin 10 Agustus 2028 di GOW Brebes Jl Ahmad Yani. Cerita tersebut disampaikan oleh Dewan Pakar PD Prima Kab Brebes, H.Musyaffa,Lc. Di hadapan para remaja PD PRIMA dirinya berkisah seorang pemuda dengan suara lantang menyuarakan nasib masyarakatnya di hadapan pemerintah dalam hal ini Menteri Pertanian.
Pemuda asal Kabupaten Alor yang viral karena keberaniannya menyuarakan aspirasi rakyat kecil adalah Adriano Jeconia Padama (akrab disapa Dede), seorang mahasiswa baru Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Diponegoro (Undip) asal Alor, Nusa Tenggara Timur.
Dirinya berhadapan dengan Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman saat kunjungan Menteri di Undip. Dalam kesempatan tersebut pemuda asal Alor menyampaikan nasib orang orang di daerahnya yang merasakan sulit membeli beras karena harga yang melambung tinggi.
Berkat suara pemuda tersebut dalam menyampaikan aspirasi masyarakat daerah nya akhirnya Menteri Pertanian berkunjung langsung di lapangan dan menginstruksikan kepada Bulog setempat untuk menjual beras sesuai dengan harga standar nasional. Ini sungguh luar biasa, satu pemuda berbicara bisa berdampak kepada seluruh masyarakat di Kab Alor NTT.
Fakta ini menjadi salah satu contoh pergerakan pemuda yang memiliki sensitivitas terhadap nasib rakyat dan menyuarakan kepada pemerintah untuk mendapatkan perlakuan yang adil terkait dengan harga pangan. Gambaran ini bisa menjadi catatan penting untuk PD PRIMA Kab Brebes agar bisa menyuarakan nasib rakyat Brebes.
Sebagai badan otonom di lingkungan DMI, kehadiran PD PRIMA akan menjadi motor penggerak sosial keagamaan berbasis masjid. Disini tentu akan menyambungkan kehidupan beragama dengan simbol masjid dengan kebijakan pemerintah Daerah sebagai eleman sebuah negara . Sesungguhnya agama dan negara laksana dua sisi mata uang. Negeri ini membutuhkan orang beragama. Dan orang yang beragama membutuhkan negara dalam menjalankan kehidupan beragama.
Kehadiran kader muda dalam barisan PRIMA akan memperkuat moralitas dan mental remaja masjid dalam menghadapi dinamika global dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Moralitas dah mental keagamaan menjadi basis utama disamping harus memiliki kompetensi yang cukup untuk menghadapi berbagai tantangan zaman.
Mental keagamaan berbasis masjid harus menjadi pondasi utama dengan menggerakkan pontensi keumatan dalam dakwah, pendidikan, sosial, budaya dan politik dalam bingkai semangat mewujudkan umat sejahtera lahir dan batin. Sehingga langkah dan pergerakannya akan berdampak dalam kehidupan bermasyarakat.
Disinilah peran pemuda hadir untuk menggerakkan masjid bukan hanya kepada fungsi ibadah ritual akan tetap juga menjadikan pengembangan fungsi masjid dalam kehidupan sosial yang lebih luas. Dengan demkian masjid bukan hanya ramai pada sholat jumat atau sholat jamaah, akan tetapi masjid menjadi ramai setiap saat dengan berbagai kegiatan yang positif.
Untuk mewujudkan hal tersebut maka dibutuhkan sinergitas dengan beberapa lembaga swasta dan lembaga pemerintah. Disaat itulah program kedua lembaga tersebut bisa dikolaborasikan bersama dengan PD PRIMA DMI. Hal ini sangat penting, karena kehadiran PD PRIMA DMI dengan barisan pemudanya memiliki banyak potensi yang bisa digerakkan secara sinergis.
Akhirnya kita berharap besar kepada PD PRIMA DMI Kab Brebes untuk menggugah dan menggerakkan komunitas remaja masjid untuk memakmurkan masjid agar masyarakat juga dimakmurkan oleh masjid. Gerak dan langkah bersama dengan beberapa komponen di daerah akan bisa dirasakan oleh umat dalam kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara.
