
Dalam rangka meningkatkan kemampuan baca Qur’an, MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa menyelenggarakan program tadris Qur’an. Program tersebut dimulai sebelum jam tatap muka mata Pelajaran, selama kurang lebih satu jam. Kegiatan tersebut berlangsung secara khusus di mushola MI Sirojut Tholibin untuk kekas , 4, 5 dan 6 .Program tadris Qur’an secara khsusus diampu oleh Ustadzah Eva, alumni Pondok Pesanren Kudus.
“ Program tadris Qur’an sebagai persiapan awal menuju Tahfidz Juz Amma untuk lulusan MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa. Target untuk tiga tahun kedepan seluruh murid lulusan MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa sudah hafal Juz Amma atau Juz 30. Meski demkian kami berharapa akhi tahun pelajaaran 2026/2027 untuk kelah 6 ada yang sudah hafal Juz Amma, ‘ kata Akhmad Sururi selaku Kepala MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa saat ditemui ruang kerjanya, Rabu, 29 Juli 2026.
Sururi menegaskan bahwa anak anak perlu dibekali dengan membaca Qur;an dengan bacaan sesuai dengan tajwid . Karena biasanya kalau sudah besar malu untuk membaca Qur’an. Padahal Qur’an menjadi pedoman hidup orang Islam. Kemampuan membaca yang dipelihara sejak kecil diharapkan bisa terjaga sampai dewasa kelak. Tentu seiring bertambah usia anak anak nanti dilanjutakan kepada pemahamanan makna atau tafsir Qur’an.
“ Program tadris Qur’an dipilih dengan salah satu pertimbangan anak anak sudah memiliki bekan ngaji Qur’an di lingkungannya masing masing. Sehingga hadirnya program tadris Qur;an ini memperkuat kemampuan baca Qur’an mereka. Meski ada sebagiuan kecil yang masih memiliki kemampuan terbatas dalam membaca Qur’an, “ lanjut alumni Lirboyo angkatan tahun 2000.
Sururi mengungkapkan, untuk memperkuat program tesebut sekaligus sebagai langkah program berkelanjutan, dirinya berencana menghadirkan tutor atau nara sumber yang secara khusus akan memberikan pelatihan metode hafalan Qur’an. Pelatihan ini akan dilaksanakan dalam jangka dekat,sebagai bagian dari program peningkatan kapasitas tenaga pendidiik khususnya dalam bidang baca Qur’ an. Hal ini sangat penting karena untuk hafalan Qur’an dibutuhkan metode atau cara yang bisa mempercepat kemampuan hafalan terutama untuk anak anak usia MI.
“ Ada beberapa alumni dari MI Sirojut Tholibin yang melanjutkaj di Pondok Pesantren Tahfidzil Qur’an. Kalau di MI sudah memiliki modal hafalan juz 30 maka saat melanjutkan di Pondok Pesantren tinggal melanjutkan. Lebih dari itu kita berharap lulusan MI Sirojut Tholibin bisa menjaga hafalan Juz Amma nya dengan baik. Dengan menjaga Qur’an insya Alloh akhlaknya akan terjaga dan istiqomah menjalankan ajaran Islam dengan baik,” pungkas Akhmad Sururi
