
Salah satu anggota Fraksi PKB DPRD Kab Brebes, Nyai Nafisatul Khoeriyah menolak lima hari sekolah saat membahas rancangan Perda Penguatan Pendidikan Karakter di Kab Brebes. Penolakan tersebut beralasan karena penyelenggaraan penguatan pendidikan karakter dengan lima hari sekolah justru akan memberangus pendidikan Madrasah Diniyah Takmilliyah dan TPQ yang dilaksanakan pada sore hari. Hal tersebut tentu tidak sejalan dengan salah satu prinsip atau nilai utama pendidikan karakter yaitu religius.
” Selaku penyambung aspirasi umat khususnya dari komunitas Madrasah Diniyah Takmilliyah saya sudah menyampaikan sebuah tegas bahwa lima hari sekolah akan memberangus pendidikan Madin yang selama ini sudah berjalan. Padahal MDT menjadi garda terdepan dalam memperkuat pendidikan karakter, karena didalamnya mengajarkan karakter keagamaan. Oleh karena itu munculnya perda penguatan pendidikan karakter justru harus semakin memperkuat pendidikan MDT dan TPQ ( Taman Pendidikan Quran), ” kata Umi Nafis sapaan akrab Nyai Nafisatul Khoeriyah anggota pansus Raperda Penguatan Pendidikan karakter dari fraksi PKB saat beberapa waktu yang lalu disela sela kegiatan Halaqoh di Pondok Pesantren Al Fattah Tegalgandu Kec Wanasari Kab Brebes.
Lebih lanjut Pengasuh Pondok Pesantren As Syamsuriyyah mengungkapkan bahwa dirinya bersama dengan anggota Fraksi PKB mendapatkan amanah dari Kyai dan Ulama di Kab Brebes agar menolak lima hari sekolah. Selama lima hari sekolah yang berlaku untuk SMA Negeri justru tidak digunakan untuk kegiatan yang positif. Oleh karena itulah Gubernur Jateng akan menerbitkan surat edaran untuk mengembalikan enam hari sekolah.
Selaku Ketua Pansus 8 Raperda Penguatan Pendidikan karakter Akhmad Ghufron Haryanto juga menegaskan bahwa perihal lima hari disekolah dalam draft Raperda tersebut sudah dihapus. Ini artinya bahwa penguatan pendidikan karakter tidak ada opsi lima hari sekolah tapi tetap dijalankan 6 hari. Sehingga dengan demikian tetap memberikan ruang untuk MDT dan TPQ melaksanakan pembelajaran di sore hari. Bagaimanapun juga MDT dan TPQ menjadi eksistem pendidikan yang menjadi pilar dalam penguatan pendidikan karakter.
Sementara itu Akhmad Sururi selaku Ketua DPC FKDT Kab Brebes menghaturkan terima kasih kepada Umi Nafis selaku anggota legislatif yang telah memperjuangkan aspirasi dari komunitas MDT terkait dengan penolakan lima hari sekolah. Kehadiran MDT sesungguhnya sangat penting dalam memperkuat pendidikan karakter generasi. Oleh karena pemerintah daerah harus benar benar hadir untuk bersama memperkuat pendidikan MDT.
