
Insiden tawuran remaja beberapa kali di Brebes yang menelan korban tewas memunculkan Keterpanggilan nurani beberapa elemen masyarakat. Tak terkecuali komunitas nahdliyin dari barisan remaja dan pelajar tergabung dalam PAC IPNU Kec Wanasari merasa ikut terpanggil untuk mengatasi persoalan tawuran remaja atau pelajar. Sebagai pimpinan PAC IPNU ( Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama ), rekan Irham memohon kepada jajaran Pengurus MWCNU Wanasari untuk bersama sama secara kolaboratif melakukan tindakan preventif tawuran remaja dengan turun ke ranting NU se Kec Wanasari. Hal tersebut disampaikan saat Rakor MWCNU Wanasari bersama badan otonom, Ahad 24 Mei 2026 di kantor MWCNU Wanasari Jl Pemuda Komplek SMK Maarif NU 01 Wanasari desa Pesantunan Kec Wanasari Kab Brebes.
Menanggapi hal tersebut Sekretaris MWCNU Wanasari Akhmad Sururi mengatakan siap untuk mendampingi IPNU dan IPPNU Kec Wanasari dalam upaya melakukan tindakan pencegahan kenakalan remaja termasuk tawuran dan lainnya. Sebagai warga nahdliyin juga merasa prihatin dengan remaja hari ini yang sering tawuran dan melakukan tindakan kriminalitas lainnya.
” Langkah merekrut remaja untuk ikut gabung di IPNU dan IPPNU menjadi sangat penting. Oleh karena itu kami akan segera kordinasi dengan ranting NU se Kec Wanasari untuk memperkuat barisan IPNU dan IPPNU di desa desa. Beberapa desa yang sudah vacum agar segera dihidupkan kembali dengan pendekatan kepada komunitas remaja melalui ranting NU, ” kata Akhmad Sururi sesaat setelah Rakor bersama dengan badan otonom.
Beberapa hari sebelum Sururi selaku Sekretaris MWCNU telah berkoordinasi dengan Kapolsek Wanasari terkait dengan tempat tempat yang rawan tindakan kriminal, termasuk di jalan perbatasan Jagalempeni dan Suwunkuk. Tempat tersebut sudah dilakukan patroli atas laporan dari beberapa pemerintah Desa. Saat ini lokasi tersebut sudah aman. Meskipun demikian kita tetap harus waspada. Karena bisa jadi minggu minggu ini aman tapi berikutnya bisa muncul kembali. Prinsipnya Kapolres siap bersinergi dengan warga masyarakat, termasuk NU untuk mengatasi berbagai tindakan kriminalitas juga tindakan pencegahanya.
Menyinggung tentang kenakalan remaja hari ini, Sekretaris MWCNU Wanasari meminta kepada PAC IPNU dan IPPNU untuk segera turun ke desa desa menghidupkan kegiatan ranting IPNU dan IPPNU. Mereka mayoritas anak anaknya orang NU, maka mestinya ikut organisasi IPNU untuk putra dan IPPNU untuk perempuan.
IPNU dan IPPNU menjadi wadah komunitas remaja dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat.
Kajian sosiologis tentang kenakalan remaja hari ini menurut Sururi sangat penting untuk menemukan solusi yang tepat dan bermanfaat. Ada beberapa faktor yang menjadikan mereka masuk di area kenakalan remaja. Faktor tersebut antara lain minimnya pengetahuan agama yang dimiliki oleh mereka. Perhatian orang tua yang kurang dan lingkungan pergaulan juga menjadi faktor penyebab kenakalan remaja.
Sururi menambahkan bahwa medsos juga berpengaruh terhadap munculnya kenakalan remaja. Hal ini terbukti beberapa daerah kasus tawuran dimulai dari ujaran kebencian di medsos bahkan ada grup di media sosial tawuran remaja. Oleh karena itu kehadiran IPNU dan IPPNU di tengah komunitas remaja sangat diharapkan bisa menekankan potensi munculnya kenakalan remaja dengan mengedukasi mereka.
