By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Khutbah
  • Kolom
    • Artikel
  • Profil
    • Lembaga
    • Tokoh
Reading: Hukum Meninggalkan Shalat, Doa untuk Non-Muslim, hingga Batasan Toleransi
Share
Font ResizerAa
Search
  • Beranda
  • Berita
  • Khutbah
  • Kolom
    • Artikel
  • Profil
    • Lembaga
    • Tokoh
Have an existing account? Sign In
Follow US
Home » Blog » Hukum Meninggalkan Shalat, Doa untuk Non-Muslim, hingga Batasan Toleransi
Uncategorized

Hukum Meninggalkan Shalat, Doa untuk Non-Muslim, hingga Batasan Toleransi

Saifudin
Last updated: November 19, 2025 10:50 pm
Saifudin
Published: November 19, 2025
Share
SHARE

SEMARANG – nuonline.com – Kajian Fiqih Ibadah yang digelar pagi ini di Masjid Islamic Centre Jawa Tengah menghadirkan Dr. KHM. Syaifuddin, MA sebagai pemateri. Dengan peserta sekitar 50 jamaah di masjid dan pemirsa yang mengikuti secara daring, kajian berjalan khidmat dengan pembahasan yang cukup mendalam terkait persoalan ibadah, akidah, dan kehidupan sosial seorang muslim.

Meninggalkan Shalat dan Konsekuensinya

Dalam pemaparannya, Dr. Syaifuddin menjelaskan bahwa meninggalkan shalat termasuk persoalan serius dalam hukum Islam. Beliau menyampaikan bahwa menshalatkan jenazah seseorang yang ketika hidup tidak pernah shalat tidak diperkenankan, kecuali ia sempat bertaubat sebelum meninggal.

Lebih jauh, beliau mengingatkan bahwa kasus murtad membawa konsekuensi yang jauh lebih besar. “Ketika seseorang murtad, maka seluruh ibadah seperti shalat, puasa, dan hajinya gugur. Warisnya tidak bisa diteruskan kepada keturunannya, bahkan sembelihannya pun tidak sah,” jelasnya.

Menurutnya, kedudukan orang musyrik dalam konteks fikih berada pada posisi yang lebih rendah dibanding ahli kitab (Yahudi dan Nasrani), karena sembelihan ahli kitab masih dianggap sah sementara musyrik tidak. Ia juga mencontohkan fenomena di Suriah, di mana sebagian orang merasa bangga tidak shalat selama 40 tahun karena salah memahami ayat tentang beriman dan beramal baik.

Hukum Mendoakan Non-Muslim

Dr. Syaifuddin kemudian menyinggung tentang batasan mendoakan non-muslim. Ia menegaskan bahwa seorang muslim boleh mendoakan kesehatan, keselamatan, dan kesuksesan duniawi bagi non-muslim, termasuk kerabat dan kolega kerja.

Namun, beliau meluruskan bahwa yang tidak diperbolehkan adalah mendoakan agar dosa mereka diampuni atau mensholatkan jenazah non-muslim.

Toleransi Antarumat Beragama dan Batasannya

Menjawab pertanyaan Pak Multazam tentang toleransi, Dr. Syaifuddin menyampaikan bahwa toleransi berbeda dengan hukum. “Yang semestinya tidak boleh, tidak bisa dibuat menjadi boleh. Toleransi itu antarumat beragama, bukan antaragama,” tegasnya.

Beliau mencontohkan:

Idul Fitri memiliki dua sisi: ritual (shalat Id) dan budaya (salam-salaman, makan bersama).

Natal pun memiliki sisi budaya dan sisi ritual. “Seorang muslim boleh menghadiri atau berinteraksi pada ranah budaya, bukan ritual,” ujarnya.

Sebagai ilustrasi, ia mengatakan bahwa setelah shalat Idulfitri, jika takmir mengundang tetangga non-muslim untuk berkumpul, saling memaafkan, atau makan bersama, hal tersebut diperbolehkan.

Pesan Tasawuf: Hati-Hati dalam Menghakimi Keimanan

Dalam penutup kajian, Dr. Syaifuddin mengangkat sudut pandang tasawuf:
“Jika seseorang bersahabat dengan muslim selama 40 tahun, namun berpisah pada akhir hayatnya, ia tidak berhak memastikan bahwa sahabatnya wafat dalam keadaan beriman. Sebaliknya, jika seseorang memiliki teman non-muslim selama puluhan tahun, ia pun tidak bisa memastikan bahwa temannya wafat dalam keadaan kafir—bisa jadi ia taubat beberapa menit sebelum meninggal.”

Pesan ini mengingatkan umat agar tetap berhati-hati dalam menilai akhir hidup seseorang dan selalu mengedepankan adab serta kerendahan hati.

Upaya Syiar Remaja Masjid

Meskipun jamaah yang hadir di lokasi sekitar 50 orang, panitia menyampaikan bahwa pemirsa daring terus berkembang. Remaja masjid secara aktif melakukan pergerakan kecil untuk menyebarkan syiar dan menumbuhkan minat masyarakat terhadap kajian Islam.

You Might Also Like

Doa Adalah Puncak Kasih Sayang: Gus Baha Ingatkan, Jangan Egois Saat Berdoa di Malam Tahajud
Memahami Makna Syubhat: Batas Antara Halal dan Haram dalam Pandangan Islam
Cara Melancarkan Rezeki Menurut Gus Baha: Baca Doa Ini Setiap Hari, InsyaAllah Hidup Penuh Keberkahan
Mbah Moen Ungkap Rahasia Dahsyat Doa Istri: Bukan Sekadar Harapan, Tapi Kekuatan Spiritual yang Mengubah Hidup Suami!
Ringkasan Kajian Masjid Islamic CentreOleh: Dr. KH. Multazam Ahmad, MA
Share This Article
Facebook Email Print
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories

  • ES Money
  • U.K News
  • The Escapist
  • Insider
  • Science
  • Technology
  • LifeStyle
  • Marketing

About US

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

Subscribe US

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?