Lebaran di PPFF: Momen Penuh Barokah Santri Muqim Bersama Kyai & Bu Nyai

Ramadhan telah berlalu, meninggalkan harapan semoga kita dapat bertemu dengan Ramadhan di tahun-tahun yang akan datang. Kini, hari kemenangan pun tiba. Tepat pada hari Sabtu, 21 Maret 2025 / 1 Syawal 1447 H, umat Islam di seluruh penjuru dunia merayakan hari kemenangan dengan penuh suka cita, tak terkecuali santri muqim Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (PPFF) Pesantren Bilingual Berbasis Karakter Salaf Semarang.

Hari istimewa ini diawali dengan shalat Ied berjamaah, diimami oleh Pendiri & Pengasuh PPFF DR. KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc., MA., diikuti Jamaah Pengajian, serta santri muqim yang istiqamah mendampingi Kyai dan Ibu Nyai. Dalam khutbahnya, Kyai Fadlolan menyampaikan bahwa Allah memerintahkan umat Islam, setelah selesai menjalankan ibadah puasa dibulan Ramdhan, tujuan akhirnya agar menjadi orang-orang yang bertaqwa. Sebagaimana Firman Allah SWT QS. Al-Baqarah ayat 183:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَععَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”.
Selain mencapai derahat bertaqwa, Allah SWT juga memberi pelajaran bagi setiap orang yang muttaqin bisa sampai derajat bersyukur kepada Allah SWT atas karunia nikmat hidayah iman, Islam, dan derajat taqwa:
Firman Allah SWT QS. Al-Baqarah ayat 185:
{ شَهۡرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِیۤ أُنزِلَ فِیهِ ٱلۡقُرۡءَانُ هُدࣰى لِّلنَّاسِ وَبَیِّنَـٰتࣲ مِّنَ ٱلۡهُدَىٰ وَٱلۡفُرۡقَانِۚ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ ٱلشَّهۡرَ فَلۡیَصُمۡهُۖ وَمَن كَانَ مَرِیضًا أَوۡ عَلَىٰ سَفَرࣲ فَعِدَّةࣱ مِّنۡ أَیَّامٍ أُخَرَۗ یُرِیدُ ٱللَّهُ بِكُمُ ٱلۡیُسۡرَ وَلَا یُرِیدُ بِكُمُ ٱلۡعُسۡرَ وَلِتُكۡمِلُوا۟ ٱلۡعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا۟ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمۡ وَلَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ }
Artinya: (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. [Surat Al-Baqarah: 185]
Kemudian Kyai Fadlolan juga menjelaskan siapa orang orang muttaqiin itu? Yaitu orang-orang yang disebutkan dalam Firman Allah SWT Ali Imron ayat 134:
الَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
“(yaitu) orang-orang yang mampu menginfakkan (hartanya), baik dalam keadaan kaya maupun miskin, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.”
Shalat Idul Fitri juga sebagai simbol rasa syukur kepada Allah SWT atas hari kemenagan ini. Usai shalat, suasana haru mengiringi mushafahah atau saling bersalaman dan bermaafan, dilanjutkan dengan ziarah makam As-Syahidah Ning Arina Sabiela Fadlolan.

Para santri muqim (santri yang lebaran di pesantren) juga mengabadikan momen spesial hari ini bersama Kyai Fadlolan dan Bu Nyai Hj. Fenty Hidayah, beserta Jama’ah Pengajian. Tentunya ini menjadi momen kebersaman yang sangat membahagiakan.
Rangkaian perayaan ditutup dengan ramah tamah di Ndalem Pengasuh, menikmati berbagai hidangan, seperti menu wajib lebaran yakni ketupat, lontong lauk opor ayam dan berbagai menu khas lebaran lainnya dalam suasana penuh kehangatan.
Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita sepanjang bulan Ramadhan, mengantarkan kita ke bulan Syawal dengan hati yang kembali fitrah, serta mempertemukan kita kembali dengan Ramadhan di tahun-tahun mendatang. Allahumma amin.
