
Bagi santri kelas 3 MA (Madrasah Aliyah) Al-Musyaffa’, Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (Pesantren Bilingual Berbasis Karakter Salaf) Semarang, Ilmu Mantiq bukan sekadar kurikulum, melainkan “alat” vital dalam membedah kebenaran. Di bawah bimbingan para asatidz, santri PPFF Semarang mendalami kitab fenomenal Matan al-Sullam al-Munawaraq karya Syaikh Abdurrahman bin Muhammad al-Akhdhari (Imam al-Akhdhari).
Sebagai Pesantren Bilingual Berbasis Karakter Salaf, Ilmu Mantiq (Logika) merupakan fan ilmu wajib yang bersanding dengan kitab-kitab lain seperti Fathul Qorib, Fathul Mu’in, Balaghah, dan Ushul Fiqh. Inilah yang membentuk corak intelektualitas santri PPFF Semarang: tajam dalam berlogika, namun tetap memegang tradisi salaf ash-sholih.
Hal ini sejalan dengan dawuh Imam al-Ghazali:
”Mantiq adalah mukadimah bagi segala ilmu. Siapa pun yang tidak menguasai Mantiq, maka keilmuannya tidak dapat dipercaya (diragukan keabsahannya).”
Maka, belajar Mantiq di PPFF Semarang bukan hanya soal teori, tapi ikhtiar menjaga akal agar selaras dengan syariat.


