
NUJATENG.COM- SEMARANG – Jumat petang, (6/2) , di Meeting Room Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (PPFF) Semarang dipenuhi denyut semangat Tim Media PPFF.
Di ruang itu, para santri bersiap menajamkan pena dan pikiran, mengikuti sesi latihan menulis berita bersama Pak Ali Arifin – wartawan senior yang telah berulang kali membersamai proses belajar mereka.
Memasuki pertemuan keempat, antusiasme tak sedikit pun meredup; justru semakin menguat.
Selama beberapa jam, para santri larut dalam proses merangkai berita dari titik awal hingga layak tayang.
Mereka belajar memilih topik yang bernilai, menyusun lead yang memikat, serta merajut alur berita agar mengalir runtut dan berimbang.
Tak berhenti pada menulis, mereka juga dikenalkan pada pengelolaan portal berita melalui sistem content manajement system (CMS), sehingga setiap karya yang lahir tak hanya tersimpan di lembar latihan, tetapi dapat langsung menyapa pembaca luas.
Suasana pelatihan terasa hidup. Diskusi mengalir, pertanyaan bergulir, dan praktik dilakukan dengan penuh kesungguhan.
Di balik canda dan tawa, tampak keseriusan para santri menyerap ilmu jurnalistik—sebuah pengalaman yang memberi warna baru di tengah keseharian pesantren. Kegiatan ini sejalan dengan arahan Pendiri dan Pengasuh PPFF, DR. KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc., MA., bahwa santri tak cukup hanya piawai mengaji, tetapi juga harus tumbuh sebagai pribadi yang multitalenta.

Melalui latihan ini, PPFF berikhtiar membentuk Tim Media yang tidak hanya terampil menulis, tetapi juga cakap mengelola informasi dan menyebarkannya secara bijak serta positif.
Para peserta yang berasal dari berbagai angkatan menjadi bukti bahwa generasi muda PPFF tengah dipersiapkan dengan keterampilan kreatif dan kritis—bekal berharga untuk berkontribusi nyata bagi masyarakat luas. (Umma)***
Leave a Reply