By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Khutbah
  • Kolom
    • Artikel
  • Profil
    • Lembaga
    • Tokoh
Reading: Menguak Rahasia Tajalli: Bisakah Cahaya Ilahi Hadir di Tengah Hidup Modern yang Penuh Hiruk-Pikuk?
Share
Font ResizerAa
Search
  • Beranda
  • Berita
  • Khutbah
  • Kolom
    • Artikel
  • Profil
    • Lembaga
    • Tokoh
Have an existing account? Sign In
Follow US
Home » Blog » Menguak Rahasia Tajalli: Bisakah Cahaya Ilahi Hadir di Tengah Hidup Modern yang Penuh Hiruk-Pikuk?
Menguak Rahasia Tajalli: Bisakah Cahaya Ilahi Hadir di Tengah Hidup Modern yang Penuh Hiruk-Pikuk?
Artikel

Menguak Rahasia Tajalli: Bisakah Cahaya Ilahi Hadir di Tengah Hidup Modern yang Penuh Hiruk-Pikuk?

Dwi Widiyastuti
Last updated: November 15, 2025 2:13 am
Dwi Widiyastuti
Published: November 15, 2025
Share
Menguak Rahasia Tajalli: Bisakah Cahaya Ilahi Hadir di Tengah Hidup Modern yang Penuh Hiruk-Pikuk?
SHARE

NUJATENG.COM – Di tengah gaya hidup modern yang cepat, penuh tekanan, dan berorientasi material, banyak orang merasakan kekosongan batin yang sulit dijelaskan. Dalam tradisi tasawuf, kondisi batin seperti ini sesungguhnya dapat dijawab melalui konsep tajalli proses spiritual ketika cahaya Ilahi hadir dan menerangi hati seseorang.

Contents
Tahapan Menuju Tajalli1. Takhalli Membersihkan Hati dari Sifat Buruk2. Tahalli Menghiasi Diri dengan Akhlak Terpuji3. Tajalli Hadirnya Cahaya Ilahi dalam HatiBagaimana Tajalli Dipraktikkan di Era Modern?Praktik Tajalli dalam KeseharianTajalli sebagai Jawaban atas Kekosongan Manusia Modern

Secara etimologis, tajalli berarti “penampakan” atau “manifestasi”. Dalam praktik tasawuf, istilah ini merujuk pada tersingkapnya cahaya keimanan dalam hati seorang hamba setelah melalui perjalanan penyucian diri. Haidar Putra Daulay, Zaini Dahir, dan Chairul Azmi Lubis dalam jurnal Pandawa (2021) menyebut tajalli sebagai fase ketika nur ghaib memancar, melahirkan akhlak mulia dan kebiasaan amal saleh yang tumbuh dari keimanan mendalam.

Konsep ini juga didukung para sufi klasik seperti Ibnu ‘Arabi, Al-Ghazali, dan Al-Jili yang menegaskan bahwa tajalli merupakan penampakan hakikat Ilahi melalui ciptaan-Nya. Alam, manusia, dan segala peristiwa bukan hanya rangkaian kejadian fisik, tetapi cermin tempat Allah menampakkan kebesaran-Nya.

Tahapan Menuju Tajalli

1. Takhalli Membersihkan Hati dari Sifat Buruk

Tajalli tidak muncul begitu saja. Prosesnya dimulai dengan takhalli, yakni mengosongkan diri dari sifat yang merusak: sombong, dengki, riya, cinta dunia, dan segala hal yang mengotorinya. Tahap ini ibarat membersihkan lahan sebelum ditanami.

2. Tahalli Menghiasi Diri dengan Akhlak Terpuji

Tahap berikutnya ialah tahalli, yaitu mengisi diri dengan sifat-sifat terpuji seperti sabar, ikhlas, tawakal, kasih sayang, dan kelembutan. Tahalli adalah proses merawat “tanaman kebaikan” agar tumbuh subur.

3. Tajalli Hadirnya Cahaya Ilahi dalam Hati

Barulah setelah dua tahap tersebut dijalani, seseorang memasuki fase tajalli. Imam Al-Qusyairi menyebutnya sebagai:
“Tersingkapnya cahaya kebenaran dalam hati seorang murid.”

Pada tahap ini, seseorang menyadari bahwa dirinya bukan pusat dari segala sesuatu. Segala peristiwa dipandang sebagai bagian dari kehendak Allah. Yang tampak hanyalah keabadian Ilahi, sementara semua selain-Nya bersifat fana.

Bagaimana Tajalli Dipraktikkan di Era Modern?

Meski terkesan mistis, konsep tajalli ternyata sangat relevan untuk kehidupan masa kini. Ketika seseorang mampu “melihat Allah” dalam tiap momen, hidup akan terasa lebih damai dan terarah.

Praktik Tajalli dalam Keseharian

  • Dalam bekerja: seseorang melihat pekerjaannya sebagai amanah Ilahi, bukan sekadar mencari penghasilan.
  • Saat menghadapi cobaan: musibah dipahami sebagai bentuk ujian Allah untuk menguji keikhlasan.
  • Saat menikmati alam: keindahan yang dilihat menjadi jalan untuk semakin mengenal kebesaran Allah.
  • Dalam relasi sosial: setiap orang dipandang sebagai manifestasi kasih Allah sehingga melahirkan empati dan kebaikan.

Latihan penting untuk membuka pintu tajalli antara lain muraqabah (kesadaran bahwa Allah selalu hadir), dzikir, dan terus-menerus menata niat.

Tajalli sebagai Jawaban atas Kekosongan Manusia Modern

Pada akhirnya, tajalli bukan sekadar konsep metafisis, melainkan pengalaman spiritual yang menguatkan tauhid serta menjernihkan hati. Di dunia yang penuh distraksi, tajalli menolong manusia menemukan makna: melihat Tuhan di balik layar kehidupan sehari-hari dalam pekerjaan, hubungan, bahkan penderitaan.

Tajalli bukan membuat seseorang menjauh dari dunia, melainkan menempatkan dunia pada posisinya yang tepat: sebagai jalan untuk mengenal Allah.***

Disclaimer: Artikel ini sudah terbit di nuonline.id dengan judul: Praktik Konsep Tajalli dalam Tasawuf di Hari Ini

You Might Also Like

Perlu Kita Ketahui Rahasia Doa Langit, Asma Allah yang Paling Agung Agar Hajat Cepat Terkabul
Buah Kebaikan Walaupun Hanya Menyingkirkan Gangguan dari Jalan Amalan Kecil, Pahala Besar
Waspada Flexing Ibadah: Saat Pahala Hilang karena Pencitraan di Media Sosial
Ternyata Al-Qur’an Sudah Lama Memberi Peringatan Keras Soal Kerusakan Lingkungan: Begini Penjelasan Lengkapnya
Kisah Juhainah, Harapan Terakhir dari Neraka & Bukti Luasnya Rahmat Allah
TAGGED:ilmu tasawufpendidikan islamspiritualitas islamtajallitasawuf
Share This Article
Facebook Email Print
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories

  • ES Money
  • U.K News
  • The Escapist
  • Insider
  • Science
  • Technology
  • LifeStyle
  • Marketing

About US

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

Subscribe US

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?