Hati-Hati dalam Berdoa! Gus Baha Ungkap Bahaya “Doa Kriminal” yang Tak Sesuai Tuntunan Nabi
3 mins read

Hati-Hati dalam Berdoa! Gus Baha Ungkap Bahaya “Doa Kriminal” yang Tak Sesuai Tuntunan Nabi

NUJATENG.COM – Dalam Islam, doa adalah bentuk ibadah paling pribadi dan mulia. Melalui doa, seorang hamba berkomunikasi langsung dengan Sang Pencipta, menyampaikan harapan, keluh kesah, dan permohonan hidupnya.

Namun, tidak semua doa otomatis baik atau benar. KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang akrab disapa Gus Baha memberikan nasihat penting agar umat Islam berhati-hati dalam menyusun doa.

Dalam sebuah pengajian yang diunggah di kanal YouTube @Menikmatihalal, beliau mengungkapkan fenomena banyaknya orang yang merangkai doa sesuai keinginan pribadi tanpa memikirkan dampak sosial dan nilai moralnya.

Menurut Gus Baha, jenis doa seperti itu bisa disebut sebagai “doa kriminal” doa yang secara tidak sadar bisa merugikan atau menyulitkan orang lain ketika benar-benar dikabulkan oleh Allah SWT.

Gus Baha: Jangan Egois dalam Berdoa, Pikirkan Dampaknya untuk Orang Lain

Dalam ceramahnya, Gus Baha mencontohkan sebuah doa yang sekilas terdengar mulia:

“Ya Allah, jadikan aku orang kaya yang punya 10.000 karyawan.”

Doa ini tampak positif karena seolah menggambarkan niat menciptakan lapangan kerja. Namun Gus Baha mengajak jamaahnya untuk melihat dari sisi yang lebih dalam.

“Kalau doa itu dikabulkan, berarti harus ada 10.000 orang yang menjadi buruhmu,” ujarnya.

Artinya, doa tersebut berpotensi menciptakan ketimpangan sosial baru jika tidak dibarengi dengan niat dan tanggung jawab moral. Gus Baha mengingatkan bahwa banyak orang berdoa dengan ambisi pribadi, bukan karena ingin memberi manfaat kepada sesama.

Contoh Doa yang Terdengar Baik, Tapi Salah Makna

Contoh lain yang disampaikan Gus Baha adalah doa:

“Ya Allah, jadikan aku orang kaya yang ngopeni 1.000 anak yatim.”

Sekilas doa ini tampak sangat mulia. Namun, Gus Baha menegaskan bahwa jika doa itu benar-benar dikabulkan, maka secara tidak langsung harus ada 1.000 anak yang kehilangan ayahnya.

“Artinya, kamu minta jadi dermawan tapi dengan syarat ada yang tertimpa musibah,” kata Gus Baha sambil tersenyum dalam ceramahnya.

Inilah yang disebut doa tanpa pertimbangan sosial. Sebuah doa yang tidak memikirkan konsekuensi di balik maknanya, sehingga meskipun niatnya terlihat baik, hasilnya bisa justru menyakiti orang lain.

Ikuti Tuntunan Nabi: Doa yang Aman, Penuh Barokah, dan Tidak Merugikan

Gus Baha kemudian menekankan bahwa cara terbaik dalam berdoa adalah mengikuti tuntunan Rasulullah SAW. Doa-doa yang diajarkan Nabi sudah pasti aman, penuh hikmah, dan membawa kebaikan untuk semua.

Dalam hadis disebutkan bahwa Rasulullah sering berdoa dengan kalimat-kalimat yang lembut, penuh kasih, dan menyeluruh, seperti:

“اللهم آتنا في الدنيا حسنة، وفي الآخرة حسنة، وقنا عذاب النار.”
‘Ya Allah, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari siksa neraka.’

Doa seperti ini, kata Gus Baha, tidak merugikan siapa pun dan mencakup semua aspek kehidupan dunia dan akhirat.

Pesan Moral: Bijaklah dalam Meminta, Karena Doa Bisa Menjadi Ujian

Nasihat Gus Baha menjadi pengingat agar umat Islam tidak egois dalam berdoa. Doa bukan sekadar permintaan pribadi, tetapi juga bentuk tanggung jawab spiritual. Sebelum berdoa, pertimbangkan dampaknya bagi diri sendiri dan orang lain.

Kadang, sesuatu yang kita anggap baik belum tentu benar-benar membawa kebaikan. Karena itu, Gus Baha menasihati agar setiap doa disertai niat tulus, kerendahan hati, dan keinginan untuk memberi manfaat bagi sesama.

“Doa yang baik itu bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk dunia yang lebih damai,” tutur Gus Baha.

Doa Adalah Cermin Hati

Doa mencerminkan isi hati seseorang. Jika hati dipenuhi kasih sayang dan empati, maka doa pun akan membawa keberkahan. Namun jika doa lahir dari ambisi dan keegoisan, maka bisa jadi doa itu justru menjadi ujian bagi diri sendiri.

Melalui nasihatnya, Gus Baha mengajak umat Islam untuk kembali kepada esensi doa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW doa yang sederhana, tulus, dan penuh rahmat. Karena sejatinya, doa bukan hanya permintaan kepada Allah, tapi juga wujud cinta kepada seluruh ciptaan-Nya.***

Disclaimer: Artikel ini sudah terbit di portalpekalongan.com dengan judul: Hati-Hati dalam Berdoa! Simak Nasihat Gus Baha tentang Doa yang Tidak Sesuai Tuntunan Nabi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *