Mengenal 12 Pahlawan Nasional dari Kalangan Nahdlatul Ulama
nujateng.com – Sejak berdiri pada 31 Januari 1926, Nahdlatul Ulama (NU) telah menorehkan sejarah panjang dalam perjuangan bangsa Indonesia.
Didirikan oleh para ulama pejuang, NU bukan hanya lembaga keagamaan, melainkan juga kekuatan moral dan spiritual yang ikut menegakkan kemerdekaan.
Banyak tokoh NU yang berperan penting dalam memperjuangkan, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan.
Atas jasa dan pengorbanannya, pemerintah menetapkan 12 tokoh NU sebagai Pahlawan Nasional.
Inilah sosok-sosok ulama yang menginspirasi generasi penerus bangsa.
12 Tokoh NU yang Ditetapkan Sebagai Pahlawan Nasional
1. KH. Hasyim Asy’ari
Pendiri Nahdlatul Ulama dan pencetus Resolusi Jihad 22 Oktober 1945.
Fatwanya mewajibkan umat Islam berjuang mempertahankan kemerdekaan.
Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 17 November 1964.
2. KH. Abdul Wahid Hasyim
Anggota BPUPKI dan PPKI yang berperan besar dalam perumusan dasar negara.
Ia juga memperkenalkan sistem pendidikan modern di Pesantren Tebuireng.
Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional tahun 1960.
3. KH. Zainul Arifin
Pemimpin Laskar Hizbullah dan Wakil Perdana Menteri Indonesia (1953–1955).
Ulama keturunan Barus, Sumatera Utara, ini dikenal sebagai tokoh perjuangan militer dan politik.
Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional tahun 1963.
4. KH. Zainal Musthafa
Penggerak perlawanan Singaparna di Tasikmalaya melawan penjajahan Jepang.
Ia wafat sebagai syuhada dan ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 6 November 1972.
5. KH. Idham Chalid
Ketua Umum PBNU terlama (1956–1984) sekaligus Wakil Perdana Menteri RI.
Sosok ulama visioner ini diabadikan pada uang kertas Rp5.000. Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 2011.
6. KH. Abdul Wahab Chasbullah
Pendiri NU dan penggagas Tashwirul Afkar, Nahdlatul Wathan, serta Nahdlatut Tujjar.
Ia dikenal sebagai tokoh ulama yang memadukan semangat keagamaan dan nasionalisme.
7. KH. As’ad Syamsul Arifin
Pemimpin perjuangan di Situbondo, Jember, dan Bondowoso.
Dikenal karena semangatnya menjelaskan bahwa Pancasila sejalan dengan nilai-nilai Islam.
Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 9 November 2016.
8. KH. Syam’un
Ulama sekaligus perwira militer dari Banten. Ia pernah menjadi Komandan PETA dan Brigadir Jenderal TKR.
Gugur dalam perjuangan, dan ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 8 November 2018.
9. KH. Masykur
Pejuang sekaligus Menteri Agama RI yang pernah memimpin Barisan Sabilillah dalam Pertempuran 10 November 1945.
Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 8 November 2019.
10. H. Andi Mappanyukki
Raja Bone dan tokoh NU Sulawesi Selatan yang berjuang melawan penjajahan Belanda dan Jepang.
Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 5 November 2004.
11. H. Andi Djemma
Raja Luwu sekaligus pejuang kemerdekaan di Sulawesi Selatan.
Dikenal sebagai tokoh perlawanan rakyat terhadap penjajah.
Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 6 November 2002.
12. H. Usmar Ismail
Sastrawan, wartawan, dan sutradara film yang juga menjabat Ketua I PBNU (1964–1970).
Dikenal sebagai Bapak Film Indonesia dan ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 25 Oktober 2021.
Para ulama NU tidak hanya berjuang di medan perang, tetapi juga di bidang dakwah, pendidikan dan sosial.
Mereka menanamkan nilai keikhlasan, nasionalisme dan cinta tanah air yang menjadi fondasi kokoh Indonesia hingga kini.
“Cinta tanah air adalah bagian dari iman.”
KH. Hasyim Asy’ari
Warisan mereka terus hidup dalam semangat santri dan generasi muda yang meneruskan perjuangan di berbagai bidang kehidupan.
Penetapan 12 tokoh Nahdlatul Ulama sebagai Pahlawan Nasional menjadi bukti nyata bahwa peran ulama sangat besar dalam sejarah Indonesia.
Mereka adalah teladan tentang bagaimana iman, ilmu dan nasionalisme berpadu untuk membangun negeri.***
