By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Khutbah
  • Kolom
    • Artikel
  • Profil
    • Lembaga
    • Tokoh
Reading: Jateng Bersholawat Meriahkan Tasyakuran Penutupan MTQ Nasional XXXI di Simpang Lima Semarang
Share
Font ResizerAa
Search
  • Beranda
  • Berita
  • Khutbah
  • Kolom
    • Artikel
  • Profil
    • Lembaga
    • Tokoh
Have an existing account? Sign In
Follow US
Home » Blog » Jateng Bersholawat Meriahkan Tasyakuran Penutupan MTQ Nasional XXXI di Simpang Lima Semarang
Berita

Jateng Bersholawat Meriahkan Tasyakuran Penutupan MTQ Nasional XXXI di Simpang Lima Semarang

Saifudin
Last updated: September 23, 2026 4:41 pm
Saifudin
Published: September 23, 2026
Share
SHARE

SEMARANG, nu.jateng.com — Ribuan jamaah memadati Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang, Rabu malam (23/9/2026), dalam rangkaian Jateng Bersholawat dan tasyakuran atas suksesnya Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Jawa Tengah.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 19.00 WIB tersebut menjadi salah satu rangkaian penutup perhelatan MTQ Nasional XXXI. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengangkat tema “Menebar Cahaya Al-Qur’an dalam Harmoni Menuju Indonesia Emas yang Berkeadaban.”

Suasana Simpang Lima semakin semarak dengan lantunan sholawat yang dipimpin Habib Ali Zainal Abidin Assegaf atau Habib Bidin, bersama Majelis Az-Zahir Pekalongan. Setelah itu, jamaah mengikuti pengajian umum bersama KH. Ahmad Anwar Zahid (Abah Anza).

Dalam tausiyahnya, KH Ahmad Anwar Zahid menyampaikan bahwa keberkahan tidak semata-mata diukur dari hal-hal lahiriah, seperti kemegahan tempat, mahalnya biaya pembangunan, atau kemewahan ornamen. Menurutnya, ukuran keberkahan yang paling utama justru ditentukan oleh kondisi batin dan orang-orang yang menempatinya.

“Zahiran wa batinan, luar dalam. Jadi, barometer dan standar barokah yang paling utama itu lebih ditentukan oleh batiniyah. Allahumma salli ala Muhammad,” tuturnya.

Dengan gaya penyampaian yang khas, komunikatif, dan diselingi guyonan, Abah Anza mengajak jamaah memahami makna keberkahan melalui contoh-contoh sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengingatkan bahwa rumah yang besar belum tentu menghadirkan ketenteraman, sebagaimana rumah sederhana tidak berarti jauh dari keberkahan.

Ia mengibaratkan rumah yang disebut berkah bukanlah rumah yang dibangun dengan biaya puluhan miliar atau dilengkapi bahan bangunan serba kristal dan ornamen eksklusif. “Barokahnya rumah itu dilihat dari penghuninya, orang-orang yang tinggal di dalam rumah itu,” jelasnya.

Menurut Abah Anza, rumah akan terasa berkah apabila penghuninya rajin beribadah, saling menghormati, menjaga lisan, serta menghadirkan suasana penuh kasih sayang. Sebaliknya, kemewahan bangunan tidak banyak berarti apabila di dalamnya dipenuhi pertengkaran, kesombongan, dan perilaku yang menjauhkan diri dari Allah.

Sambil mengundang tawa jamaah, ia menyampaikan bahwa ukuran keberkahan bukanlah seberapa mahal keramik rumah atau seberapa mengilap lampunya, melainkan apakah rumah tersebut digunakan untuk salat, membaca Al-Qur’an, mendidik anak, dan menerima tamu dengan baik. “Rumah boleh sederhana, tetapi jangan sederhana dalam ibadah,” pesannya.

Pertemuan dua pendakwah tersebut menjadi daya tarik tersendiri. Habib Bidin dikenal sebagai pemimpin Majelis Az-Zahir, sementara KH Ahmad Anwar Zahid dikenal luas sebagai mubalig dengan gaya dakwah yang komunikatif, lugas, dan diselingi humor tanpa mengurangi pesan keagamaannya.

Kegiatan Jateng Bersholawat ini sekaligus menjadi ungkapan syukur setelah rangkaian MTQ Nasional XXXI yang digelar di Jawa Tengah. Sebelumnya, penutupan resmi MTQ Nasional telah berlangsung pada Sabtu malam dan dihadiri jajaran pemerintah daerah, DPRD, tokoh agama, panitia, peserta, serta masyarakat.

Di tengah suasana penuh khidmat, jamaah bersama-sama melantunkan sholawat, mengikuti tausiyah, dan memanjatkan doa agar semangat Al-Qur’an tidak berhenti setelah berakhirnya kompetisi MTQ, tetapi terus tumbuh dalam kehidupan masyarakat.

Dengan kegiatan tersebut, Simpang Lima Semarang kembali menjadi pusat berkumpulnya masyarakat dalam suasana religius, sekaligus menandai berakhirnya rangkaian besar MTQ Nasional XXXI di Jawa Tengah dengan semangat kebersamaan, kecintaan kepada Al-Qur’an, dan ukhuwah Islamiyah.

You Might Also Like

Konsep Piston Air Kaligawe: Solusi Aktif Banjir dan Rob
ASN Jateng Bisa Himpun Wakaf Hingga Rp8 Miliar per Tahun, Gus Yasin Dukung Jadi Dana Abadi Umat
Usai Pembukaan MTQ Nasional XXXI, Kepala BMBPSDM Kemenag RI Silaturahmi ke Kyai Fadlolan di PPFF
Semarak Tadarus Ramadan di Masjid Al Falah Mendut X No. 2 Semarang
Inspiratif! Berkat Jiwa Petani dr. Agus Ujianto, RSI Sultan Agung Tak Hanya Panen Air, Tapi Juga Panen Singkong di Tengah Banjir
Share This Article
Facebook Email Print
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories

  • ES Money
  • U.K News
  • The Escapist
  • Insider
  • Science
  • Technology
  • LifeStyle
  • Marketing

About US

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

Subscribe US

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?