By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Khutbah
  • Kolom
    • Artikel
  • Profil
    • Lembaga
    • Tokoh
Reading: Harlah Ke-8 PPFF dan Haul Ke-7 KH. Maimoen Zubair, Mengenang Restu Sang Guru dalam Berdirinya PPFF
Share
Font ResizerAa
Search
  • Beranda
  • Berita
  • Khutbah
  • Kolom
    • Artikel
  • Profil
    • Lembaga
    • Tokoh
Have an existing account? Sign In
Follow US
Home » Blog » Harlah Ke-8 PPFF dan Haul Ke-7 KH. Maimoen Zubair, Mengenang Restu Sang Guru dalam Berdirinya PPFF
PPFF

Harlah Ke-8 PPFF dan Haul Ke-7 KH. Maimoen Zubair, Mengenang Restu Sang Guru dalam Berdirinya PPFF

Dwi Widiyastuti
Last updated: August 7, 2026 2:35 pm
Dwi Widiyastuti
Published: August 7, 2026
Share
SHARE
Peringatan Harlah ke-8 PPFF dan Haul ke-7 KH. Maimoen Zubair mengulas sejarah berdirinya PPFF, perjalanan delapan tahun, serta mengenang jasa dan do’a Almaghfurlah KH. Maimoen Zubair 

 

SEMARANG –Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (PPFF), Pesantren Bilingual Berbasis Karakter Salaf Semarang, menggelar peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-8 PPFF yang bertepatan dengan Haul ke-7 Almaghfurlah KH. Maimoen Zubair pada Kamis (6/8/2026). Momentum ini menjadi pengingat bahwa berdirinya PPFF tidak dapat dipisahkan dari doa, restu, dan dhawuh ulama kharismatik yang akrab disapa Mbah Moen tersebut.

 

Jauh sebelum PPFF berdiri, Pendiri dan Pengasuh PPFF, Dr. KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc., M.A., telah memiliki cita-cita mendirikan pesantren sebagai pusat pendidikan yang memadukan penguasaan ilmu agama, karakter salaf, dan wawasan global. Setelah menyelesaikan pengabdiannya di Mesir, beliau memboyong keluarga kembali ke Indonesia pada 11 Agustus 2010. Meski telah meraih berbagai pencapaian akademik dan dakwah di Negeri Seribu Menara, Kyai Fadlolan memilih pulang demi berkhidmah membangun bangsa melalui pendidikan.

 

Pada tahun 2012, Kyai Fadlolan sowan kepada Almaghfurlah KH. Maimoen Zubair untuk memohon restu mendirikan pondok pesantren. Namun, saat itu Mbah Moen belum memberikan izin. Beliau justru memberikan dhawuh agar Kyai Fadlolan mendirikan pesantren ketika memasuki usia 49 tahun, sebagaimana beliau sendiri memulai perjuangan membangun pesantren pada usia tersebut. Dawuh itu diterima dengan penuh tawaduk dan dijadikan pedoman oleh Kyai Fadlolan.

 

Kyai Fadlolan sowan kepada Almaghfurlah KH. Maimoen Zubair untuk memohon restu mendirikan pondok pesantren

Empat tahun kemudian, saat usia 46 tahun Kyai Fadlolan kembali sowan kepada Mbah Moen. Kali ini, beliau matur bahwa usianya sudah hampir 49 tahun, dan memperoleh restu yang dinantikan. Restu tersebut menjadi titik awal berdirinya PPFF. Pada 16 Syawal 1437 H atau 16 Juli 2016, peletakan batu pertama pembangunan pesantren dilaksanakan oleh Almaghfurlah KH. Ahmad Hasyim Muzadi, KH. Ahmad Darodji, KH Ahmad, dengan iringan doa dan keberkahan dari KH. Maimoen Zubair. Pembangunan asrama dimulai pertengahan 2017 namun terkendala tidak ada akses jalan memasukkan material. Alhamdulillah perjuangan yang rumit terlampaui awal 2018 bisa membeli akses 4 m sepanjang jalan masuk dari jln Robyong dan baru bisa melanjutkan pembangunan, yang akhirnya tepat pada 26 Agustus 2018, Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan resmi berdiri dan diresmikan oleh Wakil Gubernur Jawa, Gus Taj Yasin Maimoen. Satu tahun berikutnya tepatnya 6 Agustus 2019 Syaekhona KH Maimoen Zubair, wafat di Makkah saat menunaikan ibadah haji. Makan harlah PPFF dan haul Syaekhona Maimun Zubair terpaut satu tahun.

 

 

Sejak awal dibuka, PPFF langsung ditempati 200 santri. Dalam perjalanan delapan tahun, PPFF terus berkembang menjadi lembaga pendidikan yang menaungi sekitar 1600 santri dengan jenjang pendidikan RA Al Hidayah, MI Al Musyaffa’, MTs Al Musyaffa’, MA Al Musyaffa’, SMK Al-Musyaffa’, Ma’had Aly Fadhlul Fadhlan, dan dalam proses berdiri STAI Al-Musyaffa’ Semarang, disertai 3 program unggulan yakni, program bilingual Arab-Inggris, program pendalaman Kitab Kuning, serta program Tahfidh Al-Qur’an 30 juz dalam waktu 6 bulan.

Peringatan Harlah ke-8 PPFF yang bertepatan dengan Haul ke-7 KH. Maimoen Zubair menjadi momentum untuk mengenang jasa dan keteladanan sang guru.

Peringatan Harlah ke-8 PPFF yang bertepatan dengan Haul ke-7 KH. Maimoen Zubair menjadi momentum untuk mengenang jasa dan keteladanan sang guru. Bagi keluarga besar PPFF, Mbah Moen bukan hanya sosok ulama besar, tetapi juga guru yang melalui doa, restu, dan dhawuhnya telah membuka jalan lahirnya Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan. Semangat keilmuan, keikhlasan, dan pengabdian yang diwariskan beliau terus menjadi ruh dalam perjalanan PPFF untuk mencetak generasi ulama, intelektual, dan pemimpin bangsa yang berakhlakul karimah.

(Rihanah-Santri PPFF***)

You Might Also Like

Tes PPDB 2026–2027 Madrasah Al Musyaffa’ – Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (PPFF) Semarang Sedang Berlangsung!
Publikasi Sebagai Syiar Islam Wajib Membangun Networking, Pesan Kyai Fadlolan untuk Media Pesantren Jateng
Suasana Idul Adha di PPFF Semarang: Bahagianya Santri Menikmati “Daging Jadi Lauk Nasi”
Duet Yai Fadlolan – Bu Nyai Fenty Memang Hebat! Bangun Kemandirian Ekonomi Berbasis Islami, PPFF Dianugerahi “Pesantren Pendukung Ekonomi Sirkular Terbaik 2025”
Jurnalis Senior Ali Arifin Tutup Usia, PPFF Semarang Sampaikan Belasungkawa Mendalam*
TAGGED:Fadlolan Musyaffa'Harlah PPFFHaul KH. Maimoen ZubairPPFFppff semarang
Share This Article
Facebook Email Print
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories

  • ES Money
  • U.K News
  • The Escapist
  • Insider
  • Science
  • Technology
  • LifeStyle
  • Marketing

About US

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

Subscribe US

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?