
Semarang, nujateng.com – SMP Negeri 1 Jambu menyelenggarakan Pelatihan Jurnalistik dan Broadcasting bagi siswa kelas VII di Laboratorium IPA sekolah, Jumat (24/7/2026).
Kegiatan ini menghadirkan wartawan SUARAKPK, Endar Wiharjo, S.Pd., sebagai narasumber dengan pendampingan para guru.
Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan literasi media sekaligus membekali peserta didik dengan keterampilan dasar jurnalistik dan penyiaran.
Kepala SMP Negeri 1 Jambu, Adi Kusyanto, S.Pd., M.Pd., mengatakan pelatihan ini menjadi kesempatan berharga bagi para peserta mengingat keterbatasan tempat dan waktu membuat tidak semua siswa dapat mengikutinya.
“Manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Ambil ilmu sebanyak mungkin, jangan ragu bertanya apabila ada materi yang belum dipahami, lalu bagikan ilmu tersebut kepada teman-teman yang belum berkesempatan mengikuti pelatihan,” ujarnya.
Menurut Adi, kemampuan menulis dan menyampaikan informasi secara benar merupakan bekal penting bagi generasi muda di era digital.
Ia berharap ilmu yang diperoleh selama pelatihan tidak hanya menjadi pengetahuan teoritis, tetapi juga dapat diterapkan melalui berbagai media sekolah, seperti majalah dinding, media digital, maupun media sosial sekolah.
Dalam pelatihan tersebut, siswa mendapatkan materi mengenai dasar-dasar jurnalistik, teknik penulisan berita dengan unsur 5W+1H, teknik wawancara, peliputan peristiwa, hingga praktik menjadi penyiar dan memproduksi konten siaran yang informatif, menarik, serta tetap berpegang pada etika jurnalistik.
Peserta juga mengikuti praktik langsung menulis berita berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara sederhana.
Selain itu, mereka berlatih tampil sebagai presenter atau penyiar untuk mengasah kemampuan berbicara di depan publik dan meningkatkan rasa percaya diri.
Pemateri, Endar Wiharjo, S.Pd., menekankan bahwa seorang jurnalis harus mampu menyampaikan informasi secara faktual, objektif, dan berimbang.
Ia juga mengajak para siswa untuk membangun sikap kritis dalam menyaring informasi sehingga tidak mudah terpengaruh oleh berita bohong atau hoaks.
Kegiatan berlangsung dalam suasana interaktif dan komunikatif. Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelatihan, baik saat mengikuti penyampaian materi maupun ketika menjalani sesi praktik.

Melalui kegiatan ini, SMP Negeri 1 Jambu berharap dapat melahirkan generasi muda yang memiliki kemampuan literasi media, berpikir kritis, percaya diri, serta mampu menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas dan bermanfaat bagi lingkungan sekolah maupun masyarakat.***
