
SEMARANG – nujateng.com – Kajian di Masjid Islamic Centre kali ini mengangkat keteladanan keluarga Nabi Ibrahim dalam membangun nilai kesabaran, ketaatan, dan keikhlasan.
Disampaikan bahwa Siti Hajar merupakan sosok istri Nabi Ibrahim yang luar biasa sabar dan tawakal. Ketika ditinggalkan di padang tandus bersama putranya, beliau tidak berputus asa, melainkan berikhtiar dengan penuh keyakinan kepada Allah. Dari kesabaran dan usahanya itu, Allah menghadirkan mukjizat berupa air zam-zam yang hingga kini menjadi berkah bagi umat.
Selanjutnya dijelaskan tentang Nabi Ismail AS, putra dari Nabi Ibrahim dan Siti Hajar. Beliau dikenal sebagai nabi yang sangat sabar, taat kepada perintah Allah, serta jujur dalam menepati janji. Keteladanan beliau tampak dalam peristiwa kesediaannya untuk disembelih sebagai bentuk ketaatan kepada Allah, yang kemudian menjadi asal mula syariat kurban pada hari raya Idul Adha.
Dalam kajian juga disampaikan bahwa menyembelih hewan kurban bukan hanya ibadah ritual, tetapi juga bentuk pengorbanan dan kepedulian sosial. Disunnahkan bagi yang berkurban untuk ikut memakan daging kurbannya selama masih dalam hari-hari nahar. Namun apabila ada yang kurang menyukai aroma atau cara pengolahannya, maka diperbolehkan memasaknya sesuai selera, agar tetap dapat menjalankan kesunnahan tersebut.
Kajian ini mengajak jamaah untuk meneladani kesabaran Siti Hajar, ketaatan Nabi Ismail, serta keikhlasan Nabi Ibrahim dalam menjalankan perintah Allah, sekaligus memperkuat semangat berbagi melalui ibadah kurban.
