Gus Mus di PPFF Semarang: Hamalatul Quran Tidak Hanya Hafal, Namun Memahami dan Mengamalkan
3 mins read

Gus Mus di PPFF Semarang: Hamalatul Quran Tidak Hanya Hafal, Namun Memahami dan Mengamalkan

PPFF Gelar Wisuda 92 Santri Program Tahfidh 6 Bulan 30 Juz Angkatan ke5 Dan Haul Masyayikh Fadhlul Fadhlan Semarang, Berlimpah Berkah Para Ulama’ Dan Kyai

NUJATENG.COM – SEMARANG –  Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (PPFF) Pesantren Bilingual Berbasis Karakter Salaf Semarang menggelar acara Wisuda Tahfidh 6 bulan 30 juz angkatan kelima dan Haul Akbar Masyayikh Fadhlul Fadhlan Semarang dihadiri para kyai, habaib, dan tokoh nasional pada Ahad (4/1).

Wisuda Tahfidh 6 bulan 30 juz angkatan kelima Sebanyak 92 santri wisudawan-wisudawati menjadi program unggulan PPFF yang wajib diikuti santri kelas 2 MA Al-Musyaffa’. Program ini telah mengantar 38 santri melanjutkan studi ke Al-Azhar Cairo, Mesir, termasuk 21 santri angkatan ketiga yang berangkat Desember lalu.

Acara wisuda tahfidh angakatan ke-5 ini bertepatan dengan peringatan haul para masyayikh PPFF: KH. Musyaffa’ Mu’thi (ke-4), KH. Ahmad Hisyam (ke-4), As Syahidah Ning Arina Sabiel Fadlolan (ke-4), Bu Nyai Hj. Sumariati (ke-30), dan Bu Nyai Hj. Siti Susmain (ke-5).

Acara dibuka dengan penampilan spesial Rebana El-Fadhlan dan eksebisi Alfiyyah oleh santri Madrasal Al Musyaffa, dilanjutkan kirab wisudawan dan prosesi wisuda.

Hadir memberi mauidhoh hasanah KH. A. Mustofa Bisri (Gus Mus), sedangkat tamu kehormatan: Syekh Ammar Azmi Ar Rafati Al Jailany, yang mana putra Beliau juga turut diwisuda tahfidh program 6 bulan ini, Syeikh Eid Kamel Barakat Abdou (Mab’uts Al-Azhar Mesir), KH. Ahmad Hadlor Ihsan (Pengasuh Ponpes Al-Islah), KH Hanif Ismail, Rois Syuriah PC-NU Jatin, Dr. Arsul Sani, SH., MA (Hakim Mahkamah Konstitusi MK-RI), KH Ahmad Daroji (Ketua Umum MUI Jateng), Dr. H. Mahrus El Mawa (Kasubdit Ma’had Aly yang wakilan Menag RI).

DR. KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc. MA., Pendiri dan Pengasuh PPFF Semarang, memberikan wejangan bahwa lulus program tahfidh 60 bulan, ini baru pintu gerbang awal. “Kalian khotimin khotimat baru memulai menjejaki pintu pertama ilmu, yakni hafal Quran. Tugas berikutnya adalah istiqomah murojaah hingga mutqin dan tafaqquh di ilmu lainnya,” ujarnya.

KH. Ahmad Daroji, M. Si., selaku Ketua Umum MUI Jawa Tengah, menyatakan keyakinannya bahwa PPFF akan menjadi pesantren besar, karena beliau turut juga mendoakan saat peletakan batu pertama berdirinya pesantren Fadhlul Fadhlan.

Dalam sambutan Dr. Mahrus El Mawa, selaku Perwakilan Menteri Agama Republik Indonesia menuturkan bahwa PPFF Semarang menjadi gudang generasi Emas 2045 dalam mengamalkan apa yang sudah tertuang dalam Al-Quran.

Gus Mus dalam mauidloh hasanahnya mempertegas pentingnya menjadi hamalatul Quran yang tidak hanya hafal, tetapi memahami dan mengamalkan. Beliau menyampaikan dua syarat penting dihauli: menjadi orang sholeh atau setidaknya memiliki anak sholeh yang birrul walidain. “Bersyukurlah bagi segenap Walisantri, Allah telah memberikan hidayah untuk memondokkan putra-putri mondok di PPFF Semarang dan senantiasa mendoakan untuk menyebar luaskan manfaat dengan berbekal modal yang telah dibekali oleh Yai Fadlolan dengan hafal Al-Quran, Bilingual dan Kitab Kuning”

Acara ditutup dengan doa khusyu’ yang dipimpin Syeikh Ammar Azmi Arrafati Al Jailani dan Syeikh Eid Kamel Barakat Abdou. Setelah sholat jamaah dzuhur, rangkaian acara dilanjutkan dengan launching Ma’had Aly Fadhlul Fadhlan Semarang, menandai babak baru pengembangan jenjang pendidikan tinggi pesantren Fadhlul Fadhlan Semarang.

Semoga khotimin dan khotimat senantiasa dalam lindungan Allah, diberi keteguhan iman dan istiqomah dalam murojaah, dimudahkan jalan menuju kesuksesan dunia akhirat, menjadi qurrotul a’yun (penyejuk mata) bagi kedua orang tua, kebanggaan pesantren, dan penerus perjuangan agama, bangsa, dan negara. Allahumma Amin.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *