SMKN 1 Wanayasa Raih Juara Umum III Tingkat Pelajar di Kejuaraan PSHT Cup 2025
4 mins read

SMKN 1 Wanayasa Raih Juara Umum III Tingkat Pelajar di Kejuaraan PSHT Cup 2025

SMKN 1 Wanayasa mendapat Juara umum peringkat 3 antar pelajar setelah berhasil meraih total delapan medali, termasuk dua medali emas, dalam ajang Kejuaraan PSHT Cup Piala Dindikpora ke-XVII se-Jawa Tengah dan DIY 2025, yang diselenggarakan di GOR Tenis Indoor Kabupaten Banjarnegara selama tiga hari, yaitu pada hari Jumat hingga Minggu, 7–9 November 2025.

Dalam kejuaraan tersebut, tim pencak silat SMKN 1 Wanayasa tampil gemilang dengan perolehan dua medali emas, empat medali perak, dan dua medali perunggu. Medali emas dipersembahkan oleh Faisal Al Qomaruddin (XI ATR B) dan Given (XII TJKT C). Sementara empat medali perak diraih oleh Duwi Firda Tasya Aulia Putri (XI APHP C), Ragil Wahyu Yulianto (XI ATR A), Candra Andika Rasti (XI ATR A), dan Fani Syafa Riski (X TJKT A). Pencapaian tim dilengkapi medali perunggu yang diraih oleh Ardan Bagus Arta Wijaya (XII ATR) dan Rosita Rahmawati (X PPLG B).

Perasaan senang, bangga, dan pengalaman berkesan didapatkan oleh para atlet. Menghadapi tantangan, kelelahan dan merasakan kebahagiaan bersama-sama. “Saya sangat senang karena pertandingan-pertandingan sebelumnya saya hanya mendapatkan juara 2 dan juara 3. Dengan event ini saya sangat bangga karena bisa mengharumkan nama sekolah, bisa dapat juara 1,“ ujar Given (XII TJKT C) peraih medali emas. Ia juga mengaku mengalami beberapa rintangan, “Tantangan terbesar saat latihan yaitu untuk konsisten. Saat persiapan lomba, saya dihadapkan dengan TKA (Tes Kemampuan Akademik),  saya harus persiapan latihan silat dan juga persiapan untuk TKA. Saat pertandingan, tantangannya ada pada lawan. Lawannya cukup sulit dikalahkan, tapi akhirnya saya bisa menang.” Pengalaman berkesan bagi Given justru kebersamaan yang ia anggap seperti keluarga. ”Untuk momen berkesan itu kebersamaan. Kami latihan bersama-sama seperti keluarga, dan saat bertanding pun setiap pemain pasti mencari pengalaman.”

Perjuangan mendapat medali juga dirasakan Duwi Firda Tasya Aulia Putri (XI APHP C) peraih medali perak. “Untuk latihan, tantangannya karena ekstrakurikuler pencak silat belum punya basecamp sendiri, jadi kami latihan memanfaatkan lingkungan sekolah, kadang di tempat parkiran, kadang di depan kantin,“ jelasnya. Bukan hanya di saat latihan, di saat bertanding pun ada tantangannya, “Jadi waktu itu kaki saya sakit, lalu pelatih saya bilang kalau tidak kuat tidak usah, tapi menurut saya percuma kalau tidak bertanding padahal sudah di sana, akhirnya saya tetap bertanding cuma sayangnya kalah di final,”ujar Duwi, namun ia tetap merasa senang dan bangga. “Yang paling berkesan itu pengalaman bersama teman-teman. Karena sering kumpul, latihan, dan ikut pertandingan, jadi lebih dekat, lebih kenal, dan lebih terbuka.” Kedekatan seperti keluargalah yang menjadi pengalaman berkesan bagi Duwi.

“Melihat anak-anak yang saya dampingi sejak latihan dan mengetahui perjuangan mereka. Saya merasa sangat senang dan bangga,” tutur Joko Riyono selaku pelatih sekaligus pembina ekstrakurikuler. “Pencapaian ini sudah melampaui target awal saya, karena banyak dari adik-adik di sini yang masih baru dan pemula. Ada kejutan dari adik-adik kelas 10, seperti Fani yang meraih juara 2 dan Rosita yang meraih juara 3 untuk kategori putri. Saya cukup puas, tetapi tentu saja masih banyak target lain yang harus kami capai setelah ini,” tambahnya.

Sebagai pelatih tentu juga mengadapi berbagai ritangan. “Tantangan terbesar saat latihan biasanya adalah suasana hati anak-anak. Kadang ada yang bersemangat, kadang ada yang tidak. Ini menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi saya untuk mengembalikan semangat dan mental mereka,” ujar Joko Riyono. ”Saat pertandingan, tidak banyak tantangan karena sebagian besar sudah terbiasa dan saling membantu, terutama adik-adik yang masih baru. Tantangan utama justru datang dari lawan, terutama dari sekolah unggulan seperti SMK 1 Bawang dan SMK 2 Bawang yang meraih juara umum 1 dan 2. Namun, Alhamdulillah, kami berhasil mengatasi beberapa atlet mereka yang memang sudah berpengalaman.”  Tambahnya.

Selalu ada rencana untuk masa depan dan itu lah harapan. “Saya berharap Silat bisa semakin maju. Tahun sebelumnya peminatnya sedikit, tapi tahun ini sudah meningkat cukup banyak.” Ujar Given. Duwi juga menambahkan harapan darinya, “Semoga di event berikutnya, kita bisa jadi juara umum kedua atau bahkan kesempatan juara umum kesatu” ujarnya menyampaikan harapan.

Pelatih mereka juga berpesan, “Saya selalu berpesan agar mereka tidak cepat puas, karena ini bukanlah akhir, melainkan sebuah awal bagi mereka untuk mengukir prestasi di masa depan. Mereka baru saja menaiki satu anak tangga, dan masih banyak anak tangga lain yang harus dilalui untuk mencapai kesuksesan. Tidak hanya dalam pencak silat, tetapi melalui pencak silat lah, saya berusaha mewadahi dan membentuk anak-anak agar mampu berkompetisi dalam kehidupan nyata.” Kalimat dari Joko Riyono yang menjadi inspirasi bagi mereka semua.

 

(Harinne Aurelia P, SMKN 1 Wanayasa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *