Ketika Umat Islam Menjauhi Ulama: Bencana yang Diam-Diam Mengintai Umat
3 mins read

Ketika Umat Islam Menjauhi Ulama: Bencana yang Diam-Diam Mengintai Umat

NUJATENG.COM – Dalam beberapa waktu terakhir, ruang media baik televisi maupun platform digital menyajikan tayangan yang mem-framing negatif pesantren dan para ulama. Tuduhan, hinaan, hingga olok-olok terhadap tokoh agama seolah menjadi konsumsi publik.

Fenomena ini bukan hanya merusak kehormatan ulama, tetapi juga menggiring masyarakat menjauh dari sosok yang semestinya menjadi pelita di tengah kegelapan zaman. Ketika umat terpisah dari ulama, maka petaka besar akan menyusul, sebagaimana peringatan yang disampaikan Rasulullah SAW.

Ulama: Penjaga Warisan Kenabian

Allah SWT menyebut bahwa ulama adalah golongan yang paling takut kepada-Nya karena kedalaman ilmu mereka. Firman Allah dalam Q.S. Al-Fathir ayat 28 menegaskan:

“Sesungguhnya yang takut kepada Allah dari hamba-hamba-Nya hanyalah para ulama.”

Kedudukan ulama bukan sekadar orang pandai, tetapi penerus risalah kenabian. Mereka menjadi rujukan ketika umat membutuhkan bimbingan dalam memahami syariat, adab, dan akhlak.

Peran Ulama Dalam Menjaga Cahaya Ilmu

  • Membimbing umat dari kegelapan kebodohan
  • Menjadi penjelas agama dengan ilmu yang bersambung ke para salaf
  • Menjaga umat dari penyimpangan pemahaman
  • Menjadi benteng moral dan akhlak masyarakat

Tanpa ulama, umat kehilangan kompas hidup.

Ketika Media Mencederai Kehormatan Ulama

Hadirnya tayangan yang memojokkan ulama bukan hanya masalah informasi, tetapi berpotensi menjadi fitnah besar. Konten semacam ini menggiring opini seolah ulama pantas dicurigai. Padahal:

  • Kesalahan satu orang tidak bisa digeneralisasi kepada institusi keulamaan
  • Fitnah kepada ulama sama dengan merusak sumber pedoman umat
  • Masyarakat menjadi antipati pada lembaga pesantren yang selama ini berjasa melahirkan generasi berilmu

Konsekuensi Sosial dari Narasi Negatif

  • Masyarakat mudah percaya hoaks agama
  • Hilangnya rasa hormat kepada ahli ilmu
  • Munculnya masyarakat yang merasa cukup tanpa bimbingan ulama
  • Longsornya otoritas ilmu dan adab di tengah umat

Tiga Petaka Ketika Umat Menjauhi Ulama

Rasulullah SAW memberikan peringatan keras: akan datang masa ketika umat menjauh dari para ulama, dan ketika itu terjadi Allah menurunkan tiga musibah besar.

1. Hilangnya Keberkahan dari Harta dan Usaha

Harta mungkin melimpah, tetapi terasa tidak cukup dan tidak mendatangkan ketenangan. Rezeki menjadi hambar dan tidak produktif. Keberkahan dicabut karena tidak mengindahkan nasihat ulama.

2. Dikuasai Pemimpin yang Zalim

Ketika umat tidak lagi mendengarkan ulama, pemimpin yang rakus dan sewenang-wenang akan menguasai mereka.
Contoh yang terlihat hari ini:

  • Kasus korupsi
  • Kebijakan yang merugikan rakyat
  • Kekuasaan yang digunakan untuk kepentingan pribadi

Ini bukan tanpa sebab, melainkan refleksi dari kondisi keumatan yang jauh dari para penjaga moral.

3. Meninggal Tanpa Membawa Iman

Ini adalah musibah terbesar. Orang yang meninggalkan ulama akan mudah terjerumus pada kesesatan sehingga dikhawatirkan mati dalam keadaan su’ul khatimah.

Peringatan Ulama: Kehormatan Ulama Tidak Boleh Diganggu

Imam Ibn Asakir memberikan pesan yang sangat terkenal:

“Daging para ulama itu beracun. Siapa yang menjelekkan mereka, Allah akan menimpakan bencana sebelum ia mati dengan mematikan hatinya.”

Menghina ulama bukan hanya dosa, namun bumerang yang akan kembali kepada pelakunya.

Mengapa Umat Perlu Dekat Dengan Ulama?

Mereka menyampaikan ilmu berdasarkan sanad, bukan sekadar opini.

Ulama Menjadi Pembimbing Akhlak

Mereka mencontohkan adab dan akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Ulama Menjadi Penyejuk Umat

Ketika terjadi polemik dan perpecahan, ulama hadir sebagai penengah dan pemberi solusi terbaik.

Kembali Merapat kepada Ulama

Umat Islam harus berhati-hati agar tidak terjebak dalam arus yang menjauhkan mereka dari ulama. Setiap hinaan, celaan, dan framing buruk adalah ancaman yang dapat merusak struktur keumatan.

Mendekat kepada ulama bukan berarti mengkultuskan, tetapi menghormati mereka sebagai pewaris nabi. Nasihat ulama adalah cahaya, dan menjauhi mereka sama dengan memadamkan sumber hidayah.***

Disclaimer: Artikel ini sudah terbit di nuonline.id dengan judul: Khutbah Jumat: Petaka ketika Umat Islam Jauh dari Ulama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *