Inilah Strategi Kemenangan Gunungpati pada MTQ XXXIII Kota Semarang
Oleh: Prof Yuyun Affandi *)
SEMARANG (nujateng.com) – Kecamatan Gunung Pati dinyatakan sebagai juara umum kedua kalinya pada MTQ yang diselenggarakan di Balai Kota Semarang, yang ditutup Sabtu malam (SK ditandatangani oleh Prof Yuyun Affandi: Koordinator Dewan Hakim:1/Kep.DH/MTQ-XXXIII/2025).
Nampaknya kecamatan tersebut akan mengikuti jejak Kota Semarang yang telah menerima piala tiga kali pada MTQ tingkat Tawa Tengah.
Award diserahkan oleh Kabag Kesra Dr H Muhammad Ahsan MKom kepada Camat Gunungpati Ali Ahmadi MSi. Point yang didapatkan Gunungpati: Skor: 184, jauh melesat ke awan dari Genuk, yang pada tahun 2022 sebagai juara Umum, terbaik kesatunya 13 cabang, dua kali lipat lebih dari Genuk (6), dan terbaik ke 2 beda 1 dari Genuk (5 cabang), Gunungpati (6 cabang).
Dari beberapa cabang kemenangan yang diraih Gunungpati, seimbang antara piala yang didapat laki-laki dan perempuan, yakni 11: 11. Hal tersebut menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan gender di Kecamatan Gunungpati, semua masyarakat diperlakukan sama oleh Camat dan Ketua Tim penggerak PKK Kecamatan Gunungpati (Maya Rumatir MM).

Menurut Yuyun Affandi (Ketua Majelis Hakim Tafsir berbahasa Ingris dan Berbahasa Arab) Musabaqoh Tilawah Al-Quran (MTQ) yang diikuti oleh ratusan peserta ini (429 peserta), yang terdiri atas peserta laki-laki: 207 orang, peserta perempuan: 222 orang.
Cabang MTQ pun tidak tanggung-tanggung, sebanyak 21 Cabang Lomba, 42 Golongan, dan 11 Majelis , selain ditempatkan di berbagai ruang di Balai Kota Semarang juga di sekolah-sekolah.
Hal tersebut menunjukan bahwa, Kota Semarang mengucurkan dana luar bisasa demi penjaringan bibit unggul bagi calon peserta yang akan di delegasikan pada kompetisi, Musabaqah Tilawah Alquran Tingkat Jawa Tengah, menjelang MTQ Nasional XXXI yang akan diselenggarakan di Kota Semarang, pada tahun 2026 mendatang (SK. Gub Jateng : 400/0008899).
Acara juga dimeriahkan oleh Group Musik Galbu dari Pedurungan dan UMKM Kota Semarang.
Yayaun Afandi, Guru Besar Ilmu Tafsir UIN Walisongo Semarang melanjutkan bahwa, di antara yang menyebabkan Gunungpati menggondol piala kedua kalinya pada ajang kompetisi MTQ ke XXXIII kemarin di antaranya adalah: diawali rekrutmen peserta tingkat kecamatan yang selektif setahun sebelumnya.
Kedua, pelatihan rutin berkelanjutan yang diniyati peserta dan pembina yang mukhlishiin/berniat untuk mendapat ridha Allah semata.
Ketiga, didukung oleh bi’ah/lingkungan kecamatan Gunungpati yang terletak di dekat Gunung Ungaran dengan curah hujan rata-rata 1,853 mm/bulan, menyebabkan udaranya relatif sejuk karena tanahnya berada pada posisi yang tinggi, sehingga memiliki beberapa destinasi wisata yang sering dikunjungi oleh wisatawan.
Kondisi tersebut momotivasi peserta maupun pembina semangat melatih dan dilatih, karena cuaca tenang dan nyaman (halosemarang).
Bi’ah kedua adalah tidak kalah pentingnya, yakni Gunungpati, wilayah yang memiliki banyak pondok pesantren, tentunya lingkungannya dipenuhi oleh santri, yang semangat ingin menghayati dan mengembangkan Alquran sesuai VISI MISI LPTQ (Lembaga Pengembangan Tilawah Alquran).
Para santri secara tidak sadar telah terinspirasi oleh para kiai dan gurunya untuk membumikan dan mempelajari Alquran di manapun di Bumi Pertiwi, sebagai salah satu sarana dakwah (QS Ali Imran:104).
Keempat, dukungan yang tinggi dari orang nomor 1 di kecamatan tersebut, yakni (Camat), yang dengan telaten secara terus menurus memberi semangat kepada calon peserta, berkordinasi intensif dengan Ketua LPTQ-nya yang sudah berpengalaman dalam per MTQ an sejak lama.
Faktor lain adalah: Ada rangsangan dari Pemerintah Kota Semarang bagi yang meraih juara 1, dan terpilih menjadi peserta ke Tingkat Nasional, akan mendapatkan Umroh dari Wali Kota Semarang.
Iming-iming yang satu ini tidak main-main, siapapun menginginkan perjalanan wisata yang berpahala dunia Akhirat, otomatis calon peserta, orang tua, para pembina, memiliki satu tujuan, yakni menyebarkan Alquran.***
*) Prof Yuyun Affandi adalah Guru Besar Ilmu Tafsir UIN Walisongo, Alumni UMM Alquran University Mekkah, Ketua Himpunan Daiyah dan Majlis Taklim (Hidmat) MNUJateng, Ketua PP Nisalbab, Juri MTQ Nasional Tafsir Bahasa Arab dan Bahasa Inggris.
