10 Do’a Para Nabi yang Bisa Kita Amalkan dari Al-Qur’an
nujateng.com – Al-Qur’an mengabadikan banyak do’a para Nabi yang mustajab.
Do’a-do’a ini bukan hanya kisah masa lalu, tetapi pedoman abadi yang bisa kita amalkan setiap hari.
Berikut 10 do’a pilihan para Nabi, serta manfaatnya.
1. Do’a Nabi Adam Doa Taubat yang Diampuni Allah
QS. Al-A’raf: 23
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Rabbana ẓalamnā anfusanā wa in lam taghfir lanā wa tarḥamnā lanakūnanna minal-khāsirīn.
“Ya Rabb kami, sungguh kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni dan merahmati kami, pasti kami termasuk orang-orang yang merugi.”
Manfaat: do’a taubat, melembutkan hati, menghapus rasa bersalah.
2. Do’a Nabi Nuh Do’a Perlindungan dari Kesalahan
QS. Hud: 47
رَبِّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَسْأَلَكَ مَا لَيْسَ لِي بِهِ عِلْمٌ
Rabbi innī a‘ūdzu bika an as’alaka mā laisa lī bihi ‘ilm.
“Ya Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari memohon sesuatu yang aku tidak memiliki pengetahuan tentangnya.”
Manfaat: menjaga dari keputusan tergesa-gesa dan ucapan yang salah.
3. Do’a Nabi Ibrahim Meminta Keturunan Saleh
QS. Ash-Shaffat: 100
رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ
Rabbi hab lī minaṣ-ṣāliḥīn.
“Ya Rabbku, anugerahkanlah kepadaku keturunan yang termasuk orang-orang saleh.”
Manfaat: do’a untuk anak, keluarga dan keturunan yang baik.
4. Do’a Nabi Musa Do’a Kelapangan Dada dan Kelancaran Bicara
QS. Taha: 25–28
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي
Rabbi-shraḥ lī ṣadrī, wa yassir lī amrī, waḥlul ‘uqdatan min lisānī,yafqahū qawlī
“Ya Rabbku, lapangkanlah dadaku. Mudahkanlah urusanku. Lepaskanlah kekakuan dari lidahku, agar mereka memahami perkataanku.”
Manfaat: presentasi, pekerjaan, negosiasi, dan membuka rezeki.
5. Do’a Nabi Yunus Do’a Dzun Nun yang Mustajab untuk Segala Kesulitan
QS. Al-Anbiya: 87
لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Lā ilāha illā anta subḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn.
“Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha suci Engkau. Sungguh aku termasuk orang-orang yang zalim.”
Manfaat: masalah berat, rezeki sempit, beban hidup, kecemasan.
6. Do’a Nabi Sulaiman Do’a Syukur dan Keberkahan Rezeki
QS. An-Naml: 19
رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ
Rabbi awzi‘nī an asykura ni‘mataka allatī an‘amta ‘alayya wa ‘alā wālidayya wa an a‘mala ṣāliḥan tarḍāh.
“Ya Rabbku, ilhamkanlah aku agar tetap bersyukur atas nikmat-Mu kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhoi.”
Manfaat: memperluas rezeki, menambah keberkahan.
7. Do’a Nabi Zakariya Do’a Penuh Harapan
QS. Al-Anbiya: 89
رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْدًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ
Rabbi lā tazarnī fardan wa anta khayrul-wāritsīn.
“Ya Rabbku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri, dan Engkau adalah sebaik-baik pewaris.”
Manfaat: untuk yang lama menunggu doa terkabul, kesabaran, keikhlasan.
8. Do’a Nabi Yusuf Meminta Husnul Khatimah
QS. Yusuf: 101
تَوَفَّنِي مُسْلِمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ
Tawaffanī musliman wa alḥiqnī biṣ-ṣāliḥīn.
“Wafatkanlah aku dalam keadaan muslim dan gabungkanlah aku dengan orang-orang saleh.”
Manfaat: memperbaiki hati, memohon keteguhan iman dan akhir hidup baik.
9. Do’a Nabi Ayub Keteguhan dalam Ujian
QS. Al-Anbiya: 83
أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ
Annī massaniyad-dhurru wa anta arḥamur-rāḥimīn.
“Ya Tuhanku, aku telah ditimpa kesusahan, dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang.”
Manfaat: untuk sakit, tekanan hidup, masalah berat, dan ujian bertubi-tubi.
10. Do’a Nabi Muhammad Saw Do’a Cahaya dan Hidayah
(Salah satu do’a Nabi yang masyhur)
اللَّهُمَّ اجْعَلْ فِي قَلْبِي نُورًا، وَفِي بَصَرِي نُورًا، وَفِي سَمْعِي نُورًا
Allāhummaj‘al fī qalbī nūran, wa fī baṣarī nūran, wa fī sam‘ī nūran.
“Ya Allah, jadikanlah cahaya dalam hatiku, cahaya dalam penglihatanku, dan cahaya dalam pendengaranku.”
Manfaat: ketenangan, kejernihan pikiran, dan petunjuk hidup.
Do’a para Nabi adalah warisan agung yang bisa diamalkan kapan saja.
Dengan memahami lafadz Arab, bacaan latin, dan artinya, kita bisa menghadirkan kedekatan spiritual yang lebih kuat kepada Allah.***
