PKB Garda Terdepan Bela Kyai dan Pesantren di Indonesia

BREBES – nujateng.com – “Kami Partai Kebangkitan Bangsa melalui Fraksi PKB di DPR RI akan terus mengawal proses pelecehan yang dilakukan oleh Trans 7 terhadap Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo. PKB tidak akan pernah berhenti membela Kyai dan Pesantren.
Kalau hari ini kita masih di alun alun, maka saatnya nanti PKB siap untuk macetkan jalan Pantura,” kata H.Zubad Fahilatah selaku Ketua DPC PKB Kab Brebes, saat orasi aksi damai dan doa bersama di alun alun Brebes, Jumat, 17 Oktober 2025.
Di hadapan alumni dan santri se Kab Brebes, Zubad mengatakan bahwa PKB menjadi garda terdepan untuk membela Kyai dan Pesantren.
Dirinya tidak terima marwah Pesantren dihina dengan tayangan yang menyesatkan. Sementara Pesantren jelas jelas memiliki jasa yang besar kepada bangsa Indonesia. Melalui Pesantren kita bisa merasakan Kemerdekaan Republik Indonesia dengan Resolusi Jihad tanggal 22 Oktober.
Di sinilah khidmah santri terhadap Kyai dengan kepatuhannnya membela bangsa dan negara. Maka tanpa kepatuhan santri kepada Kyai tidak mungkin terwujud resolusi jihad.

” Pesantren sudah berdiri sebelum Indonesia merdeka, ini artinya sebenarnya negeri ini milik Pesantren. Ta’dhimnya santri kepada Kyai Pesantren membuahkan resolusi jihad yang menjadi tonggak sejarah santri mempertahankan negara kesatuan Republik Indonesia. Oleh karena itu kita tidak boleh tinggal diam saat Kyai dan Pesantren kita dilecehkan,” lanjut Pria yang pernah mondok di Pesantren Darur Rahman Jakarta.
Di hadapan peserta aksi dan doa bersama, Ketua DPC PKB Kab Brebes dengan lantang menuntut Trans 7 agar ditutup sarannya. Tidak cukup hanya minta maaf, karena tayangan Trans 7 pada tanggal 13 Oktober 2025 telah melukai Pesantren se Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Syaffa panggilan akrab H.Musyaffa Lc anggota DPRD Provinsi Jawa dari Fraksi PKB mengatakan dengan tegas bahwa hari ini martabat Kyai dan Pesantren telah dilecehkan, maka kita tidak boleh tinggal diam.
“Kalau selama ini guru Madin yang mayoritas alumni Pesantren ketika hanya mendapatkan honor seratus ribu kita diam. Ijazah lulusan Pesantren sebelum ada UU Pesantren tidak di akui kita diam. Tapi ketika hari ini Kyai kita dilecehkan, maka tidak boleh diam. Kita harus bergerak dengan tetap menjaga adabiyah Pesantren,” kata Gus Syaffa.
Ikut hadir dalam aksi dan doa bersama yang diselenggarakan di alun alun Brebes, Nyai Nafisatul Khoiriyah, anggota DPRD Kab Brebes dari Fraksi PKB dan beberapa anggota DPRD Kab Brebes lainnya. Tampak hadir di panggung kehormatan beberapa alumni sepuh dari Pondok Pesantren Lirboyo, Pondok Pesantren Sarang Rembang, Pondok Pesantren Ploso, Pondok Pesantren Tegalrejo Magelang dan beberapa alumni Pesantren lainnya.

Aksi Damai dan doa bersama yang digawangi oleh Akhmad Sururi selaku alumni Lirboyo berlangsung dengan tertib dan damai. Doa bersama dimuka sejak jam 14.00 yang dipimpin oleh Kyai Bisri Mustofa dari Randusanga. Sementara kegiatan orasi dilaksanakan setelah peserta aksi dan doa bersama menjalankan jamaah Ashar di masjid Agung Brebes.***
